Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Cantika Berusaha untuk Kabur


__ADS_3

Cantika terbangun dari tidur nya, melirik jam weker di atas nakas sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang.


"Kenapa Lama sekali aku tertidurnya ?"


Berusaha untuk bangkit dan menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit perih dibagian sensitif serta beberapa bagian tubuh yang lainnya.


air mata kembali lolos membasahi kedua pipi mulus Cantika. bingung harus berbuat apa untuk membongkar kejahatan Gilang.


Sementara Cantika tidak sanggup harus menanggung malu jika seandainya orang-orang diluar sana nanti mengejeknya yang mengatakan bahwa dia gadis korban pemerkosaan.Cantika juga teringat dengan ancaman Gilang yang akan menghabisi keluarganya jika Cantika berani melaporkan kejahatannya.


Cantika mempertajam pendengaran ketika langkah kaki seseorang sedang berjalan menuju kamar nya, Cantika langsung bersembunyi di balik selimut sambil pura-pura tidur. karena dia yakin bahwa Gilang mendatangi nya kembali.


Madam Jene, mengerutkan keningnya bingung melihat gadis cantik itu masih tertidur pulas, sementara jam sudah menunjukkan waktu nya untuk makan siang, madam Jene menyibak perlahan selimut Cantika dan menyentuh jidatnya dengan punggung telapak tangan. untuk memeriksa kondisi tubuh Cantika.


"Sudah tidak panas lagi" bergumam pelan

__ADS_1


perlahan Cantika membuka matanya dan mengintip karena merasa yang menyentuhnya tangan hangat seorang wanita, persis seperti belaian kasih seorang ibu.


"Siapa Anda ??? Cantika langsung bangun


Madam Jene terlonjak kaget karena tidak menyangka gadis itu akan bangun secara tiba-tiba.


"Aku pelayan yang ditugaskan Tuan Gilang untuk merawat Anda Nona, dan Panggi saja saya dengan sebutan madam Jene" menunduk hormat


"Apa Gilang ? kemana dia ? tanya Cantika sambil berharap Gilang telah kembali ke tanah air mereka.


"Tidak, dan tinggal kan aku sendiri" sambil memegang perutnya nya yang begitu terasa lapar, tapi Cantika masih merasakan sedih yang teramat dalam dan menghukum dirinya sendiri


"Sebentar Nona, saya akan mengambil makanan dulu" berjalan cepat keluar tanpa mendengar bantahan dari Cantika


"Ini Nona biar saya bantu untuk menyuapin"

__ADS_1


Cantika memalingkan wajahnya, ingin rasanya Cantika menghilang atau pergi ke suatu tempat di mana tidak akan ada orang yang menemukannya lagi. air matanya kembali membanjiri wajahnya


Madam Jene sedikit banyak sudah mengetahui apa yang menimpa gadis malang itu, tapi dia juga tidak bisa membantu. mengingat posisi nya yang hanya seorang pelayan.


"Makan lah Nona, biar cepat sehat. apa pun masalah Nona pasti akan ada jalan keluar nya" menatap iba wajah Cantika yang terlihat sembab karena menangis.


Cantika membuka sedikit mulut nya dan mengunyah pelan, namun nasi itu begitu susah untuk di telan. sehingga dia meminum air putih untuk mendorong nasi yang ada dalam perut nya.


Madam Jane terus berusaha untuk menyuapi Cantika, hanya beberapa suap Cantika sudah menyerah, sehingga madam Jane menghentikan nya, dan memberikan Alexa obat untuk segera diminum.


Madam Jane kembali keluar dari kamar Cantika, setelah memastikan gadis cantik itu telah tertidur pulas setelah meminumnya obat nya. setelah kepergian madam Jane Cantika membuka selimut penutup tubuhnya.


"Aku harus menemukan cara untuk kabur dari Rumah ku sendiri, aku tidak mau lagi jadi pelampiasan dendam dan budak nafsu kak Gilang"


Cantika mengganti pakaian nya, dan mengunakan gamis dan hijab, serta memakai masker untuk menutupi wajahnya.

__ADS_1


Cantika berjalan sambil mengendap-endap untuk mengelabui madam Jane, dan membuka gagang pintu secara perlahan-lahan. tanpa Cantika sadari sebuah tangan kekar hendak menarik bahunya dari belakang


__ADS_2