Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Sekretaris Baru


__ADS_3

Cantika mengikuti langkah Gilang memasuki gedung Perusahaan ini untuk yang kedua kalinya, nampak tatapan mata penuh hormat dan senyum yang mengembang menyapa dari para karyawan.


Mata Cantika melirik Ruangan sekretaris yang terlihat masih kosong


"Kemana wanita itu" memikirkan sekretaris Gilang yang pernah bertengkar dengan nya


"Cantika ayo masuk" ajak Gilang sembari membukakan pintu ruangan nya


Cantika mengikuti Gilang masuk dan memilih duduk disofa yang empuk, Gilang menyalakan Televisi berukuran besar dalam ruangan untuk memecahkan kesunyian yang terasa tiba-tiba.


"Kak Gilang mana Sekretaris mu yang kemarin itu" Cantika tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi


"Maksud mu Lestari ?


"Mmmhhh....,,


"Aku telah memerintahkan Dion untuk memecat nya"


"Kenapa ?


" Apa kamu telah melupakan perbuatan yang dilakukannya terhadap mu dan calon bayi ku"


Suara Gilang penuh penekanan, seiring perubahan wajah nya yang terlihat begitu menyeramkan teringat kembali saat Lestari mendorong kasar tubuh Cantika saat kunjungan pertama nya ke perusahan ini.


"Iya aku masih mengingat nya, Sekretaris mu itu memang sangat keterlaluan. aku juga heran alasan apa yang membuat dia berani bertindak seperti itu, apa dia menyukai mu kak ?

__ADS_1


Gilang langsung tercekat mendengar pertanyaan dan penuturan Cantika itu, segera dia mengalihkan perhatian Cantika berjalan menuju meja kerja dan menekan tombol yang terhubung langsung dengan Asisten pribadi nya Dion.


"Ya ada apa Bos ?


"Bawakan minuman segar dan makanan untuk istri ku"


"Baik Bos" Dion keluar dari ruangannya berjalan menuju pantry dan memerintahkan salah seorang OB untuk menyiapkan semua


Cantika kembali bersuara, sifat cerewet dan keceriaan nya sudah berangsur-angsur kembali


" Memangnya kak Gilang tidak mencari penggantinya ?


"Sudah, tapi Dion merekomendasikan salah seorang sepupunya, yang bernama Nara"


"Ya namanya Nara, menurut Dion pengalaman kerja wanita itu cukup bagus, dan pernah bekerja di perusahaan besar Jakarta. dan juga lulusan terbaik universitas ternama Luar Negeri dikampus yang sama seperti mu" ucap Gilang


"Oooo...... baguslah, sambil memainkan remote Televisi mencari-cari Chanel yang mungkin dia sukai.


"Tapi aku juga ingin mendengar pendapat darimu Cantika, jika kamu mau temani aku untuk memilih dan me interview calon Sekretaris ku nanti, jika kamu tertarik dan menyukai mereka. maka akan kita terima, dan jika kamu menolak kita cari yang lain lagi, karena masih banyak orang yang kompeten diluaran sana yang ingin bergabung dengan perusahaan kita ini"


Tidak begitu lama terdengar suara pintu ruangan Gilang diketuk, Dion masuk bersama seorang OB yang mengikuti nya dari belakang membawa sebuah nampan berisi makanan dan minuman keras.


"Silahkan Nyonya" meletakkan minuman segar dan makanan dihadapan meja Cantika


"Okey terimakasih" jawab Cantika sembari tersenyum

__ADS_1


"Wah..wah...,, makanan ini menggugah selera makan ku, tanpa pikir panjang lagi Cantika mencicipinya, sambil menyaksikan acara televisi.


Sementara Dion dan Gilang sibuk dimeja kerja nya, membahas proyek baru mereka.


"Dion bagaimana dengan calon Sekretaris baru ku ?


" Lusa kami telah melakukan serangkaian tes, dan ini hasilnya Bos" Dion menyerahkan hasil tes dan CV calon Sekretaris tersebut. Gilang mengambilnya dan langsung memeriksa nya


"Hasil tes nya sangat memuaskan, dan dia juga pernah bekerja di MNCR Groups" ucap Gilang memperhatikan surat pengalaman kerja nya dan mengingat - ingat sesuatu


"Aku ingat itu adalah salah satu perusahaan induk yang dipimpin Rama" Gilang mengecilkan nada suaranya, sambil melirik Cantika yang tengah asyik menyaksikan televisi dan makanan nya


"Benar sekali Bos" jawab Dion


"Meskipun dia sepupu mu Dion, tapi aku ingin tahu alasan tepat nya. kenapa dia keluar dan berhenti di perusahan sebesar itu, aku tidak ingin kejadian seperti kemaren terulang kembali, dan pastikan Sekretaris yang bekerja nanti tidak mempunyai maksud lain"


"Mengerti Bos" ucap Dion


"Sekarang kamu boleh pergi, dan ingat mulai sekarang jika ingin memasuki ruangan ku ini. ketuk pintu terlebih dahulu"


"Baik Bos saya permisi dulu" berjalan meninggalkan ruangan itu, sambil melirik Cantika kemudian menutup pintu ruangan dengan pelan


"Beruntung sekali Bos Gilang mendapatkan wanita secantik Nyonya Cantika, sudah baik, Cantika dan lemah lembut lagi.


Aaahhhh..., Kenapa juga aku memikirkan istri bos ku sendiri" Dion memukul jidatnya pelan dengan punggung telapak tangan, sambil menggelengkan kepalanya berjalan menuju ruangan nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2