Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Pikiran Buruk Cantika


__ADS_3

Cantika menatap Gilang mencari kesungguhan dari ucapan nya itu, namun mimik wajah yang ditunjukkan Gilang seolah-olah dia memang berkata jujur.


"Ya sudah....Kak Gilang tunggu Dion di sofa saja"


Cantika berjalan keluar menuju lemari dan mengambil jubah mandi dengan warna putih polos.


"Pakai lah ini dulu, sampai Dion datang" menyerahkan jubah mandi itu ketangan Gilang


"Terim kasih istri ku..." menerima dan langsung memakainya di depan Cantika


Cantika hanya melongos kesal menanggapi ucapan Gilang, berjalan kembali masuk ke kamar mandi dan mengunci nya rapat. Cantika membuka seluruh pakaiannya lalu berendam dalam bactub.


Pikiran Cantika masih terganggu dengan mimpi nya barusan, serta bentuk tubuh Gilang barusan. tiba-tiba Cantika bergidik ngeri, kejadian buruk itu kembali berputar di memori ingatan nya.


Cantika memegang kepalanya dan kembali menangis, persaan benci dan merasa kotor, berkecamuk dengan rasa sayang dan cintanya. terhadap Gilang.


Gilang merebahkan tubuhnya di sofa yang terasa begitu empuk, mengunakan tangan sebagai bantal untuk menopang kepalanya. Gilang memejamkan matanya perlahan lalu tertidur begitu saja


Di kamar mandi Cantika masih menangis, dengan menangis beban yang berkecamuk pun terasa ringan, setelah merasa lega Cantika melanjutkan mandinya, dan mengunakan jubah mandi berjalan keluar, diliriknya Gilang sudah tertidur pulas di sofa.


Ttok.. tok...tok....,,

__ADS_1


Cantika berjalan membuka kan pintu yang terus diketok


Ccekklek...,, Mama, Dion" ucap Cantika melihat dua orang yang sedang berdiri di depan nya


"Cantika kamu kenapa dan mata mu terlihat bengkak seperti habis menangis" Mama menatap penuh selidik


"Ngak papa kok ma" mencoba tersenyum dan bersikap manis untuk mengalihkan perhatian Mama


"Tidak papa gimana... apa Gilang memaksa mu melakukan hubungan **"""" ??? tanya Mama kembali sambil melirik Gilang yang tidur di sofa mengunakan jubah mandi, pakaian yang sama dengan Cantika sekarang


"Tidak ma... Cantika habis mimpi buruk, Mama percaya deh... jika Gilang macam-macam, Cantika pasti lapor ke mama dan surat perjanjian itu akan langsung menjerat dia ma"


"Baiklah Mama percaya, cepat kalian turun. papa sudah menunggu untuk makan malam"


"Nyonya Muda...,, ini pakaian bos Gilang" Dion menyerahkan pada Cantika


"Terima kasih Dion" mengambilnya dan menutup pintu kamar kembali


Cantika Memilih pakaian di lemari nya, karena banyak ukuran yang sekarang sudah tidak muat lagi ditubuhnya.


"Sebaiknya pakai yang ini saja" baju longgdress yang ukurannya paling besar di bandingkan dengan pakaian yang lain.

__ADS_1


Setelah merapikan penambahan nya yang terlihat sederhana, Cantika membangun kan Gilang yang masih tertidur.


"Kak....Kak.. Gilang bangun....., ,


"Mmmhhh....,, Gilang mengeliat untuk merenggangkan otot-otot tubuhnya, dan membuka mata


"Cantika....,,


"Bangun kak, Mama dan papa menunggu kita dibawah untuk makan malam, dan ini pakaian kakak. Dion barusan datang mengantarkan nya"


"Dion, dimana dia sekarang ?


"Dibawah bersama Mama dan papa"


Gilang bangkit dan mengenakan pakaian nya, Cantika langsung memalingkan wajahnya ke arah lain karena dia tidak ingin kembali melihat tubuh Gilang yang akan membuat persaan nya kembali berkecamuk


"Ayok kita segera turun" Ajak Gilang


Kedua orang tua Cantika termasuk Dion menatap pasangan itu turun sambil bergandengan tangan.


Cantika langsung menarik tangan nya, tersadar jika mereka telah bergandengan

__ADS_1


"Mama senang melihat kalian seperti itu" ucap Mama sambil melirik genit papa yang terlihat acuh menatap Gilang tidak suka


__ADS_2