
Rama merasa tidak puas, dengan penyelidikan Zein terhadap Jasmine. karena memang Zein sengaja tidak mengatakan semua nya secara jelas, dia hanya memberikan info. Jasmine selama ini menetap di Belanda, bersama anaknya. dan Rangga yang diduga Rama sebagai suami Jasmine itu. hanya sesekali mengunjungi Jasmine ke sana.
Anyelir menghidupkan ponsel nya kembali, sudah masuk hari keempat dia menonaktifkan nya. dan mulai berselancar ke dunia Maya. belum sampai seperempat menit ponsel dinyalakan, sebuah Notifikasi messenger masuk, dengan penasaran Anyelir membuka. mulutnya ternganga, dan syok. ternyata Rama mengirimi foto-foto Anyelir. yang sedang tidak mengenakan apapun. dan tertulis sebuah ancaman dibawah nya.
"Kalau kamu tidak datang kekantor hari ini ! maka foto-foto ini akan sampai ketangan suamimu tercinta, dan aku masih punya foto dan video percintaan kita malam itu."
Tubuh Anyelir bergetar, dan wajah nya seketika memucat. membayangkan apa reaksi Rangga nanti nya, jika melihat foto-foto syur mereka berdua.
"Mau ditaruh dimana mukaku, jika nantinya Rangga melihat tubuhku dan Rama sedang....,
"Aaaaghh" Anyelir meremas rambutnya frustasi.
membayangkan seandainya Rama melaksanakan ancamannya. " dasar Rama bod****h ucap Anyelir kesal. dan membalas chat Rama.
"Kamu mengancam ku ?" balas Anyelir.
"Mungkin.?" jawab Rama singkat.
"Apa tujuanmumu, kalau untuk memeras ku itu tidak mungkin. kamu telah memiliki segalanya ." Anyelir mulai geram
"Aku cuma punya satu permintaan. kamu bersedia jadi asisten pribadi ku, dan melayani semua keinginan ku termasuk bercinta."
"kamu gila !" Anyelir sudah emosi, meskipun Rama suami nya, tapi dia tidak terima perlakuan Rama yang sekarang.
__ADS_1
"Ya, aku tergila-gila padamu Jasmine, dan cepat datang kekantor ku sekarang." perintah Rama.
Mau tidak mau akhirnya, Anyelir Kembali bersiap dengan pakaian kantor nya, dan mulai melangkah kan kaki memasuki perusahaan Rama lagi. dilobby sudah nampak Rama menunggu dengan angkuhnya, dia berjalan menghampiri Anyelir dan menarik tangan itu memasuki lift khusus Presdir, tanpa memperdulikan mata para karyawan nya yang melihat adegan itu.
Dalam lift Rama langsung memeluk erat Anyelir, penumpahkan perasaan rindu yang sudah beberapa hari ini menyiksanya. Anyelir kewalahan menghadapi sikap agresif Rama, yang menghujaninya dengan ciuman bertubi-tubi.
Anyelir berusaha mendorong Rama, namun semakin dia berusaha. semakin erat Rama mengunci tubuh kecilnya. sampai pintu lift terbuka.
"Kita lanjutkan diruangan ku." bisiknya ditelinga Anyelir. dan masih bergelayut mengandeng Anyelir memasuki Ruangan Presdir.
Tidak ada yang berani bersuara, semua karyawan yang melihat adegan itu pura-pura menyibukkan diri, mereka takut bakal mendapat kan hukuman. seperti Nara yang dipecat karena berani mengerjai Jasmine.
Sampai diruangan nya, Rama menarik Anyelir ke sofa, dan mendudukan Anyelir dipangkuannya, untuk melanjutkan aksi nya yang sempat tertunda tadi. akhir nya benteng pertahanan Anyelir rubuh juga, mereka saling menikmati permainan itu. sebagian kancing baju Anyelir terlepas. Rama bermain-main disana, ibarat bayi kecil yang kehausan.
Anyelir yang tersadar langsung berteriak,
"Aaagghh..."
Rama mengikuti arah pandangan Anyelir, spontan dia berbalik dan mendekap tubuh Anyelir. untuk melindungi dada Anyelir yang hampir terbuka sempurna.
"Hey keluar kamu dasar Asisten jomblo akuuuttt ..."
Bentak Rama dibarengi dengan lemparan sovenir berbentuk menara Eiffel, mendarat sempurna dijidad Zein.
__ADS_1
Zein terkaget, refleks memegang jidatnya yang perih.
"Maaf bos, kesengajaan menonton adegan ini, diluar rencana saya." ucap nya sambil tersenyum menutup pintu kembali.
Sebenarnya, Zein berencana menyampaikan informasi. tentang kunjungan ke pulau Bintan, untuk meresmikan pembukaan cabang perusahaan mereka yang baru disana.
Setelah membenahi pakaiannya kembali, Anyellir mencoba menggeser duduknya menjarak dari Rama, namun Rama kembali menarik nya, terpaksa dia mengalah, duduk berdempetan di sofa yang besar dan panjang itu.
"Zein, kamu sudah boleh masuk" ucap Rama
Zein pun masuk keruangan itu sambil mengusap jidatnya yang memerah dan benjol.
"Asisten Zein, ada apa dengan jidadmu?" tanya Anyelir pura-pura tidak tahu sambil menyembunyikan senyum.
"Nona Jasmine dan boss Rama, kalian ngapain duduk berdempetan begitu? sementara sofa disini bisa menampung sepuluh orang"
Ucap Zein mengejek mereka. yang sengaja obral kemesraan, dan tidak memikirkan perasaan nya, yang menjadi jomblo sejati selama ini.
Anyelir
Rama
__ADS_1