Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Bayangan Itu


__ADS_3

Suasana kantor masih terlihat sepi, hanya beberapa orang Karyawan dari berbagai Divisi yang baru hadir, dan petugas kebersihan (OB) yang bekerja sebelum jam kantor dimulai. Anyelir terpaksa berangkat pagi sekali, karena kebetulan nebeng dengan Rangga yang sedang menjemput Sinta.


Anyelir tidak memperhatikan sekitar, seseorang dari belakang mengikuti langkah nya, dan menerobos masuk lift. Anyelir terperanjat kaget saat tangan kokoh seorang pria mendekap tubuh mungil nya dari belakang lalu mengunci rapat.


"Hey.. lepaskan." Anyelir berusaha melawan dan menendang alat Reproduksi pria itu dari depan.


"Aaaaawww.. sakit." pria itu membungkuk menahan sakit, sambil memegang benda keramat nya.


Tubuh Anyelir terlepas dan berbaik melihat pria tersebut.


" Tuan Rama?"


Anyelir mendekat hendak membantu, namun tubuh nya kembali ditarik dan mereka berdua kehilangan keseimbangan Anyelir tertindih oleh tubuh Rama.


"Ya aku, bukan kah ini yang kamu mau?" ucap Rama tersenyum.

__ADS_1


"Le..lepas."


Anyelir mencoba meloloskan diri, namun kalah dengan tenaga Rama yang kuat. Rama berhasil mencium bibir mungilnya berlanjut ke leher dan meninggalkan bekas. Rama seperti kehilangan kendali.


Air mata Anyelir lolos membasahi kedua pipinya, dia memang merindukan dan menginginkan sentuhan Rama. tapi tidak dengan cara seperti ini. dimana Rama tidak mengingat dirinya. dan mengganggap dia sama dengan wanita murahan yang mengobral cinta.


Tanpa sadar tangan Anyelir tergerak maju, dan menampar keras wajah Rama.


" Pplllaaacckkk."


Rama terduduk sambil memegang wajah nya yang sakit, mukanya merah menahan amarah, tangan nya maju memegang keras dagu Anyelir.


"Berani nya kamu, dasar wanita brengxxxx. " tangan Rama bergetar menahan gejolak emosinya.


"Sssaakiiiit Tuan."

__ADS_1


Suara Anyelir terbata dan air mata yang terus bercucuran. tangan Anyelir terangkat keatas menarik tangan Rama di dagunya.


Rama melepas kan tangan nya, begitu melihat mata Anyelir seperti ada sesuatu yang membuat nya berubah lembut, dan Cicin Berlian berukiran huruf RA. Seperti nya dia mengenai benda itu, tapi dimana dan kapan?" dan banyak bayangan bermunculan dia berteriak memegang kepalanya.


Anyelir menarik Rama untuk berdiri bangun, dan memapahnya masuk keruangan Rama, tanpa ada penolakan dari Rama. untung suasana kantor masih sepi jadi tidak ada yang mengetahui kejadian itu.


Dengan tertatih-tatih Anyelir akhirnya sampai di dalam ruangan Rama, dan menidurkan nya disofa, saat hendak berlalu keluar, tiba-tiba tangan nya ditarik Rama.


"Jangan tinggalkan aku." Rama berbicara seolah tidak sadar, dia menggeleng kan kepalanya. nampak air mata mengalir disudut matanya.


Anyelir memegang dadanya sesak. melihat orang yang dicintai nya menderita, perlahan dia mendekat dan berbaring diperlukan Rama. Rama membalas erat pelukan Anyelir, dia kembali menciumi wajah dan leher putih mulus itu, tanpa perlawanan dari Anyelir.


Rama semakin memperdalam ciuman nya, begitu juga Anyelir dia membalas setiap sentuhan Rama, dan menikmati aroma tubuh Rama yang sudah sekian tahun dirindukannya. mereka berdua tidak memperdulikan tempat dan situasi lagi. yang ada hanya saling melepaskan hasrat.


Kancing kemeja Anyelir sudah terlepas dari pengait nya, membiarkan Rama bermain-main disana, namun Rama tergelak pingsan begitu muncul bayangan dimana dia pernah melakukan dengan seorang wanita berambut bergelombang. dia kembali kesakitan.

__ADS_1


Anyelir kelimpungan melihat keadaan Rama, dia kembali membereskan pakaian nya dan Rama. kemudian menghubungi Zein, dengan alasan menemukan Rama pingsan di pintu Ruangan nya.


__ADS_2