
Senyum bahagia tak henti tersungging dibibir mungil Anyelir, banyak tamu yang berdatangan dari kalangan atas, juga dimeriahkan para artis ibukota ternama.
Mama Merlin nampak menyalami para tamu, dan teman sosialita nya. nampak sekali kepuasan terpancar dari wajah cantik itu, meskipun umurnya tidak muda laginya, sementara papa lebih suka menghabiskan waktu nya ngobrol dengan teman lamanya, Husein dan anak nya Gilang yang ikut hadir dalam acara itu.
Rama dibuat sibuk oleh Zio yang mulai aktif. dia berlarian kesana kemari dan tiba-tiba seseorang menangkap nya dari arah belakang, Zio terkaget melihat ke depan masih ada papinya, dia bingung siapa orang yang telah menangkap nya ini?.
Zio mencoba membalikan badan. untuk melihat tangan besar yang mengakat tubuh kecil nya dari arah belakang, namun tidak bisa. akhir dia mengeluarkan senjata nya, yaitu menangis kencang sambil meronta-ronta melepas kan dirinya. setelah terlepas dia menirukan gaya Ultraman melawan musuh, membuat semua orang tertawa memperhatikan tingkah lucunya itu.
Zein yang mengakat tubuh Zio tadi pun, membuat perlawanan dengan mengambil ancang-ancang yang sama. merasa akan kalah Zio kecil akhir nya berlari kearah papinya.
"Zio sayang ini namanya Zein, uncle nya Zio" ucap Anyelir ikut menimpali dan membalas uluran tangan Zein, yang menyalami memberikan selamat atas tujuh bulanan kehamilan nya.
__ADS_1
Sementara Sinta datang didampingi Rangga, mereka sangat serasi sekali dengan memakai pakaian couple. menghampiri Anyelir dan Rama.
Zio yang melihat kedatangan uncle Rangga dan Aunty Sinta nya, langsung menghambur ke pelukan mereka.
"Hallo jagoan ganteng uncle, kamu kok tambah berat dan ganteng ya sekarang."ucap Rangga
"Aunty, Kemana saja? Zio kangen sama Aunty" ucap nya dengan tingkah lucu. dan kembali memeluk Sinta.
Semenjak kembali dari Amerika, Sinta tinggal diapartemen sendiri, dan Bekerja disalah satu anak perusahaan papa Rangga. jadi dia sudah jarang bertemu lagi dengan Zio.
Dikamar Larasati sudah merasa bosan menunggu Zein, sudah berapa kali dia melirik jam dinding " Om Zein kok lama banget ya." ucap nya gusar.
__ADS_1
"Besok aku harus ke luar beli ponsel baru, biar nggak bosan." akhir nya dia ketiduran lagi diatas sofa.
Zein yang baru sampai di rumah, berkacak pinggang melihat pemandangan yang kedua kalinya Larasati ketiduran di sofa. perlahan dia mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya kekamar.
Zein merebahkan tubuh Lara ke ranjang dan menarik selimut keatas,
dan memperhatikan wajah imut itu "Menarik sekali" ucap nya dan meraba pipinya sendiri yang sempat dicium Larasati.
"Berlama-lama di sini bisa membuat ku kilaf " ucap Zein mengusap beberapa kali wajah nya, dan pergi keluar menuju ke kamar nya sendiri.
dalam kamar Zein tidak bisa tidur. wajah Larasati selalu muncul dimana-mana, bahkan di cermin diatas closeed pun dia seperti melihat Larasati, dia memegang kepala "Aaaagghhh kenapa dengan ku?" sambil menuju kembali ke bawah menuju kamar Larasati.
__ADS_1
Kembali dia memperhatikan wajah Larasati, dan perlahan berbaring disamping gadis itu, hingga tertidur begitu saja sambil memeluk dari samping, Zein merasa begitu damai dan tenang dan bisa memejamkan mata. karena perasaan kantuknya datang tiba-tiba. ditambah suasana malam yang begitu dingin. karena musim hujan sebulan ini belum juga berhenti. Zein seolah-olah tidak menyadari apa yang telah diperbuat nya. cinta memang bisa mengalahkan akal sehat seseorang.