Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Rencana Larasati


__ADS_3

Zein berusaha melepaskan diri dari himpitan tubuh Larasati, yang sangat agresif. dia dengan berani mencium bibir Zein dan melepaskan sebagian kancing baju Zein, selama ini Zein belum pernah berciuman apa lagi dibagian bibir, membuat dia tidak berdaya dan susah mengendalikan dirinya.


Tampa disadari nya, Zein ikut membalas dan bermain dengan bibir Larasati, tangan sebelah kanan nya pun ikut menyusup dibagian bawah area sensixxx Larasati.


Zein telah lupa dia sedang berada dimana serta situasi dan kondisinya saat ini, dia begitu terhanyut dengan permainan Larasati. dan rasa ini benar-benar indah dan nikmat. Zein seperti terhipnotis dan pasrah


Tiba-tiba "Bbrraakkk...." pintu terbuka. Zein yang panik langsung membalikkan tubuh Larasati yang berada diatasnya, namun karena Larasati yang berpegang erat memeluk tubuhnya, membuat mereka kehilangan keseimbangan dan berguling jatuh kebawah ranjang dengan posisi Zein tepat dikedua belah gundukan xxxxx Larasati yang hampir terbuka semua nya.


Tuan Anwar yang emosi, kelimpungan harus berbuat apa? dengan segera dia menutup mata. dia bingung kalau maju menghajar kedua anak itu. tidak mungkin dengan posisi dan pakaian Anak gadis kesayangan nya yang setengah terbuka.


"Cepat kenakan lagi pakaian kalian, dan temui papa diruangan keluarga. malam ini papa akan sidang kalian berdua" ucap Tuan Anwar emosi dan membanting pintu keras.


Tersungging senyum dibibir Larasati, juga neneknya yang mengintip dibalik pintu. Larasati kemudian mengenakan lagi Piyama tidurnya, begitu juga Zein.

__ADS_1


Zein merasa Cinta nya bertambah kuat, dan takut kehilangan Larasati. apalagi setelah percintaan mereka barusan, dia melangkah keluar mengikuti Larasati menuju ruang keluarga yang berada di lantai dasar Rumah besar itu.


Diruangan itu, sudah nampak Ibu tirinya Larasati serta Cantika dengan wajah kesal marah pada Larasati, dan juga nenek yang duduk di sebelah Tuan Anwar.


"Larasati apa kamu sadar, dengan apa yang telah kamu lakukan itu?" ucap papa nya.


"Sadar pa, tapi aku dan Om Zein saling cinta, dan kami sudah sering melakukannya" ucap Larasati sambil mengapit lengan Zein.


Zein gugup, dan mengusap wajahnya beberapa kali, Larasati paham dengan pandangan papa yang curiga, segera dia mencubit lengan Zein.


"Be..benar om, tadi Om sudah lihat sendiri kan."ucap Zein mencoba mengumpulkan keberanian.


Anwar pun menunduk kan kepala, memijit pelipisnya seakan berfikir keras "apa yang harus papa kata kan pada keluarga Gilang nantinya?" ucap papa. nampak sekali wajah kecewa dan putus asa dari wajahnya.

__ADS_1


"Anwar bagaimana pun, kita harus cari jalan keluarnya" ucap nenek.


"Tidak ada jalan keluar lagi, selain melanjutkan pernikahan Gilang dan Larasati, mau ditaruh dimana muka kita nantinya papa?" Mama tirinya ikut menimpali.


"Diam kamu,, kalau hanya memberikan solusi yang berbelit-belit" ucap nenek yang membuat Mama langsung tertunduk.


"Kalian berdua harus menikah" ucap papa tiba-tiba.


Larasati langsung meloncat bahagia memeluk nenek. dan kembali menatap papa yang gusar "papa Larasati punya ide" dan mendekat kearah papa dan membisikkan sesuatu ditelinga papa dan juga nenek nya. yang membuat nenek dan Anwar tersenyum kembali.


Cantika dan mamanya saling pandang, termasuk Zein. mereka bingung dengan cara Larasati yang main bisik dan rahasia di depan mereka.


Larasati sengaja melakukan itu, agar rencana nya tidak digagalkan Mama dan adik tirinya.

__ADS_1


__ADS_2