
"Mulai sekarang kamu harus mengetuk pintu Ruangan ku dulu. sebelum masuk ."perintah Rama jutek
"Baiklah Boss."
"Saya cuma mau menyampaikan. tentang kunjungan kita kepulauan Bintan besok bos, untuk Peresmian cabang Perusahaan kita disana."ujar Zein.
"Bukankah jadwal nya bulan besok, kenapa mendadak sekali." tanya Rama.
"Waktu Meeting kemaren diputuskan, bukan kah bos sudah menyetujui nya lusa." Zein
Rama memang melupakan, karena dia tidak fokus dan hanya memikirkan Jasmine yang menghilang waktu itu. dan menyerahkan semua urusan kantor pada Zein.
Sekalian disana, ada pertemuan dan seminar besar. dengan lima puluh investor pelaku usaha luar dan dalam negeri. yang bertajuk Investment forum MNCR Groups.
"Baiklah, pesan untuk tiga tiket penerbangan." ujar Rama.
"Tiga bos?" Zein bingung.
"Jasmine akan ikut kita kesana ! jawab Rama sambil melirik Jasmine yang kaget.
__ADS_1
"Maaf Tuan, saya tidak bisa, Tuan kan tau sendiri bahwa saya telah mempunyai seorang anak." jawab Anyelir khawatir tidak sanggup berpisah dengan Zio.
"Ya bos, kasihan anak nya masih kecil." bela Zein.
"Aku tidak peduli, ini urusan pekerjaan. aku akan mencari dua babysitter sekaligus. untuk menjaga anak mu, jadi kamu tidak perlu khawatir."
" Tapi aku keberatan berpisah dengan anak ku." Anyelir masih ngotot.
"Apa kamu tidak bisa meminta suamimu, untuk menjaga anak nya. apa kalian menikah tidak direstui dan secara diam-diam sehingga kalian tinggal terpisah.?" ujar Rama lagi.
"Itu bukan urusan Tuan" jawab Anyelir ketus.
Malam nya, Anyelir mempacking beberapa pakaian kerja dan pakaian biasa, dia masih jengkel dengan sikap Rama yang memaksa. dipulau Bintan mereka akan menginap disalah satu hotel berbintang selama seminggu, padahal untuk urusan kantor hanya tiga hari. selebebihnya akan digunakan untuk liburan mereka.
"Bibi, Sinta aku titip Zio ya" ucap Anyelir sambil mencium anaknya yang sudah terlelap.
"Tentu sayang." ucap bibi.
"Zio, ini kesayangan ku. tentu aku akan menjaganya sebaik mungkin tanpa kamu minta pun" ujar Sinta
__ADS_1
Malam ini Anyelir mendekap tubuh Zio "pasti mami akan merindukan mu disana... embulnya mami" dan ikut tidur bersama.
Paginya Zein menghubungi Anyelir dan mengatakan sudah mengirimkan sopir untuk menjemput Anyelir di lobby Apartemen.
Sopir jemputan membawa Anyelir kembali ke Perusahaan, untuk menjemput Zein dan Rama. yang juga sudah menunggu di lobby, mereka berdua langsung masuk dalam mobil.
Pagi ini Rama tampil sangat percaya diri, karena sudah ada Anyelir didekatnya. yang membuat semangat nya bertambah berkali-kali lipat. dan penampilan nya sangat rapi, Anyelir melongo menatap ketampanan suaminya itu dan merasa beruntung sekali dapat memiliki Rama dan cinta nya.
Dada Anyelir berdebar-debar, kala Rama duduk disampingnya. tercium aroma wangi parfum dari tubuh itu, Anyelir merasa seperti baru jatuh cinta dan berbunga, layaknya nya gadis remaja yang baru pertama kali mengenal cinta.
"Hey, kamu kenapa terpana begitu menatap ku ?" ujar Rama.
Anyelir masih tidak menyadari bahwa Rama berbicara kepada nya. dia masih asyik menatap wajah tampan itu.
Anyelir Kembali tersadar, tak kala Rama menjentikkan jarinya tepat ke depan wajahnya.
"Mmm...maaf tadi Tuan bicara apa?" ucap Anyelir terbata.
"Kamu melamun menatap ketampanan ku?" ujar Rama.
__ADS_1
Muka Anyelir langsung memerah, karena malu ketahuan terpesona memandang wajah suami nya, dan langsung mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil. yang membawa mereka kebandara.