Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Zein VS Gilang


__ADS_3

"Okey besok pagi papa akan menemui Gilang dan membicarakan rencana kita" ucap Anwar.


"Rencana apa pa?" ucap Mama bingung.


"Rencana tentang pertarungan antara Zein dan Gilang" dan yang muncul sebagai pemenang itulah yang akan menikah dengan Larasati" ucap papa sambil berdiri menuju kamar nya. tanpa peduli dengan reaksi Zein setelah itu.


"Apa?"


Ucap Zein syok langsung pingsan. mendengar dan membayangkan akan bertarung dengan Gilang, yang bertubuh besar dan ahli beladiri.


"Pa apa maksudnya dengan semua ini?" ucap Mama berlari mengejar papa kekamarnya.


"Om Zein bangun" ucap Larasati cemas dan menguncang tubuhnya.


"Cepat ambil kan air putih" ucap nenek yang ikut panik

__ADS_1


Cantika berdiri kemudian melangkah duduk di sebelah Zein.


"Bang....bang ganteng bangun donk. mending nikahnya sama saya saja, dan Abang tidak perlu membahayakan diri dengan bertarung sama Gilang brengxxxx itu" ucap Cantika yang mulai genit mengelus-elus lengan Zein.


Nenek yang memperlihatkan tingkah Cantika itu, langsung menepuk kasar tangannya yang genit itu " Aaw...sakiiitt Nek" pekik Cantika seraya mengusap tangannya yang memerah.


"Makanya jangan genit, sama calon kakak ipar mu." ujar nenek sewot sambil menerima segelas air putih yang dibawa Larasati. Nenek membacakan basmallah lalu menjentikkan beberapa kali ke wajah Zein.


Zein terbangun, dan terbayang lagi dengan ucapan papa Larasati tadi, membuat nya kembali galau. seandainya bisa memilih Zein ingin pingsan lagi, sampai Om Anwar membatalkan niatnya.


"Om tidak usah khawatir" ucap Larasati yang ingin menjelaskan sesuatu, namun terhenti karena Cantika yang masih berdiri mematung di samping Zein.


Cantika menghentikan kakinya kesal, dan berlalu mengikuti nenek yang masih memegang sebelah tangannya.


"Om Zein, terima saja tantangan dari papa itu karena aku akan membantu Om dari belakang" ucap Larasati sambil mengedipkan matanya berkali-kali dan tersenyum dengan manisnya membuat Zein kembali luluh.

__ADS_1


"Bagaimana cara kamu membantu ku?" tanya Zein.


"Ada, aku sudah lama kenal Gilang Om. jadi aku tau banyak kelemahan Gilang" ucap Larasati kembali memberikan semangat pada Zein


"Gilang biasanya sebelum bertanding atau pun melakukan sesuatu yang berat dia biasa minum jamu atau minuman penambah energi lainnya, dan aku nanti akan menyusup masuk ke rumahnya dan mencampur minuman nya, sehingga nantinya Gilang akan lemas tidak bertenaga. dan om zein bisa mengalahkan nya dengan mudah" ucap Larasati panjang lebar


"Kamu yakin cara ini akan berhasil, karena aku tidak mau mati sia-sia" ucap Zein


"Om percaya deh, aku tuch cinta mati sama Om, tidak mungkin aku membahayakan nyawa Om" ucap Larasati pesimis dengan ucapan nya sendiri


"Sebaiknya kita istrahat saja sekarang" ucap Larasati dan kembali ke kamar masing-masing.


Malam ini Zein tidak bisa memejamkan matanya, dia bingung memikirkan dirinya.


"kenapa dia bisa terjebak seperti ini dan bagaimana kabarnya Rama sekarang? apakah dia mencemaskan aku? atau malah tidak peduli sama sekali, karena sudah ada Anyelir dan Zio." ucap Zein.

__ADS_1


Sementara itu, Rama sudah mengumpulkan orang-orang nya untuk mencari Zein, termasuk mengancam bos mafia yang berbuat masalah dengan Zein di Club Malam waktu itu.


Ricky dan Aldi yang terakhir bersama Zein saat itu pun, tidak bisa memberikan keterangan apapun, karena saat itu mereka berdua sedang mabuk berat.


__ADS_2