
Sikap Rama semenjak jauh dari Anyelir membuat dia berubah dan sudah mulai melaksanakan sholat lima waktu, yang sudah lama tidak dilakukan nya Lagi, Rama juga sudah mulai aktif lagi mengurus Perusahaan nya.
Sementara Zein belum memberi tahu perihal video rekaman mengenai pengakuan Cantika itu, Zein masih ingin melihat sejauh mana perubahan yang ditunjukkan Rama.
Pagi ini Zein berkunjung ke Rumah besar keluarga Rama, nampak mereka tengah santai ditaman belakang. Anyelir Juga ada disana.
"Pagi semua nya" sapa Zein dan menghampiri Zio dan membawa kegendongnya.
"Bagaimana Zein penyelidikan mu" tanya Mama Merlin tidak sabaran
Zein menurunkan Zio dan langsung dibawa kedalam oleh pengasuh nya. Zein duduk diantara mereka semua. ini Nyonya coba perhatikan menaruh ponsel nya ditengah meja dan menyingkirkan beberapa mainan Zio.
Dengan perasaan berdebar Anyelir memperhatikan percakapan Larasati dan Cantika itu. air matanya tumpah " berarti kak Rama tidak salah ma dia hanya dijebak" ucap Anyelir yang terus menangis teringat sikap nya beberapa hari ini selalu mengabaikan panggilan serta pesan Rama.
"Iya nak, semula kami juga tidak menyangka Rama akan berbuat serendah itu nak" unkap papa. "tapi kita lihat dulu sejuah mana Rama merubah sikap nya, karena menurut beberapa karyawan dikantor Rama sudah banyak berubah, dia sudah mulai rajin sholat dan menyisihkan sebagian keuntungan perusahaan untuk beberapa yayasan sosial"
Empat hari dibelanda, membuat rasa rindu Larasati pada suaminya makin menggebu " Dek nanti siang kakak balik ke Indonesia ya"
"Apa kakak udah puas jalan-jalan di kota ini" tanya Cantika
__ADS_1
"Kakak kan masih bisa kesini lagi" sambil mengemasi barang-barang nya kedalam koper
"Kalau begitu Cantika pamit kuliah dulu ya kak" sambil berlalu pergi
Sudah setengah bulan berlalu, Rama masih mencoba membujuk Anyelir secara perlahan, dan sekarang Anyelir sudah mau menjawab panggilan Rama walaupun hanya sekedar nya.tapi cukup membuat Rama senang
Rama telah siap pergi bersama Zein mengunjungi proyek baru mereka, tiba-tiba ponselnya berdering Panggilan masuk dari Mama
" Hallo ada apa ma" tanya Rama
"Rama cepat kerumah sakit nak, Anyelir sudah mau melahirkan" dengan suara sedikit kwatir dengan nada tergesa-gesa
Rama berlari menuju ruangan Anyelir di rawat, nampak Mama mondar-mandir cemas, sementara papa duduk memperhatikan tingkah istri nya itu.
"Bagaimana ma? kondisi Anyelir.?"
Tidak berapa lama perawat keluar "suaminya ibu Anyelir" ucap nya.
"Ya sa...saya sus" ucap Rama mendekat
__ADS_1
"Silahkan dampingi istri bapak melahirkan normal" ucap perawat itu masuk diikuti Rama
Nampak Anyelir sudah Mering kesakitan "sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Rama mencium kening istrinya
"Tidak apa-apa gimana sich mas ini, lihat tuh istri nya sudah kesakitan begitu"
"ibu Anyelir siap ya dan dengar setiap instruksi dari saya" ucap dokter
Anyelir Kembali kontraksi, Setelah mendapatkan suntikan dari dokter, Rama ikut menangis melihat istrinya kesakitan "bertahan lah sayang kamu harus kuat demi anak kita" sambil membelai sayang rambut Anyelir
Anyelir berteriak kesakitan saat mengejan " terus dorong yang kuat mbak"
Melihat Anyelir Rama kembali kelimpungan "Dok, kenapa istri saya begitu kesakitan, apa Rumah sakit ini tidak punya obat untuk menghilangkan kesakitan istri saya itu" ucap Rama menghardik dokter dan perawat dalam ruangan itu.
"Mas bisa diam nggak sich, yang namanya melahirkan ya dimana mana akan seperti ini, bikin nya aja yang enak dan mas bisa meninggalkan ruangan ini kalau masih protes" ucap dokter
Rama terdiam mengalah, saat tangannya ditarik Anyelir dan kembali berteriak kencang diiringi suara tangisan bayi. Rama terpana menyaksikan bayi perempuan mungil nya itu, yang langsung dibersihkan perawat dan meletakkan di dada Anyelir.
Rama menangis terharu, tidak berapa lama Mama dan papa ikut masuk menyaksikan cucu kedua mereka "Duh cantik nya cucu Oma dan apa kalian sudah mempersiapkan nama untuknya" ucap Mama
__ADS_1
"Sudah ma, nama Humairah adhwa Alexander" ucap Anyelir sambil tersenyum kearah Rama