
"Kak bangun....Kak, bangun hu... hu...'Anyelir berdiri menuju Mama yang ikut panik sambil mengendong Zio dipangkuan nya " kak Rama kenapa ma tanya Anyelir
"Kamu tenang dulu Anyelir.., kita dengar saja penjelasan dokter yang sedang memeriksa" Mama juga merasa sedih dengan kondisi putra kesayangannya itu, yang terlihat pucat pasi
Rama tersadar dengan mata yang masih terpejam " Anyelir, Anyelir.... Anyelir...maaf kan aku," nampak air menetes disudut matanya. Rama terus menggelengkan kepala nya dan mengucapkan kata-kata itu berulang-ulang kali.
Anyelir memeluk Rama yang terus mengigau menyebut namanya " kak aku disini bersama mu, dan akan selalu terus disisimu kak" Anyelir masuk kedalam selimut Rama dan memeluknya, karena melihat Rama seperti kedinginan. setelah mendapat pelukan hangat Anyelir, Rama tenang dan tertidur kembali dengan pulas, mungkin juga akibat efek dari obat yang baru saja disuntikkan dokter.
Mama berjalan keluar kamar mengikuti dokter, seperti ada sesuatu yang penting ingin dijelaskannya " dok, bagaimana kondisi Rama ? dengan perasaan kwatir Mama mencoba bertanya
"Rama mengalami depresi yang sangat berat, mungkin ada suatu hal atau kejadian yang membuat nya seperti ini. dan saya telah memberikan nya obat penenang. setelah dia bangun nanti berikan obat ini tapi tidak dalam keadaan perut kosong" ujar dokter panjang lebar
"Baiklah, terimakasih ya dokter" sambil ikut berjalan mengantar sampai teras rumah.
__ADS_1
Mobil papa masuk dan berhenti tepat di depan halaman Rumah, dengan cemas papa melangkah turun dan menyapa dokter yang hendak pergi kembali ketempat prakteknya
"Bagaimana kondisi Rama dok ! tanya papa tidak sabaran karena begitu langsung pulang, setelah mendapat kabar mengenai keadaan Rama dari Mama.
Dengan sabar dokter kembali menjelaskan, dan pamit menuju mobilnya, sementara papa memijid pelipisnya bingung " kejadian apa ya ma ? yang membuat Rama sampai depresi berat seperti ini?"tanya papa.
" Sesuatu yang terjadi di pesta pernikahan Zein mungkin pa?"
"Tidak mungkin disana mereka pasti berbahagia, lagian Rama sangat senang dengan pernikahan Zein, jadi tidak mungkin Rama sampai depresi karena masalah itu" ucap papa
"Oma papi Zio kenapa?" Zio tiba-tiba datang bersama pengasuh yang ikut berjalan dibelakang nya.
" Papi Zio lagi kecapean dan butuh istrahat, Zio main sama opa dan Oma dulu ya.." dan mengajak zio ketaman belakang sambil digendong opa.
__ADS_1
Zein dan Larasati telah bersiap menuju Jakarta dan berpamitan kepada kedua orang tua Larasati " Zein apa bos mu yang bernama Rama itu telah kembali ke Jakarta?" tanya Tuan Anwar
"Mungkin sudah pa, karena dia sangat sibuk dan sesuatu yang terdesak dia pergi begitu saja" ucap Zein
"Kalau begitu kalian berdua hati hatilah dijalan, dan kutitipkan Larasati kepadamu Zein, jaga dan lindungilah dia" ucap Tuan Anwar sedih melapas anak kesayangan.
"Larasati jadi lah istri yang baik dan penurut seperti ibumu" ucap nenek yang membuat Mama tiri nya. melongos tidak suka.
"Kak Larasati semoga bahagianya ya, dan om Zein tolong jaga kakak ku" ucap Cantika
"Kapan kamu ke luar negeri?" tanya Larasati.
"Lusa kak ! dan mereka pun berpelukan erat, kamu baik baiknya disana, dan jangan kegenitan lagi " ucap Larasati
__ADS_1
"Iya, aku akan jaga diri, sampai menikah nanti" ucap Cantika dan melepaskan pelukan mereka
Larasati masih melambaikan tangan nya, pada keluarga yang melepas kepergian nya ke Jakarta sampai mobil yang membawa mengilang