
Hari ini Rama berniat mengunjungi kampung halaman Anyelir, berdasarkan informasi dari mas Rendi dia telah menemukan lokasi lahan perbukitan yang indah yang akan digunakan untuk perkebunan teh dan pabrik pengolahan nya.
Anyelir yang mendengar rencana suaminya, begitu antusias dan ngotot ingin ikut pulang ke kampung halaman nya, karena semenjak menginjakkan kaki ke kota metropolitan ini Anyelir tidak pernah kembali pulang.
"Boleh ya kak Anyelir ikut please..."
Anyelir mengatupkan kedua belah tangan sambil mengedipkan mata berkali-kali berharap suaminya Rama akan luluh melihat wajah imutnya.
"Tidak bisa sayang, mengingat kondisi mu yang tengah hamil begini. aku takut kamu kecapean dan terjadi sesuatu pada anak kita nantinya"
Sebenarnya Rama ingin sekali mengajak serta keluarga kecilnya itu, Rama mengelus perut Anyelir yang sudah mulai kelihatan membesar di umur kehamilan nya yang memasuki bulan kelima.
Anyelir akhir nya pasrah dan menuruti perintah suaminya, meskipun dia sangat merindukan kampung nya, terutama bibi Romlah. keluarga satu satunya yang dimiliki Anyelir di kampung.
"Sayang kamu bantu aku berkemas ya" mencoba mengalihkan perhatian istri nya yang terlihat sedih
Anyelir memilih beberapa pakaian Rama dan menyusunnya dengan telaten.
"Kak Rama berapa lama di sana ?
"Tidak lama sayang, cuma beberapa hari saja jika lokasi nya cocok. kita akan beli dan mulai menjalankan usaha baru kita disana. dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pribumi. paling tidak kita bisa mengangkat taraf perekonomian mereka nanti, seperti harapan mu sayang" ucap Rama menarik Anyelir kepelukanya.
"Terima kasih suamiku, hati sungguh mulia sekali" Anyelir terharu dan sangat bersyukur sekali memiliki suami seperti Rama.
"Setelah ini apa keinginan terbesar mu ? tanya Rama merenggangkan pelukannya
__ADS_1
"Keinginan terbesar ku, hidup bahagia bersamamu selamanya suamiku"
Tiba-tiba Rama melepaskan pelukannya, dan memutar sebuah lagu dengan nuansa yang begitu romantis, lalu Rama membungkuk badan dan merentangkan tangannya
"Sayang mau berdansa dengan ku ?
Anyelir tersenyum dengan tingkah tiba-tiba suaminya, dan membalas uluran tangan Rama mereka pun berdansa dengan begitu mesra.
(Kira-kira beginilah bait lagu firgoun yang pernah Author dengar)
Ku tuliskan kenangan tentang cara ku menemukan dirimu.....
Tentang apa yang membuat ku mudah memberikan hatiku padamu....
Tak akan habis sejuta lagu....
Kan teramat panjang puisi...
Untuk menyuratkan cinta ini...
Telah habis sudah cinta ini....
Tak lagi tersisa untuk dunia...
Karena telah kau habiskan...
__ADS_1
Sisa cinta ku yang hanya untuk mu....
Aku selalu bermimpi tentang indahnya...
Hari tua bersamamu....
Tetap cantik rambut panjang mu...
Meskipun nanti tidak hitam lagi....
Bila musim berganti....
Sampai waktu terhenti....
Walaup dunia membenci...
Ku kan tetap disisi mu....
Pasangan ini begitu terhanyut bersama alunan musik, hingga Ariani dan zio masuk karena sedang main kejar-kejaran. dengan suara cempreng teriakannya.
Rama dan Anyelir tersadar dan saling melepaskan pelukannya
"Ayo anak-anak papi, lawan papi sekarang" ucap Rama memainkan pedang mainan Zio
"Siapa takut, kami Legend Hero akan memberantas kejahatan" jawab mereka serempak
__ADS_1
Rama dengan sigap langsung menangkap sibungsu Ariani dan mengangkat nya tinggi-tinggi membuat gadis kecil itu berteriak antara senang dan kegelian, sementara zio berusaha untuk membantu adiknya.
Anyelir tertawa senang melihat kebahagiaan keluarga kecil nya, dan berharap kebahagiaan ini akan terus untuk selamanya.