
Cantika merasa malam ini begitu panjang dan melelahkan, karena dia kesusahan untuk memejamkan mata. pikiran nya masih teringat suaminya Gilang yang jauh di sana.
"Kak Gilang kamu sedang apa sekarang.?"
Gumam Cantika yang sering bolak balik ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari posisi yang nyaman. tangan sebelah kiri Cantika mengambil ponselnya yang terletak di atas maka samping tempat tidurnya.
"*Dek kamu kangen papa ya sayang......?" ucap Cantika sambil mengelus-elus perut pelan.
" Apa sebaiknya aku hubungin kak Gilang saja, tapi gimana ya......aku malu ngubungin duluan, atau dia masih sibuk sekarang*"
Cantika mengusap layar ponselnya, tapi dia masih merasa ragu untuk menghubungi, akirnya Cantika membuka galery photo dan mencari foto Gilang dari media sosial nya.
Senyum manis mengembang di bibir Cantika, ketika matanya fokus menatap wajah tampan Gilang di layar ponsel itu
__ADS_1
"Miss you kak Gilang"
Cantika mencium lama foto Gilang di ponselnya, dengan penuh perasaan. sambil memejamkan mata. karena dia sudah mulai ngantuk. dengan posisi yang terasa begitu nyaman. memeluk photo Gilang yang tersenyum kearah nya. tanpa sadar Cantika ketiduran, dengan mimpi indahnya bersama Gilang. mereka berpelukan hangat saling melepaskan rindu.
Ditempat nya Gilang baru saja selesai dari rapat besar perusahaan yang menyita banyak waktu nya hari ini, sehingga dia belum sempat untuk menghubungi istri kecilnya Cantika.
Gilang merasa tubuh dan tenaga yang begitu lelah. dan menghempaskan kasar tubuhnya di sandaran sofa ruangan nya. dia memutar-mutar pelan kursi itu sambil memejamkan mata.
"Cantika.....!"
"Ah....sial, habis baterai lagi"
Gilang meminta Dion mengantarkan kopi hitam keruangan nya, karena masih banyak yang harus dia selesaikan bersama Dion malam ini.
__ADS_1
"Cantika sayang, maaf aku tidak bisa menghubungi mu seharian ini, dan sekarang juga sudah sangat malam. aku tahu kamu sekarang pasti sudah tidur" Gilang menatap keluar jendela kaca ruangannya
Rasanya Gilang ingin menembus kegelapan malam ini, dan memeluk Cantika, karena baru sehari tidak bertemu Gilang merasa tersiksa dengan perasaan rindu yang membara.
"tok....tok...tok...." Dion mengetuk pintu ruangan kerja Gilang berkali-kali, namun tidak ada jawaban. sehingga dia masuk saja. karena ruangan itu tidak terkunci.
"Permisi, ini kopinya Bos" Dion masuk sambil membawa nampan berisi kopi hitam dan makanan kecil
"Terimakasih, kamu letakkan saja di atas meja itu. Dion kamu silahkan istrhat dulu satu jam ini, setelah itu kembali keruangan ku lagi" perintah Gilang
"Baik Bos, terimakasih" ucap Dion yang merasa mendapatkan angin segar, karena matanya sudah terasa begitu berat. Dion langsung keluar menuju ruangan nya, tanpa membuang waktu lagi. Dion Langung memanfaatkan waktu untuk segera tidur di sofa yang terdapat di ruang kerjanya.
Sementara Gilang menyeruput kopi hitam kesukaan nya beberapa kali, baru dia sibuk memeriksa beberapa berkas kerja sama perusahaan, yang mengajukan komplain atas kerugian dan kelalaian perusahaan yang dipimpin Gilang.
__ADS_1
"Aku harus menyelesaikan masalah ini secepatnya, pasti ada seseorang yang telah berkhianat diperusahaan ku. tapi siapa orang itu" ucap Gilang
"Apa Dion ?" tidak.... tidak mungkin dia sudah bekerja lama sekali dengan perusahaan ini, tidak mungkin Dion. aku harus menyelidiki sendiri" ucap Gilang