Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Pesta pernikahan Rangga dan Sinta


__ADS_3

Rama sudah kembali lagi kerumah dan mereka sudah berkumpul lagi dengan keluarga yang bahagia, dengan kehadiran sepasang anak yang lucu.


Seiring waktu berjalan, tidak terasa umur Aira sudah menginjak Empat bulan, dan siang ini dengan berat hati Anyelir harus meninggalkan Airani bersama Mama dan pengasuh dirumah. karena Rama dan Anyelir harus menghadiri pesta besar pernikahan Rangga dan Sinta.


Nampak senyum bahagia dari kedua mempelai, Rama hadir bersama Anyelir dan Zio, naik keatas pelaminan memberikan selamat kepada kedua mempelai, yang diikuti Zein dan Larasati dari arah belakang.


"Sinta selamat ya semoga kamu bahagia bersama Rangga" ucap Anyelir terharu melihat kebahagiaan kedua sahabatnya itu.


"Terima kasih ya Anyelir" ucap Sinta dan memeluk Anyelir hangat


Rama mengajak Anyelir mencicipi beraneka makanan lezat, karena dia paham semenjak melahirkan anak kedua mereka, nafsu makan Anyelir berubah drastis, mungkin efek dari menyusui.

__ADS_1


"Sayang sesuai janji ku, bentar lagi kita buat pesta pernikahan lebih meriah juga ya" ucap Rama


"Okey, tapi kita tunggu umur Airani satu tahun dulu ya sayang" jawab Anyelir senang


"Dan kita rencanakan bulan madu kedua yang terindah kita di luar negeri, sekalian bikin dedek buat Airani" ucap Rama tanpa rasa berdosa yang membuat Anyelir melotot bulat kedua matanya.


"Kak, aku nggak mau tunggu Aira besar dikit dan udah bisa berlarian kayak Zio baru kita planing dedek nya lagi" Anyelir sewot dan memalingkan wajahnya melihat tatapan mesum suaminya.


"Oya kak sebaiknya kita beri Zein cuti panjang selama sebulan full, agar mereka bisa berbulan madu sepuasnya, Kasian dia belum punya Dede juga" ungkap Anyelir sambil menatap Zein sedang bermain dengan Zio yang duduk di pangkuan nya.


Zein yang merasa diperhatikan Anyelir dan Rama jadi salah tingkah, dan mengajak Larasati ikut bergabung di meja Rama.

__ADS_1


"Zein mulai besok kamu tidak perlu masuk kantor dulu, karena aku memberikan mu liburan sebulan penuh " ucap Rama


Zein yang mendengar langsung ternganga tidak percaya, sementara Larasati langsung kegirangan senang." Terima kasih ya bos" ucap Zein Akirnya sambil menerima cek dengan jumlah fantastis dari Rama.


"Apa tidak sebaiknya kita liburan bareng?" tanya Larasati


"Tidak bisa, Aira masih terlalu kecil, untuk ditinggalkan" ucap Anyelir dan mengajak Rama untuk pulang karena merasa kedua buah dada nya yang mengeras tanda Airani lagi kehausan, meski tadi Anyelir sudah memompa ASI nya, tapi dia tidak mau berpisah terlalu lama dari bayi cantik nya itu.


Sampai dirumahnya Aira sudah tertidur pulas, Anyelir mencim kedua pipi gembul anaknya, sementara Rama membantu Zio untuk menganti pakaian nya, dan menidurkan nya disebelah tempat tidur Airani. dimana kamar anak terhubung langsung dengan kamar Anyelir yang hanya dibatasi pintu yang tertutup gorden, dimana kalau tidur Anyelir tidak mengembang gorden itu, agar dia bisa leluasa memantau kedua buah hatinya, dan akan menutup pintunya nya jika anaknya rewel dan pengasuh masuk untuk membantu Anyelir sama sama menenangkan nya.


Anyelir tidak mau orang lain melihat gaya suaminya itu tidur, yang lebih suka pakai boxer saja atau tidak sama sekali.

__ADS_1


Pengumuman,...........


Mampir ya " Love me please, Lee" seru cerita nya, mengenai percintaan seorang pria miskin dan wanita kaya yang angkuh serta pewaris tunggal perusahaan terbesar di Asia


__ADS_2