
Rama mendorong kasar tumbuh Cantika, berhalusinasi sekilas seperti melihat bayangan Anyelir yang menangis. Rama berdiri memegang kepala nya frustasi "maafkan aku Anyelir" berulang kali Rama mengucapkan kata itu. sambil menangis memukul dada dan tubuh yang terasa sudah kotor karena perbuatan dan kekhilafan nya. Rama telah terbawa suasana merasa menyesal dengan perbuatan. dan berlari begitu saja di kegelapan pagi menjelang subuh.
Cantika yang melihat betapa menyesal dan frustasi nya Rama ikut merasa bersalah " maafkan Cantika om, selepas ini Cantika akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan Om" menangis sesenggukan melepas kepergian Rama yang meninggal Kanya begitu saja, tanpa ikut mengejar nya kembali.
Rama masuk ke dalam mobilnya dan melajukan dengan kecepatan kencang "aku harus meninggalkan tempat terkutuk ini" dia membelokkan mobilnya menuju Jakarta tanpa pamit pada keluarga Larasati maupun Zein, dan beberapa pakaian Rama juga masih ada yang tertinggal di kamar tamu Rumah Cantika. dia tidak memperdulikan semua nya, yang terpenting meninggalkan tempat itu.
Setengah hari lebih perjalanan Rama sampai di Jakarta. dan membelokkan mobil menuju Apartemen nya dulu, Rama membanting pintu kamar mandi kencang dan mengisi bactub dengan penuh dan membiarkan nya melimpah. Rama melepaskan semua pakaianya hingga polos dan membuang nya ke tong sampah. Rama ingin membersihkan dirinya yang telah ternoda.
Rama merendam seluruh tubuh nya, kedalam air dalam waktu yang lama dan mengangkat kepala kembali setelah kesulitan bernafas. dan mengulangi nya lagi dengan air yang terus mengalir dan melimpah. Rama tidak memperdulikan ponsel yang terus berdering Panggilan masuk dari Zein, yang cemas karena semalam dia meninggalkan Rama begitu saja.
__ADS_1
Sudah hampir satu jam lebih Rama melakukan nya, tanpa peduli tubuhnya yang sudah menggigil kedinginan. dan tertidur begitu saja dalam bactub.
Rama bermimpi berlarian dengan Zio dan Anyelir mereka tertawa begitu bahagia dan saling berpelukan, namun tiba-tiba Cantika hadir dan memeluk Rama dari arah belakang tanpa diketahui Anyelir, Rama kaget refleks mendorongnya, hingga dia tejatuh.
Rama terbangun dan melihat sekeliling, dan merasakan tubuhnya begitu dingin. Rama berjalan sempoyongan karena begitu lama berendam, dengan segera mengeringkan tubuh dan berpakaian kembali. Rama menghubungi Arka Sekretaris nya untuk menjemput ke apartemen karena sudah tidak sanggup untuk menyetir mobil menuju Rumah.
Sementara Cantika kembali ke rumahnya dengan murung dan langsung menuju kamar. Mama dan papanya yang melihat terheran-heran karena anak gadis nya itu biasanya manja dan cerewet.
"Ma, kenapa dengan Cantika ? tanya papa
__ADS_1
"Bete' kali pa, semalam melihat pesta Larasati. dia juga pengen seperti itu, truz Mama omelin dan dia ngambek. tidur di penginapan yang semula kita pesan untuk neneknya yang kecapean di lokasi pesta" ujar Mama Cantika
Dikamar Cantika menangis sejadi-jadinya, dia begitu terluka melihat Rama yang nampak menyesali perbuatannya. semula dia berfikir Rama juga memiliki rasa cinta terhadap nya, karena mendapat merespon sedikit cumbuannya.
Terdengar Mama mengedor pintu kamar, bukan nya membuka kan pintu Cantika lari masuk ke kamar mandi dan berendam di sana. terlebih dahulu dia menyimpan pakaian yang semalam untuk pengobat rindu pada Rama, karena masih tertinggal bau farfum dan wangi tubuh Rama disana. Cantika bertekad tidak akan pernah mencucinya.
Zein sibuk mondar-mandir di depan kamar sambil sibuk dengan ponselnya, Larasati bingung melihat tingkah suaminya itu " Uda, kenapa sich dari tadi mondar-mandir kayak setrika an" dan berdiri mendekati Zein
"Bos Rama tidak mengangkat panggilan ku, aku khawatir sekali" Zein mengusap wajahnya, sebaiknya aku harus menyusui kembali ke Jakarta secepanya, dan kamu berkemas lah segera" mereka berdua pun meninggalkan lokasi villa menuju Rumah Larasati.
__ADS_1