Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Cantika Sakit


__ADS_3

Cantika merasakan sakit yang teramat perih diarea sensitif, dan berapa bagian tubuh lainnya, tak ada yang bisa dilakukan Cantika selain menagis dengan suara yang tidak mampu dikeluarkan nya lagi, hanya guncangan pelan tubuhnya lah yang menandakan kalau gadis cantik itu masih sadarkan diri.


Cukup lama Cantika tergeletak tidak berdaya dalam kamar mandi itu, hingga tanpa sadar dia tertidur begitu saja dengan kondisi yang sangat memperihatinkan. dalam mimpinya Cantika didatangi Rama


"Bagun dek, seperti tangan lembut mengusap rambut panjang nya. kamu harus kuat menghadapi semua ini, biarkan waktu yang akan menghukum lelaki brengxxxx itu.


Kak Rama Cantika menghambur ke dalam pelukan Rama menumpahkan segala kesedihannya. tangan Cantika masih menggapai seperti tidak mau Rama pergi.


Kak Rama jangan pergi, bantu dan tamani Cantika...


Cantika terbangun dari tidurnya itu, dan kembali menangis menyadari kalau dia hanya bermimpi, dan kenyataan nya sekarang dia sudah hancur, tidak ada lagi yang bisa dibanggakan dari tubuhnya.


Cantika melirik area pribadi nya nampak bekas darah yang hampir mengering bercampur dengan sperxx Gilang. perlahan Cantika menyeret tubuhnya menuju shower dan membiarkan tubuhnya dibasahi guyuran air dengan duduk meringkuk menagis dibawah nya.


Cantika benar-benar jijik dengan tubuhnya sendiri, dia terus membersihkan area nya dengan air meskipun harus menahan perih yang teramat sangat,.

__ADS_1


"Mama, papa maafkan Cantika yang sudah tidak suci lagi, Cantika gagal menjaga dan memperbaiki nya....hu...hu..


Ya Allah mungkinkah ini hukum atas perbuatan ku yang dulu.... yang telah merusak kebahagiaan kak Rama dan istrinya.... yang begitu mencintai suami orang.


Dengan jalan tertatih-tatih Cantika kembali ke kamar tidur nya, hanya mengunakankan jubah mandi dan handuk kecil yang melilit di kepala nya. Cantika menenggelamkan tubuhnya dalam selimut dan badan yang menggigil kedinginan.


Gilang mendatangi lagi apartemen Cantika siang ini, berniat bermain-main lagi dengan tubuh gadis itu, yang selama ini tidak pernah terlibat dalam masalah Gilang dan kakak nya Larasati, namun Gilang malah memilih nya sebagai objek balas dendam.


Dia menekankan tombol fasword Apartemen yang berhasil diketahui nya, saat memantau Cantika beberapa hari yang lalu. Gilang berjalan masuk menuju kamar Cantika, senyum jahat dan mesum tersungging di sudut bibirnya


Cantika masih meringkuk dan tubuh menggigil, dengan perasaan penasaran Gilang menyentuh tubuh itu dengan punggung tangannya.


"Panas sekali" sedikit rasa cemas mendera Gilang, bagaimana pun gadis cantik itu menderita karena perbuatan nya.


Gilang menghubungi seseorang

__ADS_1


"Cepat bawakan dokter terbaik" kembali jalan mondar-mandir menunggu di depan pintu


"Baik bos" ucap Asisten pribadinya Gilang


"Gadis ini kelihatannya begitu syok dan terpukul, sebaiknya jangan buat dia stress, saya telah memberikan obat melalui suntikan, dan ini obat minum nya, berikan nanti saat dia sudah sadar, tapi tidak dengan kondisi perut kosong" ucap dokter yang memeriksa nya


Setelah dokter pergi Gilang kembali ke kamar Cantika. dia tersenyum puas melihat Cantika menderita.


"Aku harus pergi dulu bersenang-senang, sampai gadis ini sembuh dan menikmati tubuhnya kembali" tersenyum puas


Asisten Gilang memperhatikan tingkah bos nya yang terlihat aneh menurut nya itu.


"Anort capat bawakan pelayan untuk mengurusi gadis itu, untuk sementara waktu sampai dia sembuh, bagaimana pun aku tidak ingin dia mati terlalu cepat dan mudah. sampai tujuan ku berhasil" tersenyum jahat dan berlalu pergi meninggalkan Apartemen mewah itu.


" Baik bos " menunduk hormat

__ADS_1


__ADS_2