
Malam ini Anyelir Kembali Pulang dengan membawa serta Catania sekalian, mengingat Zein dan kedua orang tua Larasati lebih memilih untuk tetap berada dirumah sakit. mereka tidak ingin meninggalkan Larasati dan berharap akan segera sadar.
Anyelir memasuki kamar Zio yang sudah tertidur pulas, membelai lembut rambut anak pertama nya itu dan membetulkan selimut nya yang sudah jatuh kebawah tempat tidur, kemudian mengajak Catania menuju kamar Aira yang juga sudah tertidur pulas.
"Catania sayang tidur bareng dede Aira ya" ucap Anyelir sambil membantu Catania tidur dan menyelimuti keduanya.
"Ya Tante" terdengar suara halus Catania yang nampak masih sedih memikirkan Mama nya.
"Ya udah Tante tinggal dulu" Anyelir mencium bergantian kening kedua anak perempuan itu
Malam ini Catania kecil tidak bisa memejamkan matanya, dia sedih melihat kondisi mamanya yang terbaring lemah. sambil tidur miring kiri dan kanan dengan gelisah.
__ADS_1
Catania teringat kata-kata papanya Zein.
"Catania sayang... jika kita merasa sedih kita berdoa saja sama Allah, pasti Allah akan mendengar doa kita dan mengabulkan nya. begitupun sebaliknya jika menginginkan sesuatu selain berusaha kita juga meminta pada Alloh, agar keinginan kita terwujud. dan jika Catania merasa senang kita tidak boleh lupa pada Allah"
Catania kecil kembali bersemangat teringat kata-kata papanya itu, dia turun dari tempat tidur menuju kamar mandi kecil yang didekorasi khusus kamar anak dengan gambar dan bentuk yang lucu.
Catania berwudhu dan mengunakan mukena Aira, dan sholat setelah itu dia berdoa dengan khusyuk untuk kesembuhan sang Mama tercinta.
Setelah selesai sholat Catania merapikan kembali mukenah nya, dan ikut berbaring di samping Aira, dengan perasaan lega dan yakin jika Allah akan mengabulkan permintaan terbesar nya ini. tidak pernah waktu lama Catania sudah tertidur pulas dan mimpi indah dalam dekapan hangat sang Mama, nampak senyum terukir di sudut bibirnya. dikamar nya Anyelir, juga sudah tertidur dalam pelukan suami tersayang nya.
Lain halnya dengan Cantika yang terbangun karena merasa sebuah pelukan hangat Gilang seakan tidak ingin dia lepas, Cantika membulat kan matanya dan ingin sekali Mendoring tubuh besar yang memeluknya itu.
__ADS_1
Namun tidak dengan bahasa tubuhnya, yang seakan sangat menikmati pelukan hangat Gilang tersebut. Akirnya Cantika mengalah dan membiarkan saja tangan Gilang melingkar sempurna di pinggang nya, serta hembusan nafasnya yang lembut.
Tanpa sadar Cantika membalikkan tubuhnya sehingga mereka saling berhadapan,
"Kamu Tampan sekali kak Gilang..." membelai lembut rambut dan menelusuri lekuk wajah Gilang dengan jemarinya
Menatap wajah Gilang lama-lama Membuat Cantika ingin sekali mencium wajah itu, entah karena hormon dari faktor kehamilan nya, Cantika merasa bergairah secara perlahan-lahan Cantika mencium bibir Gilang. suasana yang begitu dingin ditambah diluar hujan yang belum berhenti seakan mendorong nya untuk memperdalam ciuman nya.
Gilang terbangun merasa seperti benda kenyal dan manis diatas bibirnya, pura -pura tidak tahu dan membiarkan saja takut Cantika akan malu dan menghentikan nya nanti.
Semakin lama Gilang tidak tahan, dengan perlahan namun pasti dia membalas ******* bibir itu........,,
__ADS_1