Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Berhasil Kabur


__ADS_3

Larasati pucat ketakutan, sambil melihat sekeliling beberapa orang bertubuh besar mulai mendekat kearah nya. dia mundur beberapa langkah dan memegang kepala dengan kedua tangan, Larasati menunduk kan kepala sambil berteriak sekencang-kencangnya.


"Om Zein...,, Om Zein....,, tolong" teriak nya berulang-ulang sambil ketakutan.


Zein yang duduk tidak terlalu jauh dari sana, mendengar nama nya diteriakkan berkali-kali, langsung berlari ke arah datangnya suara. dia terlonjak kaget melihat Larasati di kelilingi para pria bertubuh besar, Zein juga ketakutan melihat jumlah mereka yang banyak, satu Lawan satu saja dia sudah yakin bakal kalah dari mereka, apalagi harus menghadapi sebanyak itu.


"Sayang kenapa kamu selalu bikin ulah dan mencari ku kemana mana tiap malam? sekarang aku harus bagaimana menghadapi Om yang bertubuh besar ini," ucap Zein sambil mengangkat kedua tangan nya memohon kearah mereka.


Larasati juga bingung dengan tingkah Zein, dan memperhatikan Zein yang terus melanjutkan ocehannya. "Tuan maafkan kesalahan istri saya ini." saat mereka lengah melihat tingkah nya itu. Zein berjalan mendekati Larasati dan berbisik " kenapa masih berdiri saja Cumi... cepat lari " ujar Zein menarik tangan Larasati dan berlari ke luar.


Bos mavia pun geram karena merasa berhasil dikibuli," cepat kejar mereka" ucap nya emosi


Larasati yang berlari dibimbing Zein begitu ketakutan melihat keluar, jumlah mereka bertambah banyak, Zein menarik Larasati untuk bersembunyi ditumpukkan dus bekas.


"Om aku takutttt..." ucap Larasati ngos-ngosan.

__ADS_1


"Semua gara-gara kamu yang ngeyel mengikuti kesini." hardik Zein


Mereka ribut bertengkar dengan bisik bisik, hingga tempat persembunyian mereka di ketahui dan dikejar-kejar lagi.


"Om aku Sudah nggak ku kuat lagi" rengek Larasati


"Bertahanlah, kalau kamu tidak mau tubuhmu itu dijadikan santapan Buaya mereka" hardik Zein


Tiba-tiba sebuah mobil bok berhenti tepat di hadapan mereka berdua.


" Cepat kalian naik" ucap sopir bok itu.


Zein pun mengendong Larasati menaiki bok mobil terbuka itu yang membawa tumpukan kardus bekas.


Mereka berdua tertawa bahagia karena berhasil kabur dari kejaran para mavia itu. dan merebahkan tubuh lelah diatas tumpukan kardus. sambil berpegangan tangan dan tertidur begitu saja

__ADS_1


Sementara itu Tuan Anwar dan Gilang tertawa puas "sekarang Larasati akan pulang dengan sendirinya" karena Gilang telah mengirimkan para orang suruhan datang membantu, begitu mendapatkan informasi dari salah seorang anak buah nya yang kebetulan berada di Club. yang mengatakan bahwa Larasati dalam bahaya.


Gilang dan Tuan Anwar pun memerintahkan, anak buah Mereka membawa mobil bok yang berisi tumpukan kardus agar mengelabui para anak buah mavia itu. dan membawa Larasati kabur dari kejaran mereka.


Zein mengerjapkan mata, begitu merasakan silau karena pantulan cahaya matahari langsung, dan membukanya.


"Aaaaaa tidakkkk" teriak Zein.


Zein menguncang tubuh Larasati hingga dia juga ikut terbangun, dan melihat sekeliling mobil bok yang masih berjalan mengakut mereka berdua, Zein tidak mengetahui sama sekali dimana keadaan mereka saat ini, dia meronggoh ponsel nya dan juga ponsel Larasati, namun kosong tidak ada sama sekali.


"Aah sial, bagaimana aku harus menghubungi bos Rama untuk meminta pertolongan?" ucap Zein putus asa.


Larasati yang terbangun masih mencoba mengumpulkan kesadaran nya, karena masih merasakan kantuk yang teramat sangat. dan kepala pusing.


"Hey kenapa kamu masih bengong, lihat sekeliling dimana kita sekarang?" hardik Zein kesal melihat tingkah Larasati.

__ADS_1


"Kita harus menghentikan mobil ini." teriak Zein dan mulai mengedor dari kaca belakang mobil.


__ADS_2