
Anyelir mengucek matanya yang silau, karena terpaan cahaya matahari. yang masuk melalui celah gorden pintu jendela kaca, yang sedikit tersingkap. perlahan dia mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa berat seperti tertimpa sesuatu?. Anyelir pun berusaha membuka mata yang masih mengantuk.
"Aaaaaa..." Refleks dia menutup mulutnya sendiri dengan punggung tangan, melihat Rama tertidur pulas diatas tubuhnya, dan merasakan sesuatu yang masih menancap di bawah sana.
Perlahan dia merebahkan tubuh Rama kesamping, yang tertidur begitu pulas, terdengar dengkuran halus. dan tidak terganggu dengan pergerakan Anyelir.
Anyelir menatap wajah suaminya yang tampan, persis Zio kecil kalau lagi Bobo
"Ya Tuhan, Rama telah memperkosaku ?? atau malah sebaliknya aku yang melakukannya? "begitu melihat banyak tanda merah. dileher dan tubuh nya dan juga terdapat ditubuh Rama. Anyelir tidak mampu mengingat dengan jelas kejadian semalam. kepala nya masih terasa pusing.
Dia mengedarkan pandangan keseliling kamar " ternyata Rama membawaku ke Apartemen dan kekamar kami dulu." rasa rindu dan haru menjadi satu. mengingat begitu banyak, kenangan indahnya bersama Rama dikamar ini. antara senang dan sedih, air mata Anyelir lolos membanjiri wajah polosnya.
Senang karena Rama membawanya kembali kemasalalu. perasaan sedih karena merasa tidak mempunyai harga diri. Rama menggapnya, sebagai wanita untuk pemuasnya.
__ADS_1
Anyelir mencoba bangun, dan memungut pakaian nya yang berserakan, namun dia membuang pakaian itu kembali, semuanya robek, tidak berbentuk seperti Rama sengaja melakukan.
Akhir nya, Anyelir memakai kemeja putih Rama, meski ukurannya kebesaran untuk tubuh mungilnya. dengan segera dia mengambil Tas dan Ponsel, takut Rama keburu bangun dan menahannya kembali.
Anyelir menuruni tangga dengan tergesa-gesa, hampir saja dia melayang jatuh kebawah, dilantai satu apartemen itu kosong. tidak ada siapa-siapa
"Kemana bibi Ijah ?" dengan rasa penasaran dia memeriksa dapur dan kamar biijah dulu dan tetap kosong, terakhir kamar yang pernah ditempati nya, waktu pertama kali datang kesini. dan kamar itu terkunci rapat.
"Aku sangat merindukan tempat ini " sambil memutari Ruangan demi ruangan yang terdapat di Apartemen itu, ponsel Anyelir tiba-tiba bergetar tanda panggilan masuk, dengan segera dia berlari keluar meninggalkan Apartemen Rama, menuju Apartemen yang ditempatinya hanya beda satu lantai saja.
"Untuk sementara aku harus menonaktifkan ponsel ku." dan melangkah memasuki apartemen nya.
Diruang makan, nampak Zio sedang disuapi makan oleh Omanya, sementara Sinta sudah berangkat kerja.
__ADS_1
"Mami...." Zio berlari dan menghambur ke pelukan Anyelir.
"Mami kemana aja, Iio kengen Mami" ucapnya sambil mendekap erat tubuh mami.
"Iya sayang, mami juga kangen Zio." ucap Anyelir mencium kedua pipi gembul itu.
"Nak semalam kamu nginap ya diapartemen Rama ya?" tanya bibi Romlah.
"Iya bi." ucap Anyelir menundukan muka.
"Ya, sudah kamu istrahat dulu sana, biar Zio sama bibi dulu." bibi seakan paham dengan apa yang terjadi sama Anyelir, melihat baju yang dikenakan nya juga tanda merah di leher Anyelir.
Anyelir pergi kekamar mandi dan langsung membersihkan tubuhnya, dengan berlama-lama berendam, membuat nya tenang dan rileks kembali.
__ADS_1
"Lebih baik hari ini aku tidak masuk kerja dulu, saat ini aku tidak ingin bertemu Rama" dia tidak habis pikir dengan sikap Rama yang sekarang.