
Sesuai tradisi mereka, Cantika dibawa dan tinggal bersama Gilang di rumah besar kedua orang tua nya. Mama Gilang menyediakan kamar khusus untuk Cantika, yang berada di lantai satu. sementara kamar Gilang berada di lantai dua.
Madam Jane sebagai pelayan setia yang selalu berada disamping Cantika, dengan begitu Cantika akan merasa aman dan tenang.
"Bagaimana sayang apa kamu menyukai kamar ini, kalau kamu ingin menganti warna cat, atau dekorasi tinggal bilang saja" sambil mengandeng Cantika mengelilingi kamar dan Rumah besar mereka.
"Suka sekali ma"
Cantika mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar yang luas, dimana di teras depan terdapat taman bunga yang begitu indah, dan juga kolam kecil dengan air mancur ditengah-tengah nya. sehingga memberikan ketenangan dan kedamaian pada pikiran.
"Sekarang istirahat lah sayang, kamu tidak boleh capek dan banyak pikiran Kasian bayi dalam kandungan mu itu, jika butuh apapun kamu bisa memanggil pelayan ataupun jane" Mama Gilang pergi meninggalkan kamar yang diikuti madam jane
Cantika mengelus perutnya yang masih terlihat datar,
"Sayang bagaimana pun caranya engkau hadir dalam perutku, namun aku sangat menyayangimu, sehat terus ya nak. jika waktu nya tiba kita akan pergi dari tempat ini. bunda tidak akan menyerah kan mu pada lelaki brengxxxx itu"
Suasana kamar yang nyaman dan tenang membuat Cantika langsung tertidur dengan pulas. rasa takut dan cemas terhadap Gilang sudah berangsur-angsur hilang, dengan adanya perjanjian serta perlindungan kasih sayang kedua mertuanya yang begitu perhatian
Semenjak menikah Gilang lebih suka menghabiskan banyak waktu diluar Rumah, kadang pergi ke Apartement pribadi miliknya.
"Semenjak kehadiran wanita itu dirumah, kenyamanan ku selalu terusik. ditambah lagi Mama dan papa yang lebih sering menyalahkanku dan membela gadis manja itu"
Gilang mengusap layar ponsel yang terus bergetar
__ADS_1
"Hallo ada apa ma" menjawab dengan nada malas
"Hey anak durhaka kamu, orang tua menghubungi bukan nya dijawab salam dulu, malah ditanya dengan nada ketus" ucap mamanya yang ikutan kesal
"Iya...iya maaf, ada apa ma ?"
"Kenapa akir ini kamu jarang sekali pulang kerumah, Kasian istri mu lagi hamil malah tidak pernah mendapatkan perhatian dan kasih sayang mu" membentak Gilang
"Mama tau sendiri masalah kami berdua, jadi untuk apa aku harus memberikan kasih sayang ku pada wanita manja itu"
"Gilang dengar, Cantika tengah mengandung anak mu, cucu pertama kami. jadi Mama minta belajar lah untuk membuka hati dan mencintai Cantika, lagian dia wanita baik dan sangat cantik"
"Terserah Mama"
"Pokoknya kamu harus pulang kerumah, jika masih ingin dianggap anak, jangan sampai seluruh aset keluarga kami serahkan semua pada anak Cantika. cucu kami" ancam Mama
"Keenakan banget tuh cewek jika Mama benar-benar menyerahkan seluruh asetnya, itu bukan balas dendam ku yang berhasil tapi aku yang kehilangan semuanya, tidak...,, tidak..,, tidak akan aku biarkan semua hilang sia-sia" memukul kemudi mobilnya
Cantika yang tengah asyik memandangi warna-warni bunga yang tengah bermekaran, kaget melihat mobil Gilang yang berhenti di teras utama
Nampak Gilang dengan langkah panjang berjalan masuk ke dalam Rumah, Cantika yang menyaksikan itu segera masuk kekamar nya dan menutup pintu rapat-rapat.
"Aku tidak bisa melupakan kekerasan dan perbuatan kak Gilang" ujar Cantika pada madam jane yang membantu merapikan rambutnya Cantika
__ADS_1
"Nona sebenarnya Tuan muda Gilang orang baik, tapi karena ambisi dan dendam membuat sikap nya berubah drastis, madam yakin suatu saat dia akan menyesali perbuatannya dan akan mencintai Nona dengan tulus"
"Tapi aku tidak mencintainya madam" ujar Cantika kesal
"Nona cinta akan tumbuh dan hadir diantara kalian berdua, seiring berjalannya waktu" madam jane mengulum senyum
"Tidak, tidak akan Madam" Cantika merebahkan tubuhnya diranjang, dan memilih untuk tidur
Madam Jane menutup pintu kamar Cantika perlahan, dan pergi meninggalkan Cantika yang sudah tertidur.
"Akirnya anak Mama sudah kembali pulang" memeluk putra kesayangannya
"Ya, jika tidak Mama ancam terus"
"Sekarang bersihkan tubuhmu, dan robah kebiasaan buruk mu itu. sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah, ayo nak buat Cantika jatuh cinta"
Gilang langsung berjalan menuju kamar tanpa mempedulikan lagi celotehan Mama yang tiada henti.
Paginya Cantika dengan santai berjalan menuju meja makan untuk sarapan bersama kedua mertuanya yang telah menanti, dia lupa jika Gilang tengah berjalan cepat menuruni tangga, hampir saja mereka bertabrakan. Cantika yang kaget langsung kehilangan keseimbangan. dengan sigap Gilang menangkap tubuh kecil itu.
Mata mereka bertemu, namun kedua langsung tersadar dan saling melepaskan diri. dengan persaan malu gugup, cemas Cantika langsung menuju kamarnya membatalkan sarapan bersama mereka.
Begitu pun Gilang langsung pergi menuju mobilnya sambil bergumam
__ADS_1
"Dasar cewek manja, jalan aja ngak becus"
Mama dan Papa Gilang yang menyaksikan itu terbengong, saat tersadar mereka berdua langsung tersenyum senang