
Beberapa minggu setelah urusannya selesai Nathan bersiap bertolak ke Jakarta untuk tinggal dan menetap bersama calon tunangannya. Sejak wedding proposal Nathan di terima oleh Alea, Nathan belajar bahasa Indonesia karena ia berencana untuk tinggal di Indonesia.
Sementara itu Alea bangun lebih awal untuk menjemput Nathan di bandara, setelah siap ia bergabung bersama Ayanya sarapan di ruang makan.
"Loh, kamu tidak ke rumah sakit sayang?" tanya Rangga yang melihat putrinya memakai baju lebih santai.
"Hari ini Nathan tiba di Jakarta, aku mau jemput dia di Bandara" ucap Alea sambil meminum susunya.
"Kamu suruh dia tinggal di apartement kita saja."
"Iya Yah nanti aku antar Nathan ke apartement"
"Ya sudah Ayah ke kantor dulu ya" Rangga pamit dengan putrinya.
"Hati-hati Ayah"
Tak lama setelah Rangga pergi, Alea pun pergi ke bandara untuk menjemput calon tunangannya. Empat puluh menit kemudian dari kejauhan Alea melihat sosok Nathan, ia pun melambaikan tangannya agar Nathan melihatnya.
Sambil tersenyum ke arah Alea, Nathan mempercepat langkahnya.
"How are you my queen?" Nathan membungkukkan badannya dan mencium tangan Alea
"Pake bahasa Indonesia dong, kan tiap hari sudah belajar bahasa Indonesia" ucap Alea.
"I'm just not that confident" Nathan menggaruk-garukan kepalanya.
"Ayolah, besok lusa kamu sudah mulai bertugas loh. Bagaimana nanti jika kamu berbicara dengan pasien-pasienmu?"
"Apa kabar sayangku?" Ucap Nanthan dengan ragu.
"Kabarku sangat baik, sayang" Alea mengajak Nathan untuk ke parkiran mobilnya.
__ADS_1
Sebenarnya Nathan tidak enak kepada Alea karena Alea yang menyetir, namun karena Nathan belum tahu jalan akhirnya Nathan duduk di samping Alea yang sedang mengemudi.
"Honey, I want to buy a car. you can take me?" tanya Nathan.
"Iya setelah ke apartementku ya. Kita taruh barang-barangmu dulu setelah itu kita berkeliling sambil membeli mobil dan keperluan lainnya" ucap Alea.
"Apartement? aku sudah menyewa sebuah rumah untuk aku tinggal sementara, tidak jauh dari rumah sakit" Nathan menunjukan alamat rumah yang sudah ia sewa sebelum dirinya berangkat ke Jakarta, ia mencarinya melalui internet.
"Sementara? Bukankah kamu akan menetap disini?" tanya Alea.
"Aku sedang mencari rumah untuk tempat tinggal kita setelah menikah nanti" Nathan memberikan beberapa pilihan rumah yang ia dapatkan melalui internet.
"Kamu mau yang mana sayang, atau ada rumah yang inginkan di tempat lain?" tanya Nathan.
Alea nampak terdiam, ia tidak tega jika harus meninggalkan Ayahnya sendirian, tapi sebagai seorang istri tentu ia harus menurut pada suaminya "Nanti kita cari bersama ya" ucap Alea.
Alea memarkirkan mobilnya di depan rumah yang telah di sewa oleh Nathan, rumah minimalis sederhana tapi cukup asri dan nyaman.
Setelah urusan serah terima kunci rumah dan pelunasan pembayaran Nathan pun membereskan barang-barangnya, Alea juga ikut membantu membereskan barang-barang nathan.
"Kita jalani semuanya sama-sama ya" Nathan menatap wajah Alea.
Alea tersenyum sambil menganggukan kepalanya, usai membantu Nathan merapihkan barang-barangnya, Alea memesan makanan melalui aplikasi ia memesan beraneka macam makanan Indonesia.
Alea mengenalkan beberapa macam makanan kepada Nathan seperti nasi padang, mie ayam, sate, soto, nasi goreng hingga rujak.
"Why do so many honey?" Nathan terkejut ketika Alea memesan banyak sekali makanan untuknya.
"Cobalah, ini semua sangat lezat" Alea mengajarkan Nathan untuk makan menggunakan tangan.
"Ini sulit sekali sayang" Nathan mencoba berkali-kali makan nasi padang dengan menggunakan tangannya namun ia sama sekali tidak bisa, akhirnya Alea membantunya, ia menyuapi Nathan dengan tangan kosongnya.
__ADS_1
"Aku ingin cepat-cepat menikah denganmu sayang" Nathan menatap alea.
"Kamu makan pakai sendok saja" Alea memberikan sendok kepada Nathan, Alea tidak menyangka jika Nathan jadi baper karena di suapi olehnya.
"Tidak mau" Nathan menggelengkan kepalanya, ia meminta Alea menyuapinya hingga selesai.
Alea pun menurut, ia menyuapi Nathan hingga selesai. Usai makan siang bersama Alea mengajak Nathan berkeliling Jakarta sambil membeli keperluan Nathan dan juga membeli mobil untuknya.
"Alea, apa kamu punya rekomendasi guru mengaji untukku? aku menyempurnakan bacaan mengajiku, aku ingin menjadi suami sekaligus Ayah yang baik untukmu dan juga anak-anak kita" tanya Nathan.
Alea terdiam karena ia pun selama ini hanya belajar dengan Ayahnya.
"Belajar saja dengan Ayah, Ayah pasti mau mengajarimu, nanti aku yang akan bicara dengannya."
"Thank you honey."
Setelah berkeliling dan mencari barang-barang keperluan Nathan, Alea mengantar nathan kembali pulang ke rumahnya, barulah ia pulang ke rumah.
"Ah.. lelah sekali." Alea merebahkan dirinya diatas tempat tidur.
Tak lama kemudian Rangga masuk kekamar putrinya, ia protes mengapa Alea tak mengajak Nathan untuk ke rumahnya.
"Maaf Yah, ternyata Nathan sudah menyewa rumah jadi kami tadi beres-beres rumah yang telah di sewa oleh Nathan. Alea janji besok akan mengajak Nathan ke sini" ucap Alea.
"Oh ia Yah, Nathan ingin belajar mengaji dengan Ayah, apa Ayah bersedia mengajarinya?" tanya Alea.
"Iya sayang, kamu ajak saja Nathan ke rumah."
Usai mengobrol dengan Ayah, Alea pun mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1