Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Kecurigaan


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuh dan berpakaian kembali, Anyelir kekamar Zio dan mengajak nya bermain-main, dia merasa bersalah dengan Zio. beberapa waktu ini Anyelir telah banyak mengabaikan putra kesayangannya itu. capek bermain, Anyelir mengajak Zio kecil tidur siang bareng dalam dekapannya.


Sementara Rama, yang datang kesiangan kekantor. marah dan merasa gelisah tidak mendapatkan keberadaan Anyelir. dan memencet tombol yang langsung terhubung ke meja Sekretaris Nara.


"Cepat keruangan ku." ucap Rama tanpa mendengar jawaban Nara.


Tidak butuh waktu lama, Nara dengan langkah cepat memasuki Ruangan itu, dia sudah membayangkan apa yang terjadi, dari nada suara Rama yang menahan kemarahan.


"Selamat Siang Tuan." ucap Nara menunduk. tidak berani menatap mata elang Rama.


"Kamu tahu apa kesalahanmu, dan yang telah kamu perbuat kemaren?" ujar Rama dingin.

__ADS_1


"Ti..ii.. tidak Tuan, sambil tergagap.


"Perasaan aku tidak melakukan kesalahan apapun? kemaren semua pekerjaan. sudah double cek dulu sebelum diserahkan?"


Rama berdiri dari duduk. berjalan memutari tubuh Nara. dan tiba-tiba Rama mengebrak meja kerja, membuat Nara terlonjak saking kagetnya. Nara hampir oleng kehilangan keseimbangan, dan berusaha untuk berdiri dengan normal lagi.


"Apa perlu aku jabarkan satu persatu kesalahan mu?" ujar Rama menautkan kedua alisnya tebal nya. lalu menghubungi Asisten Zein.


"Ya Boss" Zein memasuki Ruangan kerja Rama


Nara yang mendengar langsung memucat. dia teringat kesalahan nya, yang sudah beberapa kali mengerjai Jasmine. termasuk menarik kursi yang hendak diduduki Jasmine. hingga dia jatuh Nara mencoba meminta maaf atas kesalahan nya.

__ADS_1


Namun Rama mengangkat tangan nya keatas. memberi isyarat bahwa dia tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi.


Nara tertunduk pasrah, kariernya yang selama ini dibanggakan hancur, air mata menetes di kedua pipinya.


"Kenapa Rama begitu membela Jasmine. yang status nya hanya anak magang, sementara aku sudah lama bekerja pada perusahaan ini. dan aku melakukan semua ini karena kamu Rama ! aku sudah lama mencintai mu , tapi tidak pernah kamu tanggapi, malah kamu tertarik pada Jasmine, apa karena dia lebih cantik dibandingkan dengan diriku "


Nara mengepalkan kedua tangannya "Awas kamu Jasmine, aku akan membalasmu." dan berlalu keluar mengikuti Asisten Zein yang mengurus pemecatan nya.


Zein juga bingung dengan perubahan sikap Rama, tapi dia mengikuti semua kemauan Boss nya, asal dia senang dan tidak terpuruk lagi dengan kepergian Jessica dan bayangan Anyelir yang membuat nya kesakitan, bila mencoba mengingat masa lalu nya. akhir - akhir ini Zein melihat Rama sudah mulai tersenyum lagi, dan tidak kaku semenjak kehadiran Jasmine.


Zein memang Asisten yang bisa diandalkan, berkat kecurigaan nya pada dokter fian. Zein secara diam-diam telah menganti obat yang dikonsumsi Rama, dengan obat terbaik luar negeri. Zein masih menyelidiki siapa dalang dibalik semua itu, dan motif nya terhadap Rama. untuk sementara Zein sengaja tidak menjerat dokter fian. sampai Zein menemukan bukti yang jelas.

__ADS_1


Di Ruangan nya, Rama duduk sambil mengotak atik ponsel pipihnya, dan tersenyum mesum ketika dia kembali slideshow foto-foto Anyelir semalam. dia menatap fokus pada bagian wajah Anyelir yang cantik, dan kerinduan pada Anyelir kembali merasuk kedalam lubuk hati terdalam nya, seperti perasaan ini begitu tulus dan sangat dekat, perasaan Ingin melindungi, menyayangi dan memiliki Anyelir seutuhnya berkecamuk menjadi satu.


"Aaaaghh kenapa ponsel nya masih tidak aktif."


__ADS_2