
"Bos kami telah mengetahui identitas gadis yang bersama Tuan Zein." ucap salah seorang suruhan Rama.
"Segera kirimkan pada ku, informasi mengenai gadis itu." ucap Rama.
Tidak berapa lama, Rama telah mendapatkan informasi nya, seorang gadis yang bernama Larasati, anak seorang pengusaha kaya, yang juga tergabung dalam komplotan mafia kelas tinggi dalam bisnis nya.
"Baiklah, segera kumpulkan orang-orang kita, pagi ini kita langsung menuju ke sana, aku tidak ingin sesuatu terjadi pada Zein" ucap Rama
Besok siang merupakan hari yang telah ditentukan untuk Zein dan Gilang bertanding. Larasati pun telah menyiapkan ramuan yang akan mengalahkan gilang nantinya.
"Malam Ini, aku harus menyusup masuk ke rumahnya Gilang" ucap Larasati sambil mempersiapkan dirinya.
"Aku ikut" ucap Zein karena tidak ingin sesuatu terjadi pada Larasati.
"Nggak usah Om, disana bahaya ! banyak penjaga nya" Larasati mencoba menahan Zein
"Semoga kamu berhasil nak" ucap papa yang sekarang lebih mementingkan kebahagiaan Putrinya.
__ADS_1
Larasati memakai pakaian tertutup dan masker, seperti penampilan wanita ninja, sementara Zein kembali kekamar nya dengan perasaan cemas dan galau.
Larasati mengendap-endap masuk melalui pintu belakang Rumah Gilang, karena pintu disini jarang dipantau penjaga. dengan perasaan was-was Larasati masuk ke dapur dan dan mengeluarkan ramuan dan mencampurnya dengan minuman suplemen yang biasa diminum Gilang sebelum bertanding atau beraktivitas berat.
"Wah semoga usaha ku nantinya berhasil" ujar Larasati sambil berbisik sendiri. ketika melihat seorang pelayan mengambil minuman suplemen yang telah dicampur nya.
sementara Gilang sedang melakukan latihan karate, di salah satu Ruangan yang biasanya digunakan untuk fitnes.
"Tuan silahkan diminum" ujar pelayan yang mengantarkan minuman favorit Gilang
"Tidak perlu, aku tidak butuh minuman ini, kalau hanya untuk menghadapi lelaki brengxxxx itu saja" Gilang menyeringai penuh percaya diri.
Sampai dirumahnya, nampak nenek dengan cemas menarik Larasati,
"bagaimana nduk berhasil nggak ? tanya nenek
"Aku yakin bakal berhasil Nek ! tidak mungkin Giang melupakan kebiasaan nya itu" ucap Larasati kembali menuju kamarnya
__ADS_1
Semua orang telah berkumpul di tempat yang ditentukan, untuk melihat pertarungan Zein dan Gilang.
Larasati mengapit lengan Zein, yang melangkah ragu untuk memasuki ruangan. Gilang yang melihat pancaran keraguan diwajah Zein tersungging senyum di bibirnya, dan berjalan menghampiri mereka berdua.
"Larasati apa kamu sudah yakin untuk melanjutkan pertandingan ini? ucap Gilang tersenyum meremehkan
"Aku yakin, dan om zein pasti akan jadi pemenang nya, ya kan Om ? ujar Larasati
"Ha..ha...kamu terlalu percaya diri cantik, tapi justru itu yang membuat ku semakin tertarik pada mu" ujar Gilang yang hendak memegang dagu Larasati, tapi dengan cepat Larasati menepisnya.
"Apa kamu tidak kasihan melihat wajah Om kesayangan mu ini, yang ketakutan melihat ku dan sekelilingnya" Gilang kembali memancing kemarahan Larasati
Sementara Zein acuh dan tidak mempedulikan semua ocehan Gilang, dia hanya berprinsip menang kalah urusan belakangan, yang penting dia akan berusaha melawan Gilang dengan kemampuan dan cara nya sendiri.
"Ayo Om semangat demi cinta kita" bisik Larasati ditelinga Zein.
Zein maju beberapa langkah, yang dikuti Gilang. perkelahian itu diiring sorak-sorai orang-orang yang berkumpul di sana.
__ADS_1
"Gilang pasti menang....,, Gilang semangat..., kalah kan orang asing itu" teriak mereka. dimana kebanyakan yang hadir adalah orang-orang Tuan Anwar dan Gilang. dimana mereka saling mendukung untuk mengalahkan Zein. mereka belum mengetahui bahwa Tuan Anwar telah memberikan restu pada Larasati.