Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Menemukan Zein


__ADS_3

Kekuatan dan keahlian yang dimiliki Gilang memang tidak sebanding dengan Zein. beberapa kali Zein berhasil mengelak dari serangan Gilang, namun sekarang dia sudah tidak mampu lagi. tubuhnya pun telah babak belur dihajar Gilang.


Sementara Larasati terus berteriak minta dihentikan, dia merasa bersalah telah membuat Zein terluka karena ide gila nya itu. dia benar-benar menyesal dan juga bingung kenapa obat yang dicampur ke minuman Zein tidak bereaksi.


"Nenek kenapa obat nya tidak bekerja ucap Larasati?" berbisik ke telinga nenek.


"Entahlah, nenek juga bingung?" ucap nenek.


Aku harus minta papa menghentikan ini, ini semua kesalahan ku. berlari ke arah papa nya.


"Papa aku mohon tolong hentikan ini, aku takut dan tidak mau Om Zein celaka," tangis Larasati pecah memohon ke papanya.


"Larasati kita tunggu dulu, seberapa besar usaha anak itu memperjuangkan dirimu?" ucap Anwar.


Gilang tersenyum bangga sambil mengangkat kedua tangan nya keatas, membuktikan kemenangan nya. melihat Zein sudah terkapar tidak berdaya. saat Gilang berbalik berjalan ke arah Larasati Zein bangkit dan menarik kaki Gilang hingga hilang keseimbangan dan jatuh kedalam tanah yang di penuhi lumpur, Zein naik keatas tubuhnya dan menghajar Gilang secara membabi-buta.


Gilang berhasil melepaskan diri, dan mendorong keras tubuh Zein. hingga terpental jatuh. saat Gilang akan melayangkan hantaman keras ke tubuh Zein, segera Zein menarik sebuah senjata dalam pengait pinggang nya, senjata yang selalu dibawa kemana pun dia pergi, untuk melindungi dirinya.

__ADS_1


Senjata yang pernah melukai Selena, dan sekarang Zein mengarah kan tepat di kepala Gilang. semua orang berteriak kaget dan mundur. semua takut senjata itu bakal ikut melukai mereka juga.


Gilang mundur beberapa langkah, dan kembali terjungkal ketika kakinya terbentur sesuatu, semua hening tak ada yang bersuara. semua yang disana syok, ada juga yang ternggaga seakan tidak percaya.


Gilang memejamkan matanya, pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya. tiba-tiba Zein bersuara


"Bangunan lah, kita akhiri saja pertarungan ini" ucap Zein dan mengulurkan tangan membantu Gilang berdiri


Gilang menyambut uluran tangan Zein itu " Kamu memang pemberani, selama ini tidak ada yang mau menerima tantangan ku. sementara kamu orang asing dengan percaya dirinya menantang ku" ucap Gilang


"Kamu memang pantas mendapatkan Larasati " ucap Gilang yang disambut teriakan semua orang yang mendukung Zein sekarang.


"Aaw... sakit" ucap Zein dan kembali tersenyum ke arah Larasati


Sekarang kita pulang dulu, untuk mengobati lukamu dan bersihkan juga tubuhmu, ucap Tuan Anwar


"Benar kamu yakin ini desa yang dimaksud" ucap Rama pada anak buahnya.

__ADS_1


"Benar Bos" ucap mereka.


Mobil Rama berhenti di sebuah pasar tradisional yang ramai, mereka kewalahan melewati jalan itu " apa lokasi nya masih jauh" tanya Rama kembali.


"Tidak bos, dekat deretan bangunan tua itu" ucap nya


Mobil berhenti didepan sebuah bangunan yang paling besar, Rama turun dari mobil dan memperhatikan sekitar nya " desa yang unik " gumamnya.


Tidak lama berikut nya, mobil yang membawa Zein dan rombongan Larasati juga sampai dirumah besar itu " siapa mereka " ucap Tuan Anwar yang bingung ada beberapa buah mobil parkir di halaman luas nya.


Zein yang Juga ikut memperhatikan langsung tertawa senang" bos Rama" ucapnya spontan.


"Siapa Rama?" tanya Larasati


"Sahabat sekaligus atasan ku dikantor" ucap Zein


Mereka semua melangkah keluar dari mobil dan berjalan mendekat kearah Rama. sementara Rama syok melihat kondisi Zein yang babak belur.

__ADS_1


"Zein apa yang terjadi pada dirimu, kau menghilang saja dan sekarang lihat kondisi mu ?" tanya Rama


"Bos nanti akan aku jelaskan semuanya" ucap Zein


__ADS_2