Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Pantai Pasir Putih


__ADS_3

Anyelir menggeliat merasakan seperti bermimpi, digendong Rama lalu mereka bermesraan, semakin lama mimpi itu makin terasa nyata. dan benar saja dia hampir berteriak keget, ketika merasakan sesuatu dibawah sana """


Setelah permainan itu selesai, Rama pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. sementara Anyelir menenggelamkan seluruh tubuh kedalam selimut, dia masih merasa jengkel terhadap Rama, yang suka bertindak seperti maling untuk bercinta dan mengurungnya seharian ini dikamar.


Anyelir mendengar langkah kaki mendekat, dan ikut berbaring serta memeluknya dari samping. Anyelir tidak menghiraukan Rama, dan langsung pura-pura tidur begitu pun Rama yang langsung ketiduran. karena kecapean selesai Meeting dengan para investor.


Pagi ini, Anyelir dibuat kesal lagi. dia tidak menemukan Rama tidur disampingnya, dengan perasaan bercampur aduk Anyelir berendam di bathub untuk meringankan beban dikepalanya yang terasa berat.


"Aku bosan dikamar terus, nanti aku akan cari cara untuk keluar. dan bermain di pasir putih pantai itu" ujar Anyelir sambil memikirkan cara untuk mengelabui Rama dan keluar dari kamar.


Anyelir memakai kaos putih lengan pendek, dengan stelan rok mini. tidak lupa kaca mata hitam dan topi pantai, serta sepatu Kets. yang dipesan nya. dia membiarkan rambut bergelombang nya tergerai begitu saja, supaya Rama tidak mengenal nya jika bertemu diluaran.


Anyelir berjalan memberanikan diri keluar dari kamar. namun apes baginya, diluar kamar ada dua orang bodyguard yang berjaga. dengan kesal dia kembali ke dalam. menghempaskan pintu kamar dan membuang kembali atribut yang melekat ditubuhnya.

__ADS_1


"Dasar Rama.." pekik Anyelir kemudian menghubungi Rama.


"Hallo Nyonya, ada apa ...... dengan mu .....?" terdengar suara Asisten Zein yang menjawab, mencemooh menirukan lagu Peterpan.


"Ada apa pala' mu." bilang sama bos mu itu aku bosan dikamar, pengen jalan-jalan keluar." ketus Anyelir.


"Sabar Nyonya, selepas makan siang nanti acara Meeting telah selesai, setelah itu anda bisa main sepuasnya, bersama Bos Rama" ujar Zein.


Anyelir bernafas lega mendengar, paling tidak dia tidak bosan lagi dikamar. Zein sengaja meminta Rama. untuk menyediakan empat orang Bodyguard untuk menjaga Anyelir, mengingat bahaya yang mengancamnya dimasa lalu. tanpa banyak bicara Rama menyetujui saja.


"Tidak seorang pun yang bisa merebut Rama dariku dia milikku. sekarang dan untuk selamanya" ujar Selena tersenyum jahat


Selena telah mengatur siasat untuk mencelakakan Anyelir. dengan mengirimkan beberapa orang suruhan nya untuk mengikuti mereka.

__ADS_1


"Aku ingin wanita itu menghilang selama nya dan tidak ingin mendengar kata-kata gagal dari kalian.. mengerti. ingat aku telah membayar mahal kalian semua." ancaman Selena.


Rama melirik jam tangannya, sudah menunjukkan setengah satu Siang, bergegas dia meninggalkan tempat meeting yang baru saja selesai. dia teringat akan Jasmine yang tengah menunggu kedatangan nya.


"Zein cepat aku sudah tidak sabar lagi, pasti sekarang wajahnya, sudah seperti kulit jeruk menunggu kita." ujar Rama.


Anyelir yang gelisah, berubah kembali ceria begitu mendengar pintu terbuka lebar, dan Rama melangkah masuk. tanpa pikir panjang lagi Anyelir menghambur ke pelukan nya.


"Ayo, kita langsung keluar sekarang, aku sudah bosan dua hari ini kamu kurung disini" Anyelir langsung menarik tangan Rama keluar.


Mereka bertiga menuju Restoran melayu seafood. dekat tepi pantai pasir putih, disana tersedia beraneka macam makanan Seafood yang terkenal dengan keaslian rasa rempah nya.


Rama dengan telaten mengupasi kulit Lobster besar. untuk Jasmine dan saling menyuapi, dia ingin memanjakan Jasmine dan menebus kesalahannya yang sudah dua hari ini mengabaikan wanita itu.

__ADS_1


Selesai makan. Anyelir berlarian di pasir putih bersih itu, pantai ini sengaja dirawat dan dibersihkan untuk memanjakan mata pengunjung. Rama mengikuti dari belakang. mereka berdua kejar - kejaran sambil main air dan Anyelir naik dipunggung Rama. sambil tertawa bahagia. tidak mempedulikan Zein, yang hanya melongo sambil meminum air kelapa muda. duduk tidak jauh dari mereka. dan empat orang bodyguard yang berjaga dalam mobil depan pintu masuk area Pantai. Zein memang cerdik, dan sudah mengantisipasi kemungkinan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


__ADS_2