Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Perlakuan Buruk Gilang


__ADS_3

Cantika yang menyaksikan proses pemakaman Mama Rama yang diliput salah satu media televisi swasta, ikut terkejut karena tidak pernah mendengar kabar atau berita yang meliput tentang penyakit yang diderita nya sebelum ini, bahkan Masih ada berita yang menayangkan keceriaan dan kegembiraan Merlin sewaktu mengunjungi salah satu yayasan sosial yang dipimpinnya beberapa waktu yang lalu.


Tatapan mata Cantika tidak lepas dari wajah tampan yang sedang berduka itu, bayangan kemesraan yang pernah mereka lalui pada malam itu kembali berputar indah di memori ingatan nya. seketika perasaan rindu yang mendalam membuat Cantika berjalan ke arah lemari pakaian nya yang menyimpan kenangan tentang Rama.


Cantika menangisi dirinya sendiri, dan juga teringat pada ibu yang telah melahirkan nya.


"Ya Tuhan, apa kah ini karma atas kesalahan ibu ku dulu, yang merebut cinta ayah kak Larasati sehingga membuat ibunya meninggal karena tidak kuat di madu. Mas Rama kenapa diriku begitu mencintai mu yang telah mempunyai anak dan istri.


Cantika terus menangis hingga tertidur begitu saja diatas sofa dengan kondisi televisi yang masih menyala. sudah beberapa tahun ini dia menetap di Belanda, terakhir dia pulang ke kampung halamannya saat proses pemakaman neneknya dulu, tak kala kakaknya Larasati masih hamil besar.

__ADS_1


Cantika sangat merindukan tanah air nya, tapi dia tidak pulang mengingat bahwa dia belum bisa melupakan Rama , meskipun Cantika berusaha untuk melupakan rasa yang masih bersemi indah di lubuk hatinya.


Gilang seminggu ini sudah berada di Belanda, dia selalu mengawasi dan memantau kegiatan Cantika, ambisi Gilang untuk membalas kan dendamnya sudah terlalu kuat, meskipun kedua orang tua nya selalu menentang keinginan Gilang yang salah menurut mereka


Hari ini Cantika pulang agak telat dari biasanya, saat membuka pintu apartemen Cantika mengerutkan keningnya heran dengan keadaan gelap semua nya, padahal Ruangan ini memiliki lampu cadangan otomatis


Cantika meraba-raba dinding untuk menekan tombol Lampu, namun sebuah tangan kekar dengan sigap menangkap tubuh kecilnya, susah payah Cantika berusaha untuk melepaskan diri, tapi tenaga nya kalah banyak.


"Aku tidak butuh uang mu sayang" bisiknya tepat ditelinga Cantika dengan tangan yang masih menggerayangi tubuh, dan mulut bau minuman keras

__ADS_1


Cantika terkejut karena merasa begitu mengenal suara itu


"Kak Gilang ??? Cantika berusaha membalikkan badannya, untuk lebih sosok lelaki itu meski dalam kegelapan


"Pintar sekali sayang,.kamu masih mengenali suaraku" terdengar suara Gilang yang sudah mulai berat, dan kembali menangkap tubuh Cantika


Sekuat tenaga Cantika berhasil melepaskan diri dan menekan tombol Lampu, namun kembali terjatuh kepangkuan Gilang.


"Kak Gilang aku mohon hentikan, kakak sedang mabuk sekarang" masih mencoba untuk lepas

__ADS_1


Dengan sekali hentakan Gilang berhasil merobek baju Cantika, dengan kancing baju yang berserakan di lantai. Gilang mengikat kedua tangan Cantika keatas dan mulut Cantika disumbat dengan celana dalam nya.Cantika tidak mampu lagi melawan hanya suara tangis dan air mata yang terus membasahi wajah cantiknya saat Gilang telah berhasil menyatukan tubuh mereka.


Gilang masih tidak puas memperlakukan Cantika dengan buruk, dengan kasar Gilang menyeret gadis itu kedalam kamar mandi dan melakukan nya berkali-kali, setelah puas membiarkan saja Cantika tergelak tidak berdaya. sambil tersenyum puas pergi meninggalkan nya begitu saja


__ADS_2