Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Kejujuran Rama


__ADS_3

Cantika sudah sampai di Negara asing tempatnya menuntut ilmu beberapa tahun kedepannya, dia sengaja memilih negeri orang biar lebih bisa hidup mandiri.


Cantika menyusun semua pakaian dilemari Apartemen baru yang sengaja disewa Tuan Anwar selama menempuh disana. Cantika juga membawa baju dan beberapa barang Rama, yang sempat tertinggal di kamar tamu Rumah nya "Om Rama aku merindukan mu" dan mencium baju itu berkali-kali.


"Semoga kamu bahagia dengan keluarga kecil mu, aku akan selalu mencintaimu dalam diam....,," dan tidak akan hadir lagi dalam kehidupan mu om...,Cantika kembali menangis kenapa nasipku seperti ini, selama ini aku tidak pernah mencintai seseorang sekuat dan sebesar ini, dan disaat aku mulai jatuh cinta malah pada orang yang salah."


Semua orang merasa heran dengan perubahan sikap Rama semenjak pulang dari pernikahan Zein. dia sudah jarang pergi ke kantor nya, sehingga Zein hampir tiap hari harus lembur dan menghandle semua pekerjaan sendiri. membuat Larasati sering ngambek karena mendapat kurang perhatian, Zein hampir tidak punya waktu untuk mereka sekedar jalan-jalan berdua. dan menghabiskan weeakend bersama


"Sayang kalau begini terus kapan kita punya dedek bayi nya" rengek Larasati


"Sabar sayang, nanti aku coba tanya bos Rama atau Anyelir supaya mau membujuk bos kembali aktif lagi mengurus Perusahaan nya" ucap Zein membelai istri imutnya itu

__ADS_1


Rama lebih suka menghabiskan waktunya bermain bersama Zio dan bergelayut manja dengan Anyelir. Rama seperti bayi besar yang tidak mau lepas dari ibunya " sayang udah dulu nanti sayuran nya bisa gosong" bentak Anyelir karena Rama menempel terus di bahunya.


Di rumah besar itu sudah banyak pelayan, tapi Anyelir tidak mau berdiam tangan lagi, dan sudah mulai menyibukkan dirinya dengan pekerjaan ringan. agar proses lahiran nya bisa lebih mudah. seperti yang sering dipesan kan dokter.


Sampai dikantor Zein mencoba menghubungi ponsel Rama, namun tidak terhubung. kembali dia mencoba menghubungi ponsel Anyelir, tidak berapa lama terdengar suara sahutan suara halus perempuan.


" Hallo Nyonya Anyelir" terdengar suara Zein


"Bagaimana keadaan bos Rama sekarang Nyonya?" tanya Zein.


"Kelihatannya sudah sehat, tapi dia tidak mau lepas dari ku sekarang" ucap Anyelir, berbisik saat Rama masuk ke kamar mandi buang sesuatu yang sudah mendesak.

__ADS_1


"Nyonya apa anda bisa membantu dengan mencari tahu permasalahan bos Rama" ucap Zein


"Bisa nanti aku cari waktu yang tepat" ucap Anyelir dan menutup panggilan mereka ketika terdengar suara Zio menangis terjatuh dari perosotan nya.


Malam disaat suasana hening, dan mereka berdua hendak tidur, Anyelir bersiap untuk menanyakan sesuatu yang juga menganjal di pikiran nya.


"Kak apa yang terjadi sewaktu dikampung nya Larasati? kenapa kakak pulang dalam keadaan kacau dan tertekan" tanya Anyelir hati hati tidak ingin Rama tersinggung atau marah nantinya


Rama langsung tercekat dan kembali duduk menghadap ke wajah Anyelir " apa maksud mu sayang" bibir Rama gemetar nampak wajah cemas dan khawatir nya.


Anyelir yang menangkap perubahan wajah Rama yang tiba-tiba seperti ketakutan dan gemetar, langsung membawa Rama kepelukanya

__ADS_1


"Sayang katanlah apa pun itu yang mengganjal di hati mu, dan aku akan selalu berada di pihak mu sayang" ucap Anyelir mencoba memberikan kekuatan pada suaminya.


__ADS_2