Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Perasaan Bersalah


__ADS_3

Tubuh keduanya menggigil kedinginan, dan masuk kerumah kosong tanpa penghuni itu, Rama mencoba mengumpulkan ranting-ranting kecil yang berserakan dan menyalakan api untuk mengusir kedinginan mereka.


Rama menyalakan cahaya ponsel nya yang diserahkan Cantika, dan mencari posisi yang pas untuk diduduki. dia sengaja menjaga jarak dari gadis itu.


Sudah hampir satu jam mereka berteduh, namun hujan masih belum menunjukkan bakal reda dengan cepat. sementara api yang dinyalakan Rama pun telah padam kembali.


Rama merebahkan tubuhnya di atas kursi panjang dan besar itu, ingin melanjutkan tidur nya kembali. baru beberapa saat matanya terpejam suara petir yang menyambar mengagetkan nya, sementara Cantika berlari mendekat, dan langsung menghambur ke dalam pangkuan Rama yang masih terbengonng dengan tingkah nya.


"Om Cantika takut sekali hu...hu..." ucap nya menangis sesungukkan sambil mengeratkan pelukannya


Rama berusaha menurunkan Cantika dari pangkuannya, namun melihat gadis itu menggigil dan menangis ketakutan. Rama mencoba membiarkan nya untuk sementara.

__ADS_1


Semakin lama Rama sudah hampir kehilangan akal sehatnya, ditambah lagi susana malam yang dingin. serta posisi duduknya Cantika tepat dibagian benda keramat nya, yang telah terbangun karena gesekan tubuh Cantika yang tidak mau diam menangis ketakutan.


Merasa tidak mendapatkan penolakan lagi dari Rama, Cantika pun menghentikan tangisnya " Om dingin banget" ucap nya manja


Rama seperti terhipnotis dan membiarkan Cantika mencium bibirnya berulang kali, sebagai " lelaki normal" Rama tidak tahan juga dan membalas nya.


Dikamar nya Anyelir tidak bisa memejamkan mata sedikit pun, pikiran nya tertuju pada Rama, beberapa kali dia mencoba menghubungi ponsel Rama namun selalu diluar jangkauan." suamiku semoga kamu selalu dilindungi dimana pun berada" ucap Anyelir mengusap air mata yang tiba-tiba menetes dengan derasnya.


Rama menghentikan ciumannya dan melepaskan rangkulan tangan Cantika " Cantika satu yang harus kamu tahu aku sudah menikah, dan mendorong tubuh Cantika. apa kamu tidak menyesal dengan semua ini ? dan satu lagi aku tidak ingin satu orang pun yang mengetahui tentang semua ini, terutama istri ku" ucap Rama


"Iya Om, Cantika akan tutup mulut, yang penting Cantika bisa menikmati hari terakhir kebersamaan kita malam ini, karena besok Om telah kembali ke Jakarta, sementara aku akan keluar Negeri melanjutkan studiku disana" ucap Cantika dan kembali melingkar kan kedua tangannya dipundak Rama meskipun tangan Rama menepis pelukannya dan mengabaikan

__ADS_1


Susah buat Rama bertahan meskipun cumbuan itu hanya bagian luarnya saja, dengan susah payah Rama mengumpulkan kesadaran nya, karena Rama tidak ingin merusak masa depan Cantika, dan rasa bersalah nya terhadap Anyelir nantinya jika sampai itu terjadi.


Rama terbangun dengan tubuh separuh terbuka, begitu pun Cantika mereka berpelukan hingga pagi menjelang. " Cantika sudah hampir pagi, sebaiknya kita meninggalkan tempat ini ? ujar Rama memasang kancing kemejanya.


"Tapi Om, aku masih pengen diperlukan om. Utuk terakhir kalinya karena kita akan berpisah jauh setelah ini" Cantika kembali menangis


"Tapi orang tua mu pasti sudah cemas sekarang ? bujuk Rama


"Mereka pasti berfikir aku menginap di tempat lokasi pesta Om, sebelum kesini aku sudah kasih tau Mama bakal nginap disana ! lagian sekarang masih pukul empat pagi, bentar lagi ya om" ucapnya


Rama yang kembali mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari Cantika di pagi yang begitu dingin itu " Cantika tolong kendalikan dirimu dan berusaha untuk menghindar" meskipun tidak dapat dipungkiri Rama juga ikut terhanyut

__ADS_1


__ADS_2