Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Dikerjai


__ADS_3

Anyelir berjalan ke Pantry, dia masih ingat jumlah takaran gula dan kopi sesuai selera Rama dulu.


"Sayang semoga kamu bisa mengingat ku dengan meminum kopi buatan ku ini." ujar Anyelir penuh harap sambil mengaduk pelan.


sementara Nara tersenyum, membayangkan betapa marahnya Rama nanti dengan kopi buatan Jasmine, dia yakin tidak akan bisa membuat kan Kopi. sesuai ukuran dan selera Rama.


"Tuan Rama, silahkan ini kopi nya." ujar Anyelir sambil meletakkan secangkir kopi dimeja Rama.


"Terimakasih," Rama pun meminum nya,


"Enak, ternyata kamu tau sekali ukuran selera ku, Jasmine."


"Kalau begitu, saya permisi keluar duluTuan."


"Siapa yang menyuruh mu, keluar dari Ruangan ini." ujar Rama menaruh kopinya yang tinggal sedikit.


"Mulai sekarang, aku akan menjadikanmu Asisten pribadi ku, selain Zein. dan tentunya gaji yang kamu dapatkan sesuai dengan jabatan mu nantinya."


Anyelir terperanjat,


"Maaf Tuan, aku tidak bisa! dan aku juga tidak mempunyai pengalaman di bidang itu."


Anyelir melangkah cepat keluar dari Ruangan Rama. Anyelir tidak mau mendapatkan masalah lagi dikantor ini. dengan orang-orang yang tidak suka dengan nya, termasuk Selena dan Nara. baru beberapa hari disini tapi sudah sering dikerjai.

__ADS_1


Rama tidak menyangka, dengan penolakan Anyelir,


"Lihat saja nanti apa yang akan aku perbuat untuk mu dan hanya kamu wanita pertama yang berani menolak ku." ucap nya tersenyum licik


"Hey, kenapa bengong, cepat selesai kan tugasmu." hardik Nara datang saat mendapati Anyelir yang sedang melamun, habis keluar dari Ruangan Rama.


"Apa kamu kena marah ya, dengan kopi comberan mu itu?" ucap Nara tertawa mencemooh dan kembali ke meja kerja nya.


Anyelir Kembali melanjutkan pekerjaan nya, dia bingung dan membolak-balik file yang sudah tidak digunakan lagi.


"Kenapa ya Nara tidak mengajarkan atau memberikan aku tugas yang bermanfaat, dari pada ini." ujarnya Anyelir bosan dan memainkan ponselnya, hingga Anyelir tidak menyadari sudah waktunya jam pulang kantor, sementara dia tidak mencatat poin penting yang diminta Nara tadi.


"Hey, mana tugas yang kuberikan padamu.?" ucap Nara berdiri angkuh didepan Anyelir.


"Tadi pagi, aku sudah memberikan peringatan kepada mu." Nara sudah meninggi kan suaranya.


"Kamu tidak boleh pulang sebelum kamu mampu menyelesaikan nya." dan berlalu pergi meninggalkan Anyelir.


"Mati aku."


Anyelir menepuk jidatnya, dan bergegas mengerjakan tugas nya, dia begitu tergesa-gesa mencatat, dan membiarkan saja beberapa file yang jatuh kelantai, karena merasa takut sendirian dan beberapa lampu Ruangan sudah banyak yang dimatikan.


Diruanganya. Rama masih banyak pekerjaan, memeriksa dan menanda tangani beberapa file dan berkas persetujuan kerjasama. yang seharian ini, diserah tugaskan kepada Zein.

__ADS_1


Rama berdiri dan memutar ke kiri dan ke kanan pinggangnya. dan merilekskan otot-otot nya yang terasa kaku. dia melirik jam ditangan nya sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


"Mmmhhh,, mending aku pulang saja sekarang" ujarnya dan mengambil jas hitam nya yang tergantung di sandaran Kursi kerja


Rama menghentikan langkahnya, saat melewati Ruangan Nara Sekretaris nya, karena melihat lampu yang masih menyala.


"Perasaan aku tidak memberikan Nara tugas untuk lembur.?" ujarnya penasaran dan berjalan menghampiri Ruangan itu.


"Ngapain kamu masih dikantor jam segini?" ujar Rama.


Anyelir terperanjat kaget, mendengar suara yang tiba-tiba di belakangnya dan menjatuhkan gelas yang terletak di atas meja. dia mencoba untuk berlari kencang, mengira ada hantu.


Sekuat tenaga Anyelir memacu langkanya, namun posisinya masih di tempat yang sama, karna Rama berhasil mencekal Krah bajunya dari belakang.


"Jawab aku apa yang sedang kamu lakukan malam begini, masih dikantor ku? apa kamu mau mencuri data Perusahaan ku?"


"Tidak Tuan, tapi tolong Anda lepaskan dulu." ujar Anyelir ketakutan


Rama pun melepaskan tangannya " sekarang coba kamu jelaskan.


Anyelir pun mulai menjelaskan kenapa dia belum pulang dan kelalaian nya terhadap tugas yang diberikan Nara.


Kemudian Rama memeriksa berkas, yang dikerjakan Anyelir itu.

__ADS_1


"Brengxxxx tugas apaan ini, besok aku akan memberikan Nara hukuman karena telah mengerjai mu. "


__ADS_2