
Melihat tatapan mata Rama dan dan senyum mesumnya membuat Anyelir spontan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Ya Tuhan aku belum siap." ucap nya dibalik selimut sambil berhitung tiga puluh detik dan menit pun berlalu, Anyelir tidak merasa seseorang akan menyentuhnya. perlahan dia menurunkan selimut yang menutupi kepalanya.
"Syukurlah dia tidak jadi menyentuh ku doa ku terkabul. " ucapan Anyelir tertawa senang. dia tidak mengarahkan pandangan ke pintu belakang, Rama keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya dan berjalan kearah anyelir sambil melempar asal handuk nya itu.
"Aaahhk..., tidak..., tidak... " ucap Anyelir menutup mukanya dengan selimut.
"Kenapa kak Rama seperti itu. kayak di zaman primitif saja."
Rama menyeringai
"Oya sayang dan aku akan mengajakmu jalan - jalan ke zaman itu, sambil menikmati hukuman mu."
Rama menyibak selimut yang menutupi tubuh Anyelir, juga membuang asal. Rama tidak bisa menahan lagi dia mendekati tubuh kecil itu mencium bibir Anyelir, semakin dalam dan memainkan nya lembut. Anyelir merasa geli karena ini pengalaman pertama nya berciuman spontan Anyelir menggigit dan mendorong tubuh ramah dan menarik nafas dalam-dalam.
"Aaaahhk.,, apa yang kamu lakukan, kenapa menggigit bibir ku."
__ADS_1
Sambil memegang bibir nya yang mengeluarkan darahdan mengelapnya dengan tissue yang ada di atas meja.
"Lagian kak Rama nyosor terus, seperti mencari sesuatu dalam mulutku ini geli tau."
"Ya ciumanlah, kamu kan sudah pernah melihat nya di drama Korea di Hp mu itu" ucap Rama kesal.
"Oya ya kak mungkin caranya aja yang beda" jawab Anyelir polos membuat Rama kesal dan mengambil hpnya di Nakas.
"Coba kamu perhatikan cara orang bercinta, dan memuaskan suami." sambil memutar film xxxxx.
Anyelir membulatkan matanya " ih jijik... aku tidak mau melakukan yang ini " Anyelir menunjuk salah satu adegan mengulum permen.
Rama merebahkan tubuhnya dan memeluk Anyelir dari belakang, Anyelir memajukan mundur kan mulut nya, menonton video itu... kemudian tertawa.
"Kak Rama lucu deh orang ini main kuda kudaan sambil ngos-ngosan kehausan. kenapa tidak berhenti saja dulu kan kasihan cewek itu terlalu memaksakan dirinya."
Rama mengambil Hp dan mematikan nya.
__ADS_1
"Sekarang kamu diam dan tidak boleh bersuara lagi. "
Rama mulai menjalankannya aksinya mereka berciuman lama, karna Anyelir tidak mengigit bibirnya nya lagi. terus ke leher jenjang itu dan meninggalkan Begitu banyak tanda disana dan diteruskan ke area favorit nya. Rama menenggelamkan wajahnya disana.
Anyelir tidak bisa mengendalikan bahasa tubuhnya yang bertolak belakang dengan pikiran dan kata hati. yang meminta Rama untuk menghentikan aksinya.
" Kkakkk..,, aku.......?" ucap Anyelir tidak sanggup mengeluarkan kata-kata nya lagi.
"Kak Rama..,, Zein masuk ..."
Teriak Anyelir menunjuk pintu, Rama terlonkak dan reflek menutup tubuh mereka dan melihat ke arah pintu.
"Mana" ucap Rama kesal, melihat ke arah Anyelir yang malah cengengesan.
"Maksudnya, gimana kalau tiba-tiba Zein masuk dan menyaksikan kita seperti manusia primitif ini"
"Aku sudah mengunci pintu nya, lagian kalau dia berani masuk akan aku potong Sosis keramatnya itu biar dia tahu rasa dan tidak akan pernah merasakan seperti ini"
__ADS_1
Rama menghempaskan tubuhnya kesal dengan sikap Anyelir, tanpa banyak kata lagi dia langsung melakukan nya, tidak menghiraukan teriakan kesakitan Anyelir yang mencakar dan memukul punggung nya. sebetulnya Rama juga merasakan sakit di xxxxnya karena memaksa masuk sesuatu yang sangat sempit.
Rasa sakit berangsur-angsur menghilang, Anyelir sudah bisa menikmati permainan Rama, hingga kedua nya kelelahan dan tertidur sambil berpelukan.