
Paginya, hal pertama yang dilihat Cantika adalah ponselnya, dia sangat berharap sekali semalam Gilang menghubungi nya. namun senyum yang semula mengembang indah disudut bibirnya seketika memudar.
"Ternyata kak Gilang tidak menghubungi ku, apa dia begitu sibuknya. Atau jangan-jangan.....?" ah tidak.... tidak mungkin kak Gilang macam-macam, karena dia telah berjanji padaku dan bayi kami. untuk berubah dan meninggalkan kebiasaan buruknya"
Cantika menepis pikiran buruk yang tiba-tiba menghantuinya, untuk mengusir kegundahan hatinya. Cantika memilih bermain bersama Catania, serta kak Larasati dan Mama. mereka membuat kue-kue resep baru andalan mama.
Keseruan didapur sedikit banyak membuat Cantika kembali tertawa bahagia, dia melupakan ponselnya yang masih tergeletak tertinggal di kasur.
Pagi ini jadwal Gilang sangat padat, terjun langsung kelapangan memeriksa beberapa proyek kerjasamanya yang sedang mengalami masalah serius.
"Bagaimana kabarnya istri kecilku sekarang, apa dia sudah bangun"
gumam Gilang, sebelum berangkat menuju lapangan, terlebih dahulu Gilang ingin menghubungi Cantika. karena daerah yang dikunjungi Gilang kali ini agak jauh dan setahunya signal ditempat itu sedang mengalami masalah.
__ADS_1
Gilang mengusap layar ponselnya, dan mendial nama istriku sayang....,,
"Tuuuttt......tuuuttt..... tuuuttt....,,
Gilang mengerutkan keningnya, karena tidak biasanya Cantika mengabaikan panggilan nya. dan mengulangi panggilan tersebut hingga beberapa kali, namun tetap sama tidak ada jawaban.
"Sayang kamu lagi dimana, apa kamu masih tidur pulas" bathin Gilang, saat dia akan mengulangi panggilan nya. Dion tiba-tiba masuk.
"Bos, mobil yang akan mengantarkan kita sudah siap" ucap Dion
"Sayang gimana kabarnya sekarang, aku disini sangat merindukan mu.... kemanjaan dan kehangatan mu. sayang bersabar lah, setelah masalah perusahaan kita disini selesai. aku akan langsung kesana untuk menjemput mu pulang kerumah kita."
Pesan Gilang terkirim, namun belum juga ada notifikasi jika telah terbaca oleh Cantika, akirnya Gilang memilih menatap satu persatu foto-foto lucu dan menggemaskan wajah imut Cantika. yang sempat tersimpan di galeri foto ponsel Gilang.
__ADS_1
"Bagaimana Dion, tentang perkembangan proyek ini sebelum masalah ini muncul" tanya Gilang saat melihatnya Dion yang fokus memeriksa laporan proyek itu.
"Semula semua berjalan lancar sesuai rencana kita, tapi bos tenang dulu. aku akan membantu bos sebisa mungkin" ucap Dion
Mobil yang membawa Gilang dan Dion, melaju kencang membelah jalanan menuju kota kecil tempat proyek baru mereka itu. suasana dingin dan pemandangan jalanan yang indah. membuat kerinduan Gilang kembali membara.
Pikiran nya kembali teringat saat berpisah dengan Cantika kemaren, dimana dengan tingkah imutnya Cantika menyilang kan kedua jemarinya membentuk tanda cinta. hingga tanpa sadar bibir Gilang mengucapkan kata-kata
"Miss you honey"
Dion yang sempat mendengar ucapan Gilang itu mengulum senyum, dengan memalingkan wajahnya. dia seakan ikut merasakan kegundahan Gilang berpisah dengan istrinya.
"Bos semoga saja usaha kita berjalan lancar, sehingga bos bisa secepatnya kembali bertemu dengan Nyonya Cantika" ucap Dion
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari Gilang, karena dia sudah tertidur pulas sambil menghilangkan kedua belah tangan di dadanya. Gilang tidak mampu lagi menahan rasa ngantuk yang teramat sangat. karena dari semalam dia hanya tidur beberapa jam saja, begitu pun dengan Dion. mengingat hal itulah Gilang memakai sopir perusahaan untuk mengantarkan mereka berdua.