Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Club Malam


__ADS_3

Zein berhasil melaju kencang sampai di rumah dengan selamat, tapi tidak Larasati, dia muntah-muntah, kepala pusing akibat Zein bawa mobilnya kebut-kebutan.


Zein mendekati dan mengelus pelan punggung Larasati. timbul rasa kasihan dan ingin melindungi melihat gadis kecil tidak berdaya itu.


Larasati lemas merebahkan kepalanya di dada Zein.


Zein mengangkat tubuh itu berjalan menuju kamar " sekarang kamu istrahat saja dulu, tapi besok kamu janji harus menjelaskan semua nya" ucap Zein menyelimuti Larasati dan pergi menuju kamar nya.


"Bodoh kalian semua, plakkk...." tamparan keras mendarat ke pipi Baron. ketua komplotan anak buah Gilang, yang ditugaskan mencari Larasati.


"Besok kalian harus berhasil menemukan nya, kalau tidak nyawa kalian taruhannya" ancam Gilang


"Ba..baik bos" jawab mereka serempak.


Paginya Larasati bangun, dan siap bekerja untuk membersihkan Rumah dan menyiapkan sarapan untuk Zein. dia ikhlas mengerjakan semua itu, mengingat kebaikan Zein.


Zein turun dengan pakaian yang sudah rapi, siap berangkat ke kantor. dilirik nya Larasati sekilas " bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya Zein yang sudah mulai perhatian


"Udah nggak apa-apa kok Om" ucap Larasati menyiapkan sarapan.

__ADS_1


Zein sarapan sedikit saja kelihatan terburu-buru "aku berangkat dulu, kamu hati hatilah dirumah. hubungi aku jika terjadi apa-apa?" ucap Zein berlalu pergi menuju mobil nya.


Hari ini Larasati hanya menghabiskan waktu di kamar bermain dengan ponsel baru nya, hingga tanpa terasa sudah malam Zein belum juga pulang.


"Om lagi dimana?" tanya Larasati ketika sambungan telponnya diangkat.


"Kamu tidur saja, sekarang sudah malam" ujar Zein


Larasati penasaran begitu mendengar suara musik kencang, dan suara orang yang rame "apa Om Zein lagi di Club malam?" ucap Larasati kepo.


dan kembali mengulang pertanyaan.


"Iya, menemui teman lama ku Aldi dan Ricky" ujar Zein


"Om aku kesana ya, aku penasaran dan belum pernah masuk ke sana" ucap nya memelas.


"Jangan, tidak baik untuk gadis seperti kamu" hardik Zein


Larasati yang keras kepala, tidak mengindahkan larangan Zein. Sudah lama dia penasaran dengan clum malam bagaimana rasanya berada di dalam nya. karena menurut teman-teman yang pernah kesana, di Club kita bisa bersenang-senang, melupakan segala permasalahan, dan banyak juga cewek-cewek cantik yang mengejar Om berduit.

__ADS_1


Larasati tidak ingin Zein bermain dengan para cewek disana, dengan perasaan tak menentu, dia bergegas menganti pakaian nya,dan memesan Taxi Online.


"Mau kemana Non malam begini?" tanya driver Taxi Online melihat gadis masih Abg keluar malam.


"Ke Club ini pak" seraya menyebutkan tempat keberadaan Zein yang berhasil di lacak nya.


Mobil pun melaju membelah jalanan ibukota yang licin, karena habis diguyur hujan lebat. tidak berapa lama mobil berhenti di tempat yang dimaksudkan. Larasati memasuki dengan perasaan takut dan ragu, tapi teringat Zein dia kembali bersemangat.


"Maaf nona Anda tidak boleh masuk dengan pakaian seperti ini?" ucap dua orang Bodyguard yang berjaga didepan pintu masuk.


Larasati pun melepaskan jacket yang menutupi baju lengan pendek nya, dan menerobos masuk begitu saja. sampai di dalam dia kebingungan harus kemana? karena begitu banyak nya pengunjung dan ini juga pertama kali bagi nya.


Larasati memperhatikan gaya seorang gadis yang baru memasuki Club itu, dia pun mengikuti dengan angkuh berjalan ke meja bartender, dan bingung harus pesan minuman apa?"


Tanpa disadari nya, tingkat Larasati itu menarik perhatian Bos mavia pengunjung tetap Club "Gadis cantik, mangsa baru" ucap nya menyeringai. dengan gagah dia berdiri menyingkirkan para wanita yang bergelayut di tubuhnya, dan berjalan menghampiri Larasati.


"Boleh aku temani cantik?" ucap nya tepat ditelinga Larasati sambil mengendus-endus tubuh Larasati.


Larasati yang kaget, spontan langsung menampar dan mendorong pria itu hingga terjatuh. orang disana lansung memperhatikan pertunjukan itu, mereka semua seakan tidak percaya melihat gadis Abg berani memukul kepala komplotan mavia yang terkenal paling kejam itu.

__ADS_1


"Tangkap gadis ingusan itu, bawa kekamar ku" perintah bos mavia itu sambil menahan geram dan ke marahan karena merasa wanita itu telah berhasil mempermalukan nya.


__ADS_2