Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Kedatangan Nara


__ADS_3

Cantika tertidur di sofa yang empuk itu, dengan kondisi televisi yang masih menyala. Gilang berjalan dari meja kerja nya mendekati Cantika yang telah pulas dengan dengkuran halus.


"Cantika kamu cantik sekali, meskipun dalam keadaan tertidur sekalipun. maaf kan aku yang terlambat menyadari persaan ku ini, disaat kamu telah membenciku dan menutup pintu hatimu" sambil mengelus pelan perutnya


"Sebaiknya aku segera keruangan Meeting" melirik jam dipergelangan tangannya, sambil mengambil selimut dalam ruangan khusus dan menyelimutinya ketubuh Cantika


Gilang memimpin meeting dengan sikap penuh wibawa dan tenang dalam menyikapi masalah yang terjadi dalam perusahaan nya, sikap nya itu membuat para karyawan terpana dan heran. karena itu bukan sifat yang biasanya ditunjukkan Gilang saat meeting besar ini. yang biasanya kasar dan mudah marah


Meeting berjalan cukup lama,


"Cantika...,,


Gilang tersadar jika saat ini Cantika berada di ruangan kerjanya


"Dion...,, sekarang kamu yang akan menggantikan ku memimpin meeting ini" perintah Gilang dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu, menuju ruangan kerjanya.


Gilang dengan langkah panjang langsung berjalan menuju sofa, nampak Cantika mengeliatkan tubuhnya dan melanjutkan tidurnya kembali


"Cantika tidur mu nyenyak sekali, aku pikir kamu tengah menunggu ku duduk dengan kesal"


Gilang memperhatikan wajah Cantik itu dari dekat, perlahan bibirnya maju mencium lembut kening Cantika, berlanjut hidung dan kedua pipinya. merasa tidak puas Gilang ingin melanjutkan menikmati bibir merah sensual nya.

__ADS_1


Namun Cantika membuka mata dan langsung berteriak kaget saat, melihat posisi wajah Gilang yang begitu sangat dekat dan hampir menyentuh bibir nya


"Kak Gilang mau ngapain ?


"Aku...aku cuma mau membersihkan sisa coklat yang terdapat di sudut bibirmu" ucap Gilang asal


"Coklat" Cantika langsung meraba dan mengusap bibirnya dengan tissue


"Habisnya makanan yang dicampur coklat kesukaaku itu, membuat ku ketagihan, hingga habis..." tersenyum kikuk merasa malu sendiri saat Gilang melirik bekas makannya yang kosong


"Aku senang jika kamu menyukai makanan yang aku sediakan" Gilang menatap mesra Cantika


"Apa kamu merasa bosan menunggu ku dari tadi ?


"Kita jalan-jalan ya, sambil menikmati sore dan sanset yang akan muncul di tepi pantai dekat restoran"


Cantika tercekat ingatan nya kembali ke masa beberapa tahun lalu, dipantai itu pernah menjadi saksi sikap bodoh nya, atas bantuan Gilang dia menjebak Rama lelaki pertama yang begitu dicintai nya dulu, namun sekarang persaan itu berangsur-angsur telah memudar seiring berjalannya waktu dan kebersamaan nya dengan Gilang.


"Bagaimana Cantika mau ngak, kok bengong ?


"Ketempat lain saja ya" ujar Cantika yang tidak ingin mengingat masa-masa itu

__ADS_1


"Okey kemanapun aku setuju istriku sayang"


"Apa istri" ucap Cantika penuh penekanan


"Kak Gilang aku tidak ingin kamu salah paham dengan sikap ku yang sudah kembali membaik, ingat perjanjian kita"


"Ya Cantika aku ingat" jawab Gilang pelan


"Cantika aku pastikan kamu akan jatuh cinta kembali ke padaku, sebelum batas waktu perjanjian kita habis"


Selepas Keluar dari penjara yang ditempati Nara beberapa tahun ini, sedikit banyak sudah membuat nya jera, dia tidak mempunyai muka lagi untuk bertemu dengan Rama, apalagi untuk menetapkan tinggal dikota metropolitan.


"Yah...kota kecil inilah yang menjadi tujuan ku sekarang, dan Dion sepupuku yang menjadi tumpuan harapan ku. semoga saja dia berhasil untuk membantu mendapatkan pekerjaan kembali. karena sudah beberapa perusahaan besar telah menolak ku secara terang-terangan akibat kasus-kasus ku" melonggos kesal sambil memencet pintu Rumah Dion


Tidak berapa lama pintu Rumah itu dibukakan seorang pelayan wanita paruh baya,


"Maaf nona cari siapa ?


"Aku Nara sepupunya Dion yang baru datang dari Jakarta" sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling rumah besar itu, yang terlihat sepi


"Mana Om dan Tante"

__ADS_1


"Mereka menetap tinggal di Luar Negeri bersama Non Cellin, kalau begitu Nona silahkan masuk karena sebentar lagi Tuan Dion pasti sudah kembali dari kantor nya"


"Okey" Nara melangkah masuk dan duduk di salah satu sofa diruangan itu, sambil memainkan ponsel


__ADS_2