Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Melepas Gilang


__ADS_3

Mereka menikmati sarapan pagi penuh kehangatan, terutama Larasati yang tidak lepas dari senyum kebahagiaan. bisa berkumpul dengan keluarga besarnya.


"Nak Gilang kok rapi sekali ?" goda Mama


"Iya ma, soalnya hari ini aku harus balik karena sedang ada sedikit masalah di kantor pusat perusahaan papa" jawab Gilang


"Oooo begitu, tapi bagaimana dengan Cantika. dia kan lagi hamil kasihan harus balik lagi melakukan perjalanan jauh" Larasati ikut menimpali


"Mungkin untuk beberapa hari ini Cantika akan tinggal disini dulu, sampai masalah kantor selesai" jawab Gilang


"Baguslah, kami lega mendengarnya" ucap Zein, yang juga sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju perusahaan nya sendiri.


Cantika mengandeng tangan Gilang menuju mobil, dan mengantarkan suaminya itu sampai teras rumah. rasanya begitu berat untuk berpisah dan jauh dari Gilang.


"Kak Gilang gimana jika aku ikut pulang juga !"


Gilang menghentikan langkahnya, dan membalikkan badannya sehingga posisi mereka saking berhadapan. tangan Gilang menelusuri setiap lekuk wajah cantik istrinya.

__ADS_1


"Sayang kamu sabar ya, semoga saja urusan ku cepat selesai dan segera datang menjemputmu kembali" bujuk Gilang


Gilang merapatkan tubuhnya, ciuman hangat mendarat di kening Cantika yang terpejam. menikmati saat kebersamaan mereka yang terasa begitu indah. Cantika tiba-tiba memeluk erat tubuh Gilang dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu, sambil terus berusaha menahan air matanya yang seakan ingin tumpah.


Gilang mengusap pelan punggung Cantika, setelah itu Gilang mencoba melepaskan pelukan mereka. namun Cantika semakin erat memeluknya kembali.


"Sayang udah ya, ngak enak sama Mama dan yang lain. lihat tuh mereka lagi ngintipin kita" bisik Gilang


"Biar aja" jawab Cantika yang saat ini hanya ingin bermanja dan menikmati aroma wangi farfum dari tubuh Gilang, dan kehangatan pelukannya.


"Kak Gilang hati-hati dijalan ya !"


Cantika melepaskan pelukannya, dan mengantar Gilang sampai masuk kedalam jok kemudi mobil nya, dan menutup pintu untuk Gilang.


"Dah ....kak Gilang" Cantika melambaikan tangannya, namun mesin mobil itu belum juga dinyatakan oleh Gilang, yang masih tersenyum menatap wajah cantik Cantika dari dalam mobilnya. dengan kaca mobil sudah tertutup.


Melihat hal itu Cantika kembali mengulangi kata-katanya

__ADS_1


"Da...da...kak Gilang, hati-hati ya" ucap Cantika dengan tingkah imutnya, kali ini dia tidak melambaikan tangannya, melainkan menghilangkan jemarinya, membentuk tanda cinta ala anak zaman sekarang.


Gilang tidak tahan melihat tingkah imut istri kecilnya itu, dia membuka pintu mobilnya dan meminta Cantika untuk mendekatinya,


"Apa lagi kak" ucap Cantika


"Sayang kamu terus menggodaku dengan tingkah mu itu, sekarang kamu harus tanggung jawab" Gilang menarik pelan tubuh Cantika dan mendudukkannya di pangkuannya.


Bibir Gilang kembali melum****" bibir Cantika, dan menghujani wajah itu dengan ciuman hangat.


"Sayang sekarang kamu masuk kerumah ya" bisik Gilang


"Kok gitu" Cantika memanyunkan bibirnya


"Karena aku tidak bisa tahan melihat tingkah mu ini yang terlihat terus menggodaku, bisa-bisa aku tidak jadi berangkat sayang " bujuk Gilang


"Tapi aku ingin melepaskan dan melihat kak Gilang pergi" rengek Cantika yang sekarang sudah berubah menjadi sangat manja, seiring berkembangnya janin dalam rahimnya.

__ADS_1


"Bisa dari kaca jendela rumah sayang" ucap Gilang membantu istrinya untuk berdiri kembali, serta membetulkan pakaian Cantika yang sempat dibukanya beberapa kancing bajunya oleh Gilang.


Cantika akirnya menurut, berjalan masuk kedalam rumah. sementara Gilang terus memperhatikan nya, setelah Cantika mesuk kedalam Gilang pun menyalakan mesin mobil, melaju kencang menuju kota kecil tempat mereka, dengan perasaan yang begitu indah dan bahagia.


__ADS_2