
Sudah hari ketiga Anyelir menghilang dari Rama. dan ponsel nya pun masih dinonaktifkan. Anyelir merasa kekecewaan yang mendalam. dengan perubahan sikap Rama, untuk sementara waktu. Anyelir mencoba menghindar. selama itu juga Rama galau dan uring uringan.
"Zio sayang, sesuai janji mami kemaren, sekarang ini mami akan ajak Zio ke taman bermain atau kemanapun Zio suka" ucap Anyelir.
"Holle.... holle..."
Zio berlari-lari kesana kemari, saking senangnya " Ayo epat mami, kita belangkat cekalang" ucap Zio memasang wajah imutnya, persis Rama dulu saat menginginkan sesuatu pada Anyelir.
"Mami kita ajak Oma, Aunty Sinta dan uncle Langga ya,,," ujar Zio antusias.
"Boleh sayang, mami tanya mereka dulu ya"
Anyelir menemui bibi Romlah dan Sinta yang lagi asyik mempraktekkan resep kue terbaru mereka.
"Bibi, Sinta hari ini aku pengen ajak Zio jalan ketempat permainan anak, bibi dan Sinta bisa ikut ngak ?" tanya Anyelir.
__ADS_1
"Bibi ngak kuat jalan- jalan lagi sayang, mending bibi dirumah saja" ucap biromlah.
"Aku bisa ikut kok Anyelir." ucap Sinta bersemangat.
"Sekalian kita ajak Rangga ya" ucap Anyelir yang dibalas dengan anggugkan kepala Sinta.
Sampai di lobby Apartemen. nampak Rangga telah menunggu, dan merentangkan tangan menyambut Zio kecil, yang berlari ke arah nya.
"Hallo jagoan kecil unclle, Tos dulu donk." ucap Rangga mereka berdua pun tos layaknya sahabat yang baru ketemu. kemudian Rangga mengendong Zio masuk ke dalam mobil.
Seseorang dalam sebuah kafe, yang terletak tidak jauh dari lobby Apartemen memperhatikan mereka, dan mengikuti secara diam-diam perjalanan mereka.
"Uncle Iio pengen main yang itu." sambil menunjuk salah satu permainan dalam Mall termegah yang terletak dipusat kota.
"Okey ayok." ucap Rangga dia mengajak Sinta, tapi Sinta menolak dengan alasan kebelet pengen ke toilet. dan lari ngacir begitu saja.
__ADS_1
Mau tidak mau Rangga menarik tangan Anyelir, dan bermain Ice Skating bertiga dengan Zio. sambil berpegangan tangan bertiga. mereka tertawa lepas seperti keluarga yang utuh dan lengkap dengan kebahagiaan.
Sementara dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari mereka, Rama mengepalkan tangannya emosi. perasaan cemburu menguasai dadanya.
"Kamu milikku Jasmine, dan kebahagiaan keluarga kecil mu akan segera berakhir, nikmati lah kebersamaan sesaat kalian itu." ucap Rama dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Dengan kecepatan tinggi, dan tidak menghiraukan pengendara lain. Rama melajukan mobilnya, dan berhenti disebuah club motor Naga. tempat dia dan teman-teman SMA nya dulu, nongkrong dan main balapan Motor liar.
Suasana diclub itu tidak ada yang berubah, masih ada Ricki, Aldi yang jadi Senior di Club itu, sementara Rama dan Zein sudah lama tidak aktif lagi.
"Hay bro, dah lama gak mampir ke sini lagi, kemana aja loe ngilang nya." tanya Ricky dan diikuti Aldi dan mereka saling Tos bareng.
"Biasa, melanjutkan Perusahaan bokap bareng Zein, Gue lagi galau kita duel lagi yok." ucap Rama.
"Okey bro." Ricky memberikan kode pada Aldi agar menyiapkan motor balap mereka dulu.
__ADS_1
Rama memacu motornya, dengan kecepatan tinggi diikuti Ricky dan Aldi. Rama merasa beban di dada nya terasa ringan dan rasa cemburu nya terhadap Jasmine bisa terobati dengan kecepatan lari motor nya yang saling berpacu.
Club motor Naga, sekarang sudah mempunyai Area sirkuit khusus, sehingga mereka bebas dan leluasa untuk saling memacu motornya.