Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Kesepian


__ADS_3

Semenjak kepergian Mama tercinta, Rumah besar yang mewah ini terasa sepi, papa lebih sering mengunjungi pemakaman Mama dan mengikuti kegiatan ibadah untuk mengusir kesedihan dan kerinduan nya terhadap sang istri.


Begitu pun Rama Akir ini dia kembali sibuk dengan pekerjaannya yang terus berkembang, Anyelir yang sering menghabiskan waktu di rumah mengurus kedua buah hatinya. yang paling merasakan perubahan itu semua, apalagi selama ini Mama lah yang sering membantu nya. dalam segala hal termasuk jalan - jalan dan berbelanja ke luar, Mama seperti teman setia bagi Anyelir.


Meskipun dirumah besar ini terdapat para pelayan dan para pengasuh yang selalu siap siaga membantu Anyelir, namun semua itu tidak bisa mengusir rasa kesepian dan kehilangan terhadap sosok sang Mama.


Dikantor nya Rama sudah bersiap menuju Ruangan rapat dengan para investor MNCR Groups yang dipimpinnya, Arka selaku sang asisten beberapa hari ini ikut disibukkan membantu Rama, sedikit banyak Arka telah mampu bekerja dengan baik. meskipun tidak bisa menggantikan kemampuan Zein dalam hal kemahiran dan kejeniusan nya mengurus pekerjaan, maupun posisi nya sebagai asisten terdekat di hati Rama.


Ruangan besar ini telah dipenuhi para peserta rapat, maupun kepala cabang Perusahaan dibawah naungan MNCR Groups. Rama menduduki Korsi kebesaran diikuti sang asisten Arka yang berdiri di samping nya.


Sebelum acara rapat dimulai, para peserta mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya bagi "Nyonya" istri dari pimpinan besar Perusahaan ini yang sebelumnya yaitu Papanya Rama. setelah itu dilanjutkan berdoa secara agama yang dianut masing-masing.

__ADS_1


Dalam rapat besar kali ini Rama membahas tentang planningnya kedepan, yang akan menciptakan produk baru Perusahaan yang berkualitas tinggi dan harga terjangkau bagi masyarakat biasa, dimana produk itu sangat dibutuhkan penggunaan nya.


Sekretaris Rama mempresentasikan dengan sangat baik, dan mudah dipahami dan dimengerti oleh peserta rapat. nampak para investor sangat puas dengan hasil pembahasan mereka hari ini.


Rama melirik jam dipergelangan tangannya "Sudah larut malam" melangkah keluar bersiap untuk berangkat pulang bersama Arka.


terbersit rasa bersalah terhadap Anyelir dan kedua anaknya Zio dan Ariani, mengingat kesibukan nya selama ini yang hanya memiliki sedikit waktu untuk berkumpul dan bermain bersama mereka.


Rama masuk ke kamar anak nya, Anyelir tertidur pulas sambil memeluk sibugsu Ariani dan Zio juga memeluk maminya dari belakang. Rama mendekatk duduk di pinggir tempat tidur sambil mencium mereka bergantian.


"Maaf kan papi sayang" ucap Rama membelai sayang rambut anak-anak nya secara bergantian. Anyelir membuka matanya perlahan dan membalikkan badannya menatap sang suami.

__ADS_1


"Sayang kamu Udah sampai Rumah ya" mencoba duduk dengan perut dan tubuh yang sudah berisi, Rama membantu anyelir turun dari tempat tidur, dan menggandengnya menuju kamar tidur mereka berdua.


"Bagaimana pekerjaan nya hari ini sayang, pasti sibuk sekali ya" ucap Anyelir menatap sayang wajah suaminya


"Iya sayang maafkan aku, setelah ini aku akan memberi kalian waktu lebih" membawa Anyelir dalam pelukannya.


Rama merebahkan tubuh lelah nya tidur di samping Anyelir, semula Rama hanya ingin lelap dengan nyenyak dalam pelukan istri tercinta, namun membatalkan niatnya saat menatap wajah cantik Anyelir yang Akir ini tambah berisi dan seksi.


"Sayang" sambil sebelah tangannya menyusup kedalam Piyama tidur Anyelir, dan bermain di tempat favoritnya.


Terdengar desahan Anyelir yang menggoda, membuat Rama bertambah bergairah untuk melanjutkan permainan mereka berdua, mengingat semenjak kepergian Mama di tambah pekerjaan kantor yang menumpuk. Sudah hampir sepuluh hari mereka tidak melakukan hubungan intim suami istri.

__ADS_1


Meskipun dengan kondisi yang berbadan dua, namun hal itu tidak mengurangi semangat dan gairah Anyelir, malah bertambah dari biasanya. mereka melakukan nya penuh perasaan, dan beberapa kali mencapai kepuasan hingga Anyelir tertidur kecapean dalam pelukan Rama


__ADS_2