Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Bertemu Jessica


__ADS_3

Anyelir pun membukakan pintu, nampak seorang wanita cantik berdiri tepat di hadapannya. Rambut panjang lurus dengan warna kecoklatan, hidungnya mancung dan kulit putih bersih seperti bule. namun terlihat sedikit angkuh dan sombong.


Anyelir terus menatap kagum wanita cantik itu, dengan mengatur kedua tangan nya. seakan tidak percaya dengan penglihatan bahwa yang sedang berdiri dihadapan nya ini pelukis terkenal, yang pernah disorot media dan menjadi tren topik berita di televisi. Anyelir ingat saat itu dia begitu terpesona dengan penampilan memukau Jessica.


Namun yang ditatap malah membalas dengan tatapan dan plototan tajam mata nya.


"Siapa kamu?"


Tanya Jessica angkuh sambil mengernyitkan kening bingung dan menatap Anyelir dari ujung kaki sampai kepala. wajah cantik, rambut bergelombang dan kulit putih bersih, seperti terawat semua.


"Jawab aku.. kamu siapanya Rama?" Jesika sudah mulai kesal.


"Aku Anyeli keponakan bibi Romlah, dan bibi ku bekerja sebagai pelayan dirumah tuan Zein, Asisten kak Rama."


"Ya, tapi apa hubunganmu dengan Rama?" tanya Jessica kembali.


"Aku Anyelir atau lebih tepatnya Anyelir Romesa."

__ADS_1


"I iiihh dasar ..." Jesika mengepalkan tangannya, dan menerobos masuk.


"Hey, kakak cantik. tidak boleh main masuk aja" Anyelir mengikuti langkah Jessica, namun tiba-tiba Jesika memutar balik tubuhnya, alhasil tubuh mereka bertabrakan, dan Anyelir memegang jidatnya yang sakit.


"Kamu pasti kakak cantik pelukis itu ya, yang terobsesi pada kak Rama?" tanya Anyelir.


"Apa? " Jessica sudah habis kesabaran, menghadapi Anyelir yang berbelit-belit.


Jesica mendekati Anyelir tangan nya maju ingin menjambak, namun tidak jadi dia berusaha mengendalikan emosinya.


"Aku tidak boleh gegabah, bagaimana pun ini pertemuan pertama ku dengan Rama. aku tidak mau momen indah ku hancur gara-gara bocah ingusan ini."


Anyelir mengusap dadanya yang terasa begitu nyeri, karena merasa sedih dengan status nya.


"Nanti kalau waktu sudah tepat aku akan bicara dengan kak Rama. untuk mengakhiri kontrak ini, aku sudah tidak bisa lagi mengendalikan perasaan ku, aku takut jatuh terlalu dalam nantinya."


"Hey bocah, aku minta kamu diam. sebelum kesabaran ku habis," ucap Jesika sinis dengan nafas naik turun menahan emosi.

__ADS_1


"Terserah kakak cantik deh, tapi kalau pengen jelasnya aku siapa? kakak tanya aja langsung sama kak Rama."


Tanpa banyak bicara lagi Jessica naik keatas lantai dua, menuju kamar Rama.


"Rama,...Rama sayang, Jessica mu ini telah kembali" menaiki tangga dengan semangat.


"Aduh gawat, Anyelir menepuk jidatnya, dia ingat Rama tidur tidak mengenakkan apa apa, setelah pergulatan mereka semalam dan mengejar Jesika.


"Kakak tidak boleh memasuki kamar orang seenaknya saja." Anyelir menghadang Jessica yang hendak membuka pintu kamar Rama.


"Awas, minggir kamu bocah sialan." Jesika menarik tangan Anyelir kuat, namun Anyelir bersikukuh dengan berpegangan pada handel pintu.


Sementara dalam kamar Rama terbangun dari tidur nya, begitu mendengar kegaduhan di depan pintu. dia mengambil piyama warna pink Anyelir yang tergeletak dilantai karena ulahnya semalam. dan memakai nya, supaya cepat karena memakan waktu lama kalau nyari nyari dilemari dulu.


Rama berjalan ke arah pintu dan membukanya secara paksa. tiba-tiba.....,,


bbbrrruukkkkggh....

__ADS_1


bbbrrruukkkkggh


Anyelir yang berpegangan kegagang pintu jatuh kelantai dan ditimpa Jesika dari atas, karena sewaktu menarik Anyelir dia juga terdorong kedalam saat Anyelir tiba-tiba jatuh.


__ADS_2