ALINEA

ALINEA
Chapter 36 : Persiapan pernikahan


__ADS_3

Keesokan harinya Tyshia dan kedua orang tuanya kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan acara pernikahan Tyshia dan Rangga. Meskipun rangga masih berada di jerman, Rangga tetap membantu Tyshia mengurus persiapan pernikahan mereka.


Rangga tetap mengikuti meeting bersama WO melalui sambungan video call, saat Tyshia sedang meeting dengan pihak WO. Rangga meminta tim WO untuk mengurus semua persiapan pesta pernikahannya agar tidak terlalu merepotkan Tyshia.


Di Jerman Rangga juga berusaha menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin agar ia bisa cepat kembali ke Jakarta untuk membatu Tyshia, beruntung ia mengenal Edwar yang selalu membantu pekerjaannya.


Edwar rela tidak datang ke pernikahan Tyshia dan Rangga karena menggantikan Rangga yang kembali mengambil cuti.


"Tolong bahagiakan dan jaga adikku baik-baik ya Ngga" pesan Edwar saat Rangga berpamintan dengannya.


"Pasti, aku akan selalu menjaga dan menyayanginya.Thanks ya Ed" Rangga pergi meninggalkan kantornya, kemudian ia menuju apartementnya untuk mengambil barang-barangnya dan bertolak menuju Jakarta.



Setelah menempuh 16 jam perjalanan, akhirnya Rangga tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta. Dari kejauhan rangga sudah melihat calon istrinya datang menjemputnya, Rangga pun semakin mempercepat langkahnya.


"Lama tadi nunggunya?" tanya Rangga.


"Enggak kok, aku baru saja tiba. Langsung pulang yuk!" Tyshia mencium tangan Rangga kemudian mengajaknya pulang.


"Yuk!" tangan kanan Rangga menggandeng tangan Tyshia menuju parkiran, sementara tangan kirinya menarik koper miliknya.


"Aku saja yang nyetir" Rangga meminta kunci mobil Tyshia.


"Jangan byy bahaya, kamu pasti jet lag karena perbedaan waktu" tolak Tyshia.


"Baiklah" Rangga pun menuruti Tyshia, sepanjang perjalanan Rangga terus memandangi wajah cantik calon istrinya.


"Aku rindu denganmu, apartementku sepi tanpamu."


"Sebentar lagi aku akan tinggal di sana menemanimu selamanya" Tyshia mengelus wajah Rangga dengan lembut.


Tyshia memberikan kejutan kepada Rangga dengan membawa Rangga ke rumah yang pernah Rangga jual.


"Kok ke sini byy? bukannya aku sudah meminta kamu pesan hotel ya?" tanya Rangga.


"Ayo masuk sayang!" Tyshia keluar dari mobilnya kemudian membuka pintu pagar dan pintu depan rumahnya.


"Surprise." Ucap tyshia.


"Rumah ini kamu beli?" tanya Rangga, ia terkejut melihat foto saat dirinya wisuda terpasang di ruang tamu rumahnya.


"Masuk yuk!" Tyshia menggandeng tangan Rangga untuk masuk ke dalam melihat satu persatu ruangan dalam rumahnya yang telah ia renovasi.


"Bagus banget byy." Rangga tak bisa berkata-kata ketika ia melihat interior rumahnya, yang membuat rangga lebih takjub saat dirinya melihat ruang wardrobe yang di buat oleh Tyshia untuk dirinya.


"Byy, bagaimana caranya aku berterima kasih untuk semua yang kamu berikan kepadaku?" Rangga menggengam erat tangan Tyshia dan menatap mata Tyshia dalam-dalam.


"Jangan pernah berhenti untuk mencintaiku" ucap Tyshia.


"Always byy, tidak akan ada wanita yang bisa menggantikanmu"

__ADS_1


"Fitting baju untuk pernikahan kita dulu ya." Tyshia mengambil beskap untuk Rangga kemudian membantu Rangga mengenakannya.


"Kok bisa pas begini sayang? seingatku kamu belum mengukur tubuhku" ucap Rangga.


"Bisa dong, aku hafal betul bentuk dan ukuran tubuhmu. Udah pas semuanya ya." Tyshia kembali mengecek secara keseluruhan, kemudian ia membantu Rangga melepaskan pakaiannya, dan merapihkannya kembali.


"Terima kasih ya sayang, bajunya nyaman dan bagus banget" puji Rangga membuat Tyshia tersipu malu mendapat pujian dari calon suaminya.


Drrrt.. Drrrt..


"Sebentar ya byy." Tyshia menerima telepon dari sahabatnya Nadien, Nadien mengajak Tyshia makan siang bersama dengan sahabat-sahabat merekayang lainnya.


"Byy, boleh aku jalan sama teman-temanku?"


"Boleh sayang, mau aku antar sekarang?" tanya Rangga.


"Nadien mau jemput ke sini boleh?"


"Boleh, nanti pulangnya aku jemput ya bby."


Tyshia menganggukan kepalanya, tak lama Nadien datang untuk menjemput tyshia.


"Byy aku pergi dulu ya, bye sayang" Tyshia mencium tangan Rangga.


"Hati-hati ya sayang, kabarin jika sudah selesai nanti aku jemput, jangan lupa share location" Rangga mengelus lembut kepala Tyshia dengan lembut.


Nadien dan teman-teman Tyshia yang lainnya, memberikan surprise acara bridal shower untuk Tyshia di salah satu hotel bintang lima.


Suasana semakin seru ketika masuk ke sesi games tebak lagu dan menghias cup cake, games tersebut tidaklah melihat siapa yang menang dan kalah karena toh pada akhirnya seluruh teman-teman Tyshia menaruh krim cup cake ke wajah Tyshia.


Disesi berikutnya MC acara memutarkan video kenang-kenangan kebersamaan Tushia dengan teman-temannya, yang membuat tTshia haru pada menit di mana pengumuman pemenang lomba cosplay yang ia buat karena itu adalah gerbang awal Tyshia memiliki kepercayaan diri untuk berkarya.


Selesai menonton video satu persatu teman Tyshia memberikan pesan untuk kehidupan baru yang akan di jalani oleh Tyshia dan kesannya kesan suka duka selama berteman dengan Tyshia.


" Alinea, thanks for being my friend. Congrats on the marriage, wish you a blissful life" ucap Alice.


Tyshia memeluk semua teman-temannya, di sesi terakhit semua teman Tyshia memberikan berbagai macam hadiah untuk tyshia, seperti: tas, sepatu, dompet hingga lingerie dan lubricant.


Saat acara bridal shower hampir usai Rangga datang untuk menjemput calon istrinya, banyak teman-teman Tyshia yang terpesona dengan ketampanan Rangga.


Rangga hanya tersenyum saat teman-teman Tyshia menyapanya, ada sedikit rasa cemburu pada diri Tyshia melihat Rangga tersenyum manis pada teman-temannya, ia langsung melingkarkan tangan kanannya di pinggang Rangga.


"You're mine" ucap Tyshia.


"I'm yours baby" Rangga merangkul pundak Tyshia dan mengecup kepalanya, ia sangat mengerti jika calon istrinya sedang cemburu.


Seusai dari acara bridal shower Rangga meminta tyshia untuk menemaninya melihat venue pernikahannya.


"Nanti saja ya byy, pas hari H" ucap Tyshia.


"Aku mau cek persiapannya sudah sejauh mana" ucap Rangga.

__ADS_1


"Tapi byy..."


"Ada apa sayang? Aku hanya ingin memastikan jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana kita."


Dengan sedikit terpaksa Tyshia mengantar Rangga menuju venue pernikahannya, sesampainya di venue pernikahannya Rangga terkejut karena venue dan konsepnya sangat jauh berbeda dengan meeting awal yang ia ikuti via video call, hanya dengan melihatnya sekilas saja Rangga bisa prediksi berapa biaya untuk venue tersebut.


"Aku ingin bertemu dengan WOnya sekarang, bisa kamu telepon sekarang byy?" pinta Rangga.


Tyshia menuruti perintah Rangga, ia meminta pihak WO untuk datang di venue. Tak lama kemudian pihak WO datang dan menjelaskan semua konsep acara pernikahan Rangga dan Tyshia yang akan di gelar nanti.


Sesuai dengan prediksi Rangga budget yang di keluarkan untuk acaranya jauh melebihi dari apa yang Rangga berikan kepada Tyshia, puas dengan semua jawaban yang di berikan oleh pihak WO, Rangga mengajak Tyshia untuk pulang.


"Jadi ada yang mau kamu jelaskan Alinea?" tanya Rangga.


"Untuk venue, decorasi dan hotel, itu ayahmu yang menyewanya bahkan beliau menyewa seluruhnya untuk empat hari ke depan sebelum dan sesudah acara kita. Sisanya catering, undangan, seragam dll orang tuaku yang mengurusnya. Byy aku benar-benar tidak bisa menolaknya, mereka akan merasa tidak di hargai jika aku menolaknya" Tyshia menundukan kepalanya, ia sungguh tidak bermaksud untuk bohong atau pun tidak menghargai Rangga.


"Aku mengerti sayang, lalu kamu menginginkan mahar apa? katakanlah karena itu adalah hakmu" ucap Rangga, Tyshia sungguh lega mendengar Rangga tak marah padanya.


"Apa pun yang kamu berikan akan aku terima dengan senang hati."


"Mintalah sayang karena itu adalah hakmu."


"Sungguh byy, aku sudah merasa sangat cukup dengan dirimu terus berada di sisiku."


"Ya sudah nanti akan aku persembahkan sesuatu yang spesial untukmu." Rangga tersenyum dan kembali fokus mengemudikan kendaraannya.


Sesampainya di kediaman Tyshia, Rio dan Ana menyambut kedatangan Rangga dengan hangat, dengan suasana yang akrab dan santai mereka membahas persiapan acara pernikahan mereka hingga larut malam.


"Sudah jam 23.39, aku permisi dulu Om, Tante." pamit Rangga, kepada kedua orang tua Tyshia.


Karena sudah larut malam Tyshia meminta Rangga untuk membawa mobilnya, ia memaksanya meski Rangga sempat menolaknya.


"Jika besok kamu mau keluar bagaimana?" tanya Rangga.


"Kak Rangga jemput ya" ucap Tyshia.


"Tidak ada jemput-jemputan, kalian berdua sudah tidak boleh keluar apa lagi bertemu" ucap Rio dengan tegas.


"Sudah bawa saja Rangga tidak apa-apa, Tyshia kan besok siraman jadi tidak kemana-mana" Ana memberikan kunci mobil Tyshia kepada Rangga.


"Terima kasih ya Om Tante, aku pamit dulu."


"Kenapa masih panggil kami Om dan Tante? Bukankah sebentar lagi kalian akan menikah?" tanya Rio.


"Maaf. Ayah, Bunda, aku pamit dahulu sudah malam, permisi. Assalamualaikum." Rangga mencium tangan Rio dan Ana secara bergantian.


"Walaikumsalam" jawab Rio, Ana dan Tyshia serentak.


" Bye, byy" Tyshia melambaikan tangannya ke arah Rangga.


"Sudah tidak boleh telepon atau video call juga loh" bisik Ana, kemudian ia dan suaminya masuk ke dalam membiarkan putrinya yang cemberut karena harus di pingit.

__ADS_1


Keesokan harinya Rangga menjemput keluarga besarnya di bandara, sama halnya dengan Tyshia, Rangga pun menjalani siraman di hotel bersama keluarganya kemudian mempersiapkan seserahan untuk malam midodareni dan mahar untuk pernikahannya.


__ADS_2