Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Kembali ke Indonesia(Part Dua Zein dan Larasati)


__ADS_3

Rama selalu menempel sama Anyelir, dia tidak mau lepas barang sedikit pun. dia tidak mempedulikan dokter yang sedang mengobati tangan nya yang sakit.


Dengan manja Rama meminta, hanya ingin Anyelir yang membersihkan tubuh serta mengganti kan pakaiannya. semua yang disana hanya bisa tersenyum dan geleng kepala melihat tingkah kekanak-kanakan dan manja Rama.


Anyelir mengikat rambut Rama yang memanjang, dan memperhatikan seksama wajah suaminya, tubuh yang mengurus, kumis yang sudah mulai menebal serta bulu bulu halus, yang tumbuh disekitar wajah tampan nya.


Perlahan Anyelir membelai wajah itu, air matanya kembali mengalir "Sayang kenapa kamu seperti ini ? maafkan aku... yang telah meninggal kan mu hu...hu.. " kembali memeluk Rama.


Zio yang menyaksikan itu merasa iri, merasa kasih sayang maminya dirampas dan ngambek, dengan kasih sayang Anyelir membujuk nya, dan memberikan pengertian.


Asisten Zein yang mendapat kabar. bahwa Rama telah bertemu dengan Anyelir, ikut merasakan haru dan juga bahagia tanpa sadar dia berteriak kesenangan, hingga membuat karyawan lain merasa heran.


Esoknya Rama sudah diperbolehkan pulang, mereka semua pergi ke apartemen Rangga yang disana, sekalian mempersiapkan semua barang-barang Anyelir dan Zio, karena Rama akan mengajak semua kembali ke Indonesia, dia tidak mau berpisah lagi dengan Anyelir dan anak nya


Bik Romlah memeluk Rama hangat

__ADS_1


"Semoga kalian berdua bahagia dan tidak terpisahkan lagi" ucap nya seraya mengusap air mata


"Iya, terimakasih bibi sekalian bibi berkemas juga ya" ucap Rama


"Kita semua tinggal dirumah besar Mama saja ya, Mama dan papa kesepian berdua saja disana" ujar Mama. Anyelir dan Rama setuju saja, mereka serempak mengagungkan kepala.


Hari ini Zein terpaksa terjun langsung kelapangan, memantau pembangunan proyek yang sudah lama terbengkalai, udara yang panas membuat nya tak henti mengeluarkan keringat. dan memutuskan pergi saja dari tempat itu, zein mencari tempat yang lebih sejuk dan adem


Zein menepikan mobilnya, disebuah kafe dan memesan minuman dingin, yang sangat cocok disaat suasana panas ini. Sudah hampir satu jam lebih Zein menghabiskan waktu nya dikafe itu, dan. melirik jam tangannya


"Sudah sore, sebaiknya aku pulang saja" dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi


Zein memakir mobilnya dihalaman rumahnya yang sepi, karena orang tua nya telah meninggal, dan kedua adiknya berkuliah di Luar Negeri. sementara pembokad nya bibi Romlah sudah lama berhenti bekerja, untuk keperluan lain. seperti membersihkan rumahnya, dua hari sekali pelayan Rama datang kesana membantu serta belanja keperluan Zein, semua itu atas izin Rama dan mamanya.


Zein kaget saat hendak menutup pintu mobil, melihat seorang gadis yang masih belia, menggigil ketakutan di jok belakang mobilnya, penampilan nya acak acak-acakan.

__ADS_1


"Siapa kamu ?kamu mau mencuri ya? cepat keluar dari mobil ku! bentak Zein" yang membuat gadis itu tambah ketakutan dan menangis.


Zein tidak mudah percaya begitu saja, zaman sekarang banyak cara orang untuk bertahan hidup, namun dia kembali memperjelas penglihatan nya.


"Kamu orang gila atau gembel sih?" tanya Zein mulai kesal dan menjulur kan tanganya, hendak menarik tangan gadis itu.


"Tidak kedua nya Tuan" ucap gadis itu


Zein mengerutkan keningnya mendengar perkataan gadis itu.


"Lalu mengapa kamu masuk ke mobilku?" tanya Zein lagi.


"Tolong aku Om ... aku dijual ibu tiri ku, untuk diperkerjakan di Club malam, dan aku kabur dari kejaran mereka dan masuk ke mobil Om ini" ujar gadis itu, dengan tampang memelas.


Zein memperhatikan pakaian gadis ini, dan wajah nya tidak menunjukkan kalau dia gembel atau orgil, cuma kerena rambutnya yang awut awutan dan wajahnya yang kotor, membuat penampilan nya terlihat buruk

__ADS_1


Asisten Zein



__ADS_2