
Zein dan Larasati begitu menikmati kebersamaannya, mereka memasuki Konter HP keluaran terbaru, belanja pakaian dan dilanjutkan makan disebuah Restoran Padang yang sederhana, karena Zein memang dari dulu lebih menyukai kesederhanaan, Rumah mewah pemberian Rama pun belum dia tempati.
Mereka kadang tertawa, kadang serius dalam percakapan nya. sementara tidak jauh dari sana ada, beberapa pasang mata telah mengawasi gerak-gerik mereka berdua.
"Bagaimana bos, langkah kita selanjutnya?" tanya salah seorang dari mereka.
"Kalian ikuti saja dulu, kita tidak boleh gegabah." terdengar jawaban dari seberang sana.
"Om habis ini kita nonton yuk " ucap Larasati yang sudah mulai merasa bosan di mall itu
Zein memberi kode Pelayan Restoran, dan menyerahkan sebuah Card untuk membayar makanan mereka.
"Kenapa harus nonton apa tidak ada yang lain?" Zein mencoba memberikan pilihan lain.
"Sekarang lagi ada Film Romantis terbaru Om" ujar Larasati sambil memperlihatkan Rekomendasi Film terbaru di bioskop XXC terdekat. dari Ponsel baru yang dibelinya.
Zein Akirnya menurut saja kemauan anak Abg itu, setelah mengikuti antrian membeli tiket, yang kebanyakan anak-anak remaja dan pasangan nya.
__ADS_1
Larasati bergelayut manja di lengan Zein menuju korsi mereka, dan duduk mendempet ke Zein. yang sudah beberapa kali menggeser tubuhnya mundur menjaga jarak dari Larasati.
"Om jangan gitu dong? Kasian tuh cewek nya dianggurin saja." ujar seorang pria duduk dibelakang mereka, memandang genit ke arah Larasati. yang kelihatan masih seumuran Larasati itu.
Zein memandang tajam kearahnya, membuat lelaki itu terdiam dan melanjutkan menonton layar didepan nya.
Anyelir merasa badan nya sering pegal-pegal dan kaki yang mulai membengkak. atas kesepakatan bersama hari ini kamar Anyelir dipindahkan ke lantai bawah.
Kehamilan nya yang sekarang memang berbeda dengan kehamilan Zio dahulu. Anyelir juga mengalami ngidam yang aneh-aneh, waktu hamil muda, untung saja Rangga dan Sinta. waktu itu sedia setiap saat membantu nya.
Sementara menurut penuturan Rama dan mamanya. sewaktu Anyelir mengilang ke Amerika, Rama sering muntah-muntah tak menentu bila mencium sesuatu atau aroma menyengat. bahkan dia tidak mau makan dan lebih suka buah buahan yang asam.
"Iya juga ma, akhir- akhir dikantor pun dia kelihatan nya sudah berubah, habis kerja langsung pulang, nggak seperti biasa nya yang mengekor kemana pun aku pergi" ucap Rama
"Yah....habis Film" ucap Larasati
Zein berdiri dan menarik tangan Larasati "yok kita pulang saja sekarang." ucap nya tanpa mendengar alasan apa lagi yang akan diucapkan Larasati untuk berlama-lama jalan berduaan dengannya.
__ADS_1
"Dia sudah keluar, kita harus ikuti kemana pun mereka pergi" ucap salah seorang dari mereka
Zein melajukan mobil nya meninggalkan gedung bioskop, dia penasaran sebuah mobil Alphard keluaran terbaru mengikuti dari belakang.
"Seperti mobilnya Gilang" ucap Larasati pelan.
"Siapa Gilang?" tanya Zein penasaran.
"Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan nya sekarang Om ! sebaiknya kita bisa mengelak dari kejaran mereka dulu." ucap Larasati cemas.
"Okey" jawab Zein singkat dan langsung menyelip mobil bok ya di depan nya, soal nyelip dan kebut-kebutan Zein memang ahlinya. Larasati memucat ketakutan dan berpegangan kuat pada sandaran jok.
"Om pelan - pelan om" ujar Larasati
"Kalau pelan itu bukan nya kabur Cumi...,tapi nyerah" ucap Zein kesal.
"Brengxxxx" kita kehilangan jejak bos, mereka berhasil kabur dan mengelabui kita. orang yang membawa kabur Nona Larasati memang ahli nyelip bawa mobilnya bos" ujar anak buah suruhan Gilang
__ADS_1
"Bodoh kalian semua cepat lakukan penyelidikan lagi dan cari tau pemilik mobil itu" ucap Gilang emosi