
Rumah besar kediaman keluarga Rama begitu ramai dikunjungi para tamu undangan yang silih berganti memberikan selamat atas acara tujuh bulanan calon anak ketiga Anyelir.
Anyelir sengaja meminta sang suami untuk mengadakan acara dirumah besar saja, tidak lupa mereka juga mengundang para anak yayasan panti asuhan.
Senyum mengembang disudut Rama yang menyambut kedatangan sang mantan asisten pribadi nya Zein, yang didampingi istri dan anak semata wayang mereka Catania.
"Selamat ya Bos" Zein memberi selamat pada Rama seraya mereka saling berpelukan, karena kesibukan masing-masing sudah lama sekali mereka tidak bertemu
"Hallo Catania..." sapa Rama membelai pipi cibi gadis kecil itu
"Om kak Zio nya mana" Catania mengedarkan pandangannya kesekeliling mencari teman kecil nya itu
"Tuh dia sedang ngobrol sama Om Rangga, Catania langsung samperin saja sana"
Catania langsung berlari ke arah Zio, yang langkah nya diikuti Larasati dari belakang. sementara Rama dan Zein duduk dikorsi taman saling ngobrol, banyak cerita yang ingin mereka bagi satu sama lainnya
Secara tidak sengaja Zein menceritakan kekesalan nya terhadap Gilang yang menyimpan dendam terhadap keluarga nya, karena selalu gagal merusak hubungan Zein dan Larasati Gilang membalaskanya terhadap Cantika.
__ADS_1
"Brengxxxx Gilang..,, apa perlu aku bantu kamu untuk menghancurkan lelaki pengecut itu" ucap Rama
"Tidak usah Bos, karena aku selalu mengawasi lelaki itu, jika dia masih macam-macam aku akan langsung menghancurkan nya" ucap Zein geram
"Kasian Cantika bagaimana pun aku sudah menganggapnya sebagai adik perempuan ku sendiri" ujar Rama
"Ya Bos aku percaya kepada mu, Karena aku cukup mengenal pribadi mu "
"Semoga saja Gilang itu menyesali perbuatannya dan menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak Cantika" ujar Rama kembali
"Selamat ya kak Anyelir" Larasati menyalami Anyelir yang diikuti Catania
"Nyusul" Larasati mengerutkan keningnya bingung
"Nyusul memberikan dede buat Catania, biar tidak kesepian dan ada teman bermain nya"
"Ya kak, sedang diusahakan semoga cepat nyusul" yang dikuti gelak tawa mereka para ibu-ibu
__ADS_1
Larasati melirik banyak makanan yang menggugah selera nya, entah kenapa Akir ini dia begitu selera untuk jenis makanan tertentu. dan tidak menyukai makanan yang biasa menjadi favorit nya. yang sering membuat Zein menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.
Acara tujuh bulanan kehamilan Anyelir ini berjalan hikmah, banyak juga media yang datang dan meliput acara tersebut secara Live, yang langsung ditayangkan di berbagai televisi swasta
Dirumah keluarga Cantika,
Selesai makan malam bersama, Tuan Anwar menantang Gilang untuk bermain catur di ruangan keluarga, mereka semua menuju sebuah ruangan besar disana juga terdapat telivisi.
Mama Cantika menyalakan Televisi itu, yang ditemani Cantika yang duduk disebelah nya
"Cantika bukan nya itu kakakmu, melihat Larasati dan Zein ikut hadir dalam acara tujuh bulanan kehamilan Anyelir itu"
"Iya ma" ucap Cantika
Tuan Anwar dan Gilang yang mendengar percakapan mereka juga ikut melihat tayangan televisi itu.
"Pengusaha besar Presdir MNCR Groups, tengah mengadakan tujuh bulanan kehamilan sang istri, sambil menayangkan awal hingga proses acara tujuh bulanan itu selesai"
__ADS_1
Gilang melirik Cantika,
"Aku tahu Cantika dulu kamu sangat mencintai pengusaha yang bernama Rama itu, dan aku sangat bersyukur sekali karena dia tidak berhasil merebut sesuatu yang sangat berharga dari mu karena ulah ku yang sengaja memberikan mu permen cinta dulunya, sekarang aku akan membuat mu mencintai ku"