
Semakin Gilang berusaha untuk menahan, semakin kuat hasrat nya untuk mencumbui Cantika. akhirnya Gilang memutuskan untuk masuk ke dalam kamar menuntaskan sesuatu yang sudah mencapai ubun-ubun nya. dan menuntaskan nya didalam dengan bermain solo sendiri
Gilang memutuskan untuk sekalian mandi saja, membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket dengan mengunakan guyuran Shower yang begitu sejuk.
Gilang mengunakan handuk kecil yang terdapat dalam kamar mandi itu, lalu melilitkannya di pinggang.
" Aduhhh.... bagaimana dengan pakaian gantiku, tidak mungkin aku mengunakan pakaian kotor ini kembali" Gilang bingung dan mondar-mandir sendiri dalam kamar mandi itu
Gilang membuka sedikit pintu melirik Cantika yang masih tertidur pulas, Gilang melangkah pelan untuk mengambil ponselnya yang tergeletak di ranjang sebelah Cantika.
"Aku harus menghubungi Dion, untuk mengantarkan pakaian ku ke sini"
Dikantor Dion masih sibuk dan harus lembur dengan setumpuk pekerjaan, mengangkat ponselnya dengan malas
"Hallo Bos"
"Dion, antarkan pakaian ku kerumah orang tua Cantika sekarang juga, tidak pakai lama"
Gilang menutup panggilan nya, dan duduk di atas closeed tubuh Gilang sudah mulai kedinginan, karena hanya mengunakan handuk kecil yang hanya mampu menutupi bagian intinya
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa Dion berjalan menuju mobil, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Dion sudah membayangkan kemarahan Gilang jika sampai dia terlambat datang
Dion menepikan mobilnya, karena didepan sedang terjadi kerumunan orang-orang, Dion menurunkan kaca mobil bertanya kepada bapak yang kebetulan melintas disamping mobil
"Bapak apa yang terjadi di depan ?
"Sedang ada kecelakaan, seperti tabrak lari dek" jawab bapak itu menuju kesana
Kerumunan orang-orang itu bertambah banyak, sehingga Dion tidak bisa melintasi dan menerobos jalanan didepan nya itu
"Duh.... bagaimana ini, pasti memakan waktu lama menunggu kerumunan orang-orang ini bubar" merebahkan tubuhnya di sandaran kursi mobil
"Dasar Asisten tidak becus, kenapa dia lama sekali. Sementara panggilan ku tidak diangkatnya" Gilang kembali berjalan Mondar-mandir mengusir kedinginan nya
Cantika terbangun dari mimpi indahnya, masih terasa ciuman Gilang di bibir mungil nya itu..
"Kenapa mimpi ku terasa begitu nyata, meraba bibirnya yang terasa menebal dan kedua put"""" terasa habis dihisap dan diremas-remas, dalam mimpiku aku begitu menikmati sentuhan kak Gilang"
"Aaahh, sebaiknya aku berendam, supaya pikiran ku ini kembali jernih"
__ADS_1
Cantika mengikat rambut panjang asal, sehingga menampakkan leher jenjangnya yang putih bersih, dan menyeret langkah kakinya yang terasa enggan untuk beranjak dari tempat tidur
"Cekklek....
"Aaahhk...."
Cantika membulatkan matanya kaget menatap ke arah Gilang, begitu juga Gilang yang tidak kalah kaget dengan Cantika, tidak menyangka Cantika akan membuka pintu secara tiba-tiba
Sehingga ponsel Gilang terlepas dan jatuh ke lantai, saat hendak mengambil ponselnya handuk kecil yang melilit pinggang nya ikut ikutan jatuh sehingga memberikan penampakan yang membuat mata Cantika melotot dan berteriak kembali, menyaksikan belalai panjang dan besar itu tertunduk lesu seakan ikut malu.
Rrefleks Gilang melilitkan handuk itu lagi "Maaf Cantika, aku tidak sengaja" ucap Gilang
"Ngapain kak Gilang dikamar mandi ku, dan berpenampilan seperti ini.. apa kak Gilang merencanakan sesuatu lagi ?? menatap Gilang tajam
"Cantika semua ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku datang untuk menjemput mu, tapi karena merasa tubuh ku gerah sehabis pulang kerja aku meminjam Kamar mandi mu, tapi aku lupa jika tidak membawa pakaian ganti" ucap Gilang mencoba menjelaskan agar Cantika tidak salah paham nantinya
"Tidak semudah itu aku percaya kata-kata mu kak" Cantika melonggos kasar
"Aku menunggu Dion mengantarkan pakaian ku, dan bersembunyi disini, agar kamu tidak terbangun dan salah paham"
__ADS_1