
Cantika membuka matanya saat merasakan sebuah kecupan hangat mendarat di keningnya. dia kembali memejamkan mata merasa malu jika Gilang Melihat mata dan wajah bahagia nya sekarang.
"Selamat pagi sayaaaaang......!" Gilang kembali ke! bisikan kata-kata yang membuat Cantika terbang melayang
"Pagi juga kak Gilang" balasnya pelan
"Cantika mulai sekarang aku ingin kita saling terbuka dengan perasaan kita masing-masing, dan jangan bersikap canggung lagi terhadap ku. mengingat apa yang sudah kita lakukan dan lalui bersama"
"Iya kak" ucap Cantika sambil mengangguk pelan dengan muka merah bak kepiting rebus, membuat Gilang tanpa sadar memegang gemez pipinya itu dengan kedua tangannya.
"Aduuuuuh sakit kak" rengek Cantika manja
"Habisnya sikap mu itu selalu membuat ku gemez, mandi bareng yuk" Gilang turun dari tempat tidur dan memakai piyama tidur yang tergeletak di lantai
"Ngak mau"
Cantika menenggelamkan wajahnya kedalam selimut, dia merasa malu membayangkan tanpa busana dengan perut membuncit. mandi bersama Gilang. meskipun Gilang sudah sering melihat tubuhnya.
__ADS_1
"Ayolah Cantika sayang....bentar aja" bujuk Gilang kembali duduk disisi tempat tidur
"Tubuhku gendut kak dan jelek, ngak langsing seperti dulu lagi" Cantika akirnya tanpa sadar mengeluarkan unek-uneknya
"Siapa bilang tubuh kamu jelek, buatku kamu wanita yang paling seksi dan tercantik di dunia ini"
"Iiiiii gombal"
"Benaran sayang, karena aku mencintaimu bukan karena ini dan itu, tapi perasaan yang mengalir tulus dari sini. dan tidak akan berubah meskipun bagaimana pun keadaan mu" Gilang membawa tangan Cantika untuk menyentuh dadanya.
Tanpa banyak bicara dan persetujuan lagi, Gilang menyusupkan kedua tangannya kedalam selimut tebal yang menutupi tubuh Cantika dan menyibaknya, Gilang langsung mengendong tubuh Cantika menuju kamar mandi.
Tangan lembut Gilang mengelus setiap lekukan tubuh Cantika, yang membuat gairah keduanya langsung bergelora kembali. ciuman demi ciuman lembut tidak luput dari wajah hingga leher jenjang bumil itu. desahan nikmat terdengar dari bibirnya.
Pagi itu mereka kembali melanjutkan penyatuan yang tidak pernah membuat mereka berdua bosan, Cantika dan Gilang seolah-olah kecanduan untuk melakukan itu.
Cantika sekarang sudah mulai berani mengekspresikan perasaan, dia juga membalas permainan Gilang. sekarang Cantika mengambil alih permainan mereka, dengan membalikkan badannya dan duduk berhadapan dipangkuan Gilang. setelah merasa posisinya pas, Cantika kembali menggoyangkan tubuhnya, menari indah di atas tubuh kekar Gilang.
__ADS_1
"Terus sayang.....aku menyukai permainan mu ini" bisik Gilang
Kedua nya sama-sama mencari puncak keindahan, Cantika akirnya terkulai lemas dipangkuan Gilang. dia hanya membiarkan dirinya digendong menuju shower dan dimandikan Gilang.
Setelah mereka berdua membersihkan tubuh dan berpakaian kembali, tiba-tiba ponsel Gilang berdering tanda panggilan masuk. tertera nama Dion dilayar ponsel itu.
Gilang mengangkat panggilan tersebut, sementara Cantika merapikan penampilannya didepan cermin besar yang terdapat di kamar itu. dengan mengolesi bedak tipis dan sedikit Lips gloss menambah kecantikan Cantika benar-benar terlihat Natural.
Setelah menutup panggilan telpon, dengan ragu Gilang menyampaikan keinginannya.
"Cantika bagaimana dengan kondisi mu sekarang ?"
"Aku merasa ngak papa kok kak !"
"Sayang ada masalah yang terjadi di perusahaan kita, dan Dion tidak bisa mengatasinya sendiri. bagaimana untuk sementara waktu kamu tinggal disini dulu, aku kwartir jika terjadi sesuatu dengan kandungan mu nanti kalau melakukan perjalanan jauh kembali dengan jarak waktu yang tidak terlalu lama"
"Maksud kak Gilang ?"
__ADS_1
"Aku kembali duluan, setelah masalah itu selesai baru akan langsung datang menjemput mu kesini" bujuk Gilang
Cantika terdiam, dia mulai merasakan berat untuk berpisah dengan Gilang. namun dia juga tidak bisa melarang Gilang. dengan mata berkaca-kaca Cantika mengangguk pelan, sambil menundukkan kepalanya. dia tidak ingin Gilang mengetahui kegundahannya sekarang