
Gilang mengucek matanya yang kena terpaan sinar matahari pagi. yang masuk melalui celah-celah jendela kamar. mata itu masih terasa berat dan enggan untuk dibuka. dengan menyipit kan mata Gilang melirik jam yang tergantung di sudut dinding ruangan
"Aaahhk... sudah pukul sepuluh pagi, aku sudah terlambat datang ke kantor, sementara Papa Cantika pasti mengganggapku menantu yang tidak bertanggung jawab dan pemalas"
Mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar tidur, tidak nampak Cantika
"Kemana istri kecilku itu" berjalan masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya
Dilantai bawah Cantika dan mamanya tengah sibuk didapur menyiapkan sarapan sekalian belajar memasak dengan sang Mama tercinta.
"Cantika ini sudah matang nak, cepat siapkan dan sajikan untuk suami mu" ujar Mama
"Ya ma" menyiapkan dan membawa ke meja makan
"Gilang belum bangun ya nak" Mama melirik ke lantai dua
"Kelihatannya belum ma"
"Kasian dia, dibuat begadang sama papamu, padahal siangnya dia juga capek habis bekerja di kantor"
"Ma Cantika samperin ke kamar dulu ya" Cantika berjalan me nuju kamar
Dikamar Gilang sudah siap dengan pakaian rapi, duduk disofa sambil memeriksa laporan yang dikirim Dion barusan. tidak mengetahui dari arah belakang nya Cantika berjalan mendekat
"Kak Gilang sudah bangun ? pertanyaan pertama yang terlontar begitu saja dari bibir mungil nya
Gilang mendongakan wajah nya melihat Cantika, sambil tersenyum
__ADS_1
"Sudah"
"Kok ngak turun ke bawah ? Cantika duduk di sofa depan Gilang
"Cantika mana papa mu. apa masih dibawah ?
Tanya Gilang ragu karena dia masih enggan bertemu dengan Tuan Anwar, mengingat bangun kesiangan saat dia ingin menunjukkan perubahan sikap nya. untuk mengambil hati keluarga Cantika
"Papa sudah berangkat ke perusahaan karena ada pertemuan mendadak dengan kliennya"
"Syukurlah" Gilang mengusap dadanya spontan
"Kenapa kak, kok segitu senangnya mendengar papa tidak ada dirumah"
Cantika sebenarnya tahu yang dipikirkan Gilang saat ini, tapi dia bersikap seolah-olah tidak mengetahui nya.
"Kita pulang saja sekarang ya, atau kamu ikut saja ke perusahaan dengan ku. biar kamu tidak merasa kesepian dan bosan dirumah saja" ucap Gilang
Mereka menuruni anak tangga, dari lantai bawah Mama tersenyum melihat anak menantu nya itu.
"Cantika semoga kamu bisa bahagia hidup bersama Gilang nak"
Setelah melihat mereka berdua berjalan mendekat, Mama langsung menyuruh untuk duduk di meja makan
"Mari nak Gilang kita sarapan dulu, ini masakan Cantika loh...,,
"Ya ma" Gilang duduk di Korsi yang telah disiapkan Mama
__ADS_1
"Cantika kamu ambilkan dan taruh sarapan nya di piring Gilang nak" Mama ingin mengajarkan sang putri cara melayani suami
Cantika melakukan apa yang diperintahkan oleh mamanya
Gilang menikmati sarapan nya sambil melirik Cantika yang tengah menatapnya untuk menunggu reaksi Gilang memakan masakan pertama nya itu.
"Mmmhhh Enak" ucap Gilang
Mama dan Cantika langsung tersenyum senang, mereka bertiga menikmati sarapan saat pagi sudah menjelang siang. selesai sarapan Gilang dan Cantika langsung pamit.
"Cantika..,, Gilang...,, sering-seringlah mengunjungi Mama dan papa ya, agar kami tidak kesepian" ucap Mama sedih melepas Cantika
"Tentu ma" Cantika kembali memeluk mamanya
"Ma jangan lupa bilang ke papa ya..,, jika kami pamit pulang" ucap Gilang
"Ya nak pasti...."
Dalam perjalanan Cantika kembali bersikap dingin dan memalingkan wajahnya keluar jendela kaca mobil.
"Cantika kamu kenapa, sedih ya berpisah dengan mama" Gilang mencoba bersuara untuk memecahkan keheningan diantara mereka
"Tidak juga aku sudah terbiasa berjauhan selama ini dengan mereka, apa kak Gilang lupa aku telah lama tinggal sendiri di Belanda" terdengar suara Cantika bergetar
"Iya aku ingat Cantika dan maafkan aku ya...,,
"Mmhhh..,, tidak semudah itu Kak. dan jangan terlalu berharap lebih Kepadaku dan bayi ini" Cantika mengelus pelan perut nya
__ADS_1
Gilang menggigit bibir nya, untuk menahan rasa perih dari ucapan Cantika barusan
"Maaf kan aku Cantika...aku tahu kesalahan ku terlalu besar dan telah menghancurkan masa depan mu, aku berjanji dan akan berusaha untuk merebut hati mu kembali.