
Setelah mempersiapkan semua nya, kedua orang tua Rama ikut terbang ke negeri Paman Sam itu, tak terkecuali sang asisten setia Zein.
Mereka memilih Rumah Sakit terbaik di negara itu, karena memiliki spesialisasi khusus untuk kasus kasus sulit. tanpa pertimbangan lokasi dan keberadaan nya, Mount sinal medical Center, new York.
Mama sudah merasa lega kesehatan Rama sudah menunjuk perkembangan yang bagus, meski dia Masih terbaring lemah dan belum sadar. menurut dokter disana sel sel saraf nya, sudah normal kembali tinggal menunggu reaksi nya Setelah siuman nanti.
Sementara Anyelir telah sembuh dari luka akibat sayatan pisau di leher nya, bulan kemaren Anyelir melakukan operasi plastik untuk menghilangkan bekas sayatan pisau itu, karena Zio selalu menangis ketakutan setiap melihat bekas-bekas luka dileher maminya, maka papa Rangga membawa Anyelir kerumah sakit terbaik disana dan hasil nya sangat memuaskan, leher Anyelir Kembali mulus lagi seperti sediakala.
Dan untuk perawatan Zio, sebulan sekali mereka membawanya kontrol ke dokter spesialisasi khusus penyakit sulit. dan Alhamdulillah sudah menunjukkan kemajuan. penyakit Zio hampir dikatakan sudah sembuh, hanya perlu kontrol saja.
Rama tersadar dari tidur panjangnya, Mama yang melihat langsung menyikut suaminya, Zein juga ikutan melihat kearah Rama. mereka bertiga berjalan mendekati Rama sambil menunggu reaksi Rama selanjutnya.
"Mama mana istri ku, Kelinci kecilku dulu?" ujar Rama.
Mama menghambur memeluk Rama "kamu sudah ingat semua nya nak ?" menatap Rama meminta kepastian
"Iya, ma." jawab Rama singkat
Mereka semua berpelukan dan menangis haru, termasuk Zein tanpa sadar dia juga menetes air mata.
"Dasar Asisten gadungan, ternyata kamu cengeng juga" ujar Rama membalas pelukan Zein.
"Mereka semua tertawa bahagia, meski di lubuk hatinya Rama sedih "
__ADS_1
" Kelinci kesayangan ku, kenapa kau meninggalkanku ? dan kemana aku harus menemukan mu sayang ?" ujar Rama menahan rasa nyeri di lubuk hatinya yang selalu merindukan Anyelir.
Dokter masuk memeriksa kondisi Rama, dan mengatakan semua sudah baik baik saja, tinggal sedikit pemulihannya saja, satu atau dua hari lagi dia boleh pulang ke Indonesia.
Mama sangat senang sekali mendengar berita itu
"Sayang setelah sembuh nanti, kamu sudah bisa mencari Anyelir kemanapun, bersama anak curut ini " sambil menunjuk Zein
"Tentu ma" ujar Rama
"Boss. sekarang saya sudah tenang, mungkin sore saya harus kembali ke Indonesia, mengurus Perusahaan yang sudah terbengkalai beberapa hari ini" ujar Zein
Pagi ini Rangga sudah menunggu di mobil, sekarang jadwal cek up Zio, Anyelir sudah menyiapkan segala keperluan nya, dan bergegas memasuki mobil sambil membimbing Zio, karena mereka harus mengurus administrasi nya terlebih dulu.
" Sayang ku Rama ada apa dengan mu sekarang ? Anyelir cemas apa ini firasat terjadi sesuatu pada Rama," ucapnya sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membengkak.
Dari kejauhan Zio berlari ke arah nya, didampingi Rangga, Anyelir tidak ikut masuk waktu Zio Cek Up, karena tiba-tiba merasa mual memasuki Ruangan anak Rumah Sakit
Rama yang masih melamun memikirkan Anyelir, menoleh kan pandangan nya keluar jendela kaca. dia melihat seperti Anyelir melintas lewat, dengan sigap Rama melepas selang infus yang masih terpasang di tangan nya, dan berlari ke luar, sementara Mama dan papa yang terkaget dengan tingkah nya, juga ikut mengejar Rama.
"Anyelir..... Anyelir... tunggu" ucap Rama yang terus mengejar dari belakang.
Anyelir seperti mendengar suara Rama memanggil dari kejauhan
__ADS_1
"Ah...,, mungkin ini halusinasi ku saja, tidak mungkin Rama ada disini" ucap nya dan melangkah memasuki mobil Rangga
Rama Terus mengejar mobil itu, tidak peduli tubuhnya yang lemas,
hingga dia terjatuh dan tertunduk menangis...
"Anyelir sayang... kamu dimana..? kenapa aku selalu melihat wajah mu dimana mana" dan meninju jalanan keras itu, darah mengalir ditangan nya, dia tidak peduli yang penting melepaskan kekesalan hatinya.
Tiba-tiba Anyelir melihat dari kaca spion mobil seperti seseorang mengejar mobil mereka dan....
"Rama"
"Sstoop... Stopp Rangga." ujar Anyelir, membuat Rangga kaget langsung Rem mendadak mobilnya.
Anyelir membuka pintu dan memastikan penglihatan nya
" Ya Tuhan,, benar ini suamiku Rama" ucap Anyelir berlari mendekati dengan air mata yang tumpah.
Rama masih tertunduk lesu menangis, Anyelir menarik kedua tangan yang berdarah itu dan membantu berdiri. hati nya hancur, melihat keadaan suaminya, dan menghambur memeluk
"Kamu memang Rama ku....suamiku sayang" ujar Anyelir menciumi wajah Rama
Rama hanya terdiam, dia tidak berani lagi untuk memikirkan Anyelir, dia berfikir ini hanya mimpi, kalau dia Bergerak pasti akan terjaga dan Anyelir akan menghilang lagi.
__ADS_1
MAMPIR juga ya, kenovelku yang lain " Scandal (Istri Pengganti)"