Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Bertemu Jesika


__ADS_3

"Kak, kenapa jalanya kearah Apartemen?" tanya Anyelir bingung.


"Iya nchi, sekarang kita tinggal diapartemenkunkarena aku tidak mau Mama dan Selena. sigadis jadi jadian itu memojokkan kamu lagi"


"Tapi kak..,, aku belum pamit sama Mama juga papa, trus gimana dengan pakaian ku?"


"Kita kan bisa kesanaya kapan - kapan sayang" ucap Rama gemas sambil menjewer dagu Anyelir.


" Untuk pakaian mu sudah disiapkan Sinta. dia juga ikut kita tinggal di apartemen"


"Oya kak, kenapa kakak bilang kalau selena gadis jadi jadian?"


"Karena wajahnya itu Oplas semua, tidak seperti kamu Alami Natural tanpa Oplas " jawab Rama sambil membawa Anyelir kepelukanya.


"Maaf boss, ikut nyeletuk kalau pakai ramuan pembesar itu termasuk asli atau palsu juga?" tanya Zein sambil memasuki area parkir Apartemen.

__ADS_1


Rama menendang keras kaki Zein dari jok belakang, Anyelir hanya bengong saja memperhatikan ulah kedua nya.


Keesokan harinya, Jesika begitu bahagia sekian lama meninggalkan negara ini. dan sekarang dia kembali menginjakkan kakinya di tanah kelahirannya Indonesia. dia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan adek kesayangan dan papa yang akan menjemputnya kebandara.


Dari kejauhan dia melihat Rangga melambai-lambai kan tangan, dia berdiri bersama papa yang tersenyum bahagia menyambut Putri kesayangan nya. Jesika berlari menghampiri keduanya.


"Papa,Rangga" menghambur memeluk mereka berdua Jesika tak bisa menahan haru bertemu keluarga nya.


" Apa kabar sayang" ucap papa membelai lembut kepala Jessica.


" Aku baik pa" sambil melirik Rangga.


" Ya kak, keadaan yang membuat aku cepat dewasa" ucap Rangga sambil membantu membawakan koper kakak nya, dan melajukan mobilnya menuju rumah.


Jesika menghempaskan tubuh diatas kasur empuk nya, tidak ada yang berubah suasana rumah dan kamarnya masih seperti terakhir ditinggalkan. dia melirik foto mesranya bersama Rama diatas nakas samping tempat tidur.

__ADS_1


" Apa kabar kamu sayang?" ucap Jesika sambil membelai foto mereka.


"Besok aku akan ke apartemen mu, tempat kita bercinta untuk terakhir kalinya"


Jesika tersenyum sendiri mengingat momen itu hingga tertidur menyongsong mimpi indahnya dengan Rama.


Seperti biasa, hari Minggu Rama bermalas malasan diatas kasur empuknya. lantai dua apartemen. karena semalam tenaga nya juga terkuras habis olah raga kasur bersama Anyelir, mereka berdua seperti kecanduan makan nasi.


Setelah membersihkan tubuh, Anyelir mengenakan stelan kaos selutut warna coklat, tanpa bawahan dan mengikat tinggi asal rambut bergelombang nya, membuat seksi penampilan nya. dan berjalan kebawah menuruni tangga.


Nampak Sinta tengah asyik menyiapkan sarapan ditemani bik Ijah. pembokad setia yang merawat Rama dari kecil, makanya Rama tidak memberhentikan nya. Rama sangat menyayangi bik Ijah, di umur nya yang sudah tua, dia hidup sebatang kara ditinggal suami dan anak. dulu Rama selalu tinggal di Apartemen. namun semenjak ditinggal Jessica Rama lebih sering ke rumah besar.


Pagi ini dengan semangat full, Jesika datang ke apartemen rama dia sengaja ingin memberikan kejutan. dia tahu bahwa sekarang hari Minggu, Rama pasti dikamar malas malasan. menikmati hari libur nya.


beberapa kali dia menekan pasword apartemen namun selalu gagal. karena Rama telah menggantinya, dia tidak mau sembarangan orang bisa memasuki apartemen nya sekarang.

__ADS_1


Akhirnya dengan terpaksa Jesika memencet bel secara berulang-ulang, karena dia tahu bik Ijah sudah tua, pasti pendengaran nya kurang jelas.


Anyelir yang tiba diruang tamu pun terkaget, dengan bunyi bel berulang-ulang kali, dengan segera dia membukakan pintu.


__ADS_2