
Karena oh karena .......,,, Banyak readers yang minta untuk lanjut, Author sengaja buat lanjutin kembali cerita Cantika dan Gilang. meskipun author telah membuat cerita kisah cinta anak-anak mereka di Novel yang baru, dengan judul yang sama.
"Anyelir istri bayaran II"
Okey kita mulai ya teman-teman..... selamat membaca semoga suka dengan karya-karya author ini.
Cantika merasakan kembali detak jantungnya berpacu, karena dia sama sekali tidak menduga bakal bertemu dengan Anyelir secara langsung, timbul rasa kwartir dihatinya. dia takut Anyelir akan marah dan membencinya karena kesalahan dan kekhilafan yang pernah dilakukannya dulu.
"Kak Rama dan kak Anyelir....aku sangat malu sekali untuk bertemu dengan kalian, rasanya aku ingin menghilang dari pandangan kalian berdua. agar rasa malu yang teramat dan rasa bersalah ini bisa aku sembunyikan"
Tiba-tiba suara Anyelir mengagetkan lamunan Cantika.
"Ini pasti Cantika.......adik Larasati kan ?"
Terdengar suara lembut Anyelir menyapa sambil mengulurkan tangannya. meskipun dulu Anyelir pernah membenci gadis itu, namun semua telah sirna seiring berjalannya waktu, dan rasa kasihan setelah mendengar jika Cantika pernah mengalami musibah buruk dari Gilang yang telah menjadi suaminya sekarang.
"Iya kak"
__ADS_1
Jawab Cantika menerima jabat tangan Anyelir dengan suara pelan sambil menundukkan kepalanya, dia sangat malu sekali bertemu dan berhadapan dengan wanita yang berhati mulia ini.
Rama yang merasa tidak enak, dan paham kegundahan Cantika sekarang, berniat meninggalkan ruangan itu.
"Sayang aku tunggu kamu diluar, karena ada yang perlu aku omongin sama Zein, kalian ngobrol santai saja dulu" ucap Rama langsung berjalan menuju pintu keluar.
"Oya bagaimana dengan kandungan mu, apa baik-baik saja ?
"Alhamdulillah kak, bayiku sehat"
Cantika mengelus-elus pelan perut nya, sementara Gilang lebih memilih duduk diluar ruangan itu, sementara Rama dan Zein terlihat sedang sibuk dengan obrolan yang serius, sambil sesekali diselingi tawa mereka berdua.
Anyelir menggeser ponsel untuk menghubungi Rama, yang tengah asyik berbincang dengan mantan asisten pribadi nya itu. Tidak lama Rama pun kembali masuk, sambil tersenyum kearah Anyelir
"Bagaimana sayang udah siap ngobrol nya ?"
"Udah kak...kasian bayi kita ditinggal lama, Larasati .... Cantika Bay...."
__ADS_1
ucap Anyelir melambaikan tangan, saat Rama mendorongnya pergi.
"Iya Nyonya dan terimakasih sekali atas kunjungannya, salam buat Dede bayinya, semoga sehat selalu" Larasati tersenyum hangat sambil membalas lambaian Anyelir yang meninggal ruangan.
Setelah melihat pintu tertutup kembali, barulah Cantika berani untuk mengangkat wajahnya.
"Kakak tahu bagaimana perasaan mu dek, lupakan masa lalu buruk mu itu, biarlah yang lalu menjadi masa lalu, dan menjadi cermin buat kita supaya menjadi lebih baik lagi, karena menurut kakak kamu sekarang sudah bahagia dengan kehidupan mu yang baru. dan sudah melupakan perasaan cintamu yang salah itu"
"Iya kak, terimakasih atas dukungan kakak, sekarang Cantika sudah merasa lega sekali, saat bertemu dengan kak Anyelir dan suaminya. yang tidak pernah menyimpan dendam padaku, mereka terlihat begitu ikhlas dan memaafkan ku" tersenyum sambil memeluk lengan kakaknya.
"Bagaimana hubungan mu dengan Gilang sekarang dek, kakak berharap sekali kamu bisa hidup bahagia bersama nya"
"Iya kak, sekarang Cantika masih berusaha dan membuka hati untuk nya, namun sekarang Cantika belum menyatakan perasaan Cantika yang sesungguhnya, sebelum bayi ini lahir dan melihat sejauh mana perubahan kak Gilang"
Mama dan papa Larasati ikut masuk dan memeluknya secara bergantian, mereka kembali menangis haru atas mukjizat yang diberikan Allah.
"Setelah sembuh nanti Larasati pengen lebih mendekatkan diri pada agama, mungkin kejadian ini suatu pertanda dan kesempatan untuk Larasati bisa menjadi lebih baik dan taubat Pa" ucap Larasati pada sang papa yang menanyakan pengalaman dan hikmah yang didapat anaknya selama koma itu bahkan sempat dinyatakan meninggal dunia.
__ADS_1
"Iya nak....papa senang sekali mendengarnya"