ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 55


__ADS_3

Enam tahun sudah Alea berjuang menempuh pendidikan kedokterannya di Jerman, tak terasa minggu depan Alea akan menghadiri acara wisudanya.


"Ini kebaya punya Ibu, kamu suka tidak?" tanya Rangga sambil memberika kebaya yang lernah di pakai oleh Almh.Alinea saat menemaninya wisuda.


"Bagus sekali Yah, seperti pas di tubuhku" ucap Alea.


"Badanmu dengan badan Ibu tidak jauh beda, tapi kamu coba saja dulu" ucap Rangga, ia keluar dari kamar putrinya mempersilahkan Alea untuk mencobanya.


Tak lama kemudian Alea keluar dengan mengenakan kebaya milik Almh.Ibundanya.


"Cocok ya Yah di pakai olehku"


"Iya sayang, kamu cantik sekali mengenakan itu" puji Rangga "Ya sudah, kamu ganti baju lagi, sebentar lagi Nathan dan keluarganya akan kemari" ucap Rangga, ia mengingatkan putrinya jika Nathan dan keluarganya akan berkunjung ke apartementnya.


Pukul 19.00 waktu Jerman, Nathan dan keluarganya tiba di apartementnya, Rangga dan Alea menyambut kedatangannya dengan hangat.


"How are you alea?" Rose memeluk dan mencium kedua pipi Alea.


"I'm good mom" Alea mencium tangan Rose.

__ADS_1


Kemudian Rangga menjabat tangan Mike dan juga Nathan, setelahnya Rangga mengajak Nathan dan keluarganya masuk ke dalam apartementnya.


Rose nampak kagum dan memuji desain elegan apartement Rangga, dengan bangganya Rangga bercerita jika apartementnya di desain sendiri oleh Almh.istrinya, ia juga menunjukan foto-foto Almh. Alinea yang terpajang di dinding ruang tamu.


"So beautiful, very similar to you" Rose memandangi wajah cantik Alinea kemudia beralih ke Alea yang nampak mirip sekali dengan Alinea.


Setelah ngobrol dan berbasa basi, Rangga mengajak Nathan dan keluarganya menuju meja makan. Usai makan malam nathan berlutut di hadapan Alea.


"Only you, you’re the only thing I’ll see forever. In my eyes, in my words, and in everything I do, your sight is the only sight that will ever bring me peace. Will you marry me?"


Nathan berlutut di hadapan Alea, sambil memegang kotak cincin. Alea sangat terkejut, ternyata benar jika Nathan akan menyatakan cintanya terhadap dirinya.


Alea tidak bisa membayangkan jika dirinya menikah dengan Nathan kemudian Nathan akan memintanya untuk tinggal di Jerman selamanya tentu ia tidak bisa meninggalkan Ayahnya sendirian di Indonesia.


"I will go wherever you go" ucap Nathan


"Really?" tanya Alea.


Nathan menganggukan kepalanya dengan penuh keyakinan, sejak awal kenal melihat kedekatan antara Alea dan Ayahnya di tambah mengetahui jika Ibunda Alea telah meninggal tentu Nathan tidak akan tega memisahkan Alea dengan Ayahnya jika memang Alea bersedia menerima cintanya, ia akan melakukan apa pun untuk kebahagian Alea.

__ADS_1


Sesaat Alea menatap Ayahnya, dan Rangga tersenyum kearah putrinya sebagai tanda jika dirinya merestuinya. Alea menyalakan handphonenya ia masih berharap jika ada notifikasi pesan dari Tristan namun tetap tidak ada, sudah bertahun-tahun Tristan pergi tanpa kabar.


"Will you marry me Alea?" tanya Nathan kembali.


Alea teringat pesan ayahnya jika cinta bukan hanya menggunakan hati tapi perlu sedikit logika.


"Yess I will." Alea menganggukan kepalanya.


Nathan meminta izin kepada Alea untuk menyentuh tangannya untuk me yematkan memakaikan cincin di jari manis Alea, Alea pun mengizinkannya. Dengan rasa bahagia Nathan memegang tangan Alea dan menyematkan cincin pemberiannya di jari manis Alea.


"Thank you sweety" Rose menghampiri Alea dan memeluknya, kemudian memeluk putranya memberikan ucapan selamat.


Rangga pun memberikan ucapan selamat kepada putrinya dan juga Nathan, tak ketinggalan Mike pun memberikan ucapan selamat kepada keduanya.


Setelah wedding proposal Nathan di terima oleh Alea, kedua keluarga membahas acara pertunangan keduanya yang akan di adakan di Jakarta dan membahas perpindahan kewarganegaraan Nathan.


Pukul 23.00 malam Nathan dan keluarganya pamit pulang kapada Rangga, setelah mengantar Nathan dan keluarganya keluar dari unit apartemennya Rangga kembali memberikan nasehat kepada putrinya.


"Lea, keputusan yang kamu ambil ini tanpa paksaan dari siapa pun jadi kamu harus bertanggung jawab dengan keputusan yang kamu ambil. Menerima lamaran Nathan berarti kamu memberikan seluruh hatimu untuknya, tidak ada lagi ruang untuk masa lalu yang belum selesai. Kamu dan Tristan sudah selesai, Ayah tidak ingin kamu menyakiti hati Nathan" ucap Rangga dengan tegas.

__ADS_1


"Iya Yah, aku mengerti" ucap Alea.


__ADS_2