
Malam ini Cantika menginap dirumah kedua orang tua nya, sekalian melepaskan rindu dengan suasana Rumah dan keluarga nya, Mama sangat senang sekali mereka ngobrol banyak, tanpa menghiraukan kegelisahan Gilang yang terus ditantang papa main catur.
"Cantika sayang kamu balik ke kamar tidur saja sekarang tidur dan istrahat" ujar Mama saat melirik Putri kesayangannya itu menguap
"Ya Ma, Cantika ke atas dulu" berjalan menaiki tangga
"Pa...Mama tidur duluan ya" Mama berjalan menuju kamar nya
Kini tinggal Gilang dan Tuan Anwar,
"Pa.... Gilang ikut istrahat ke kamar ya"
Gilang merasa tubuhnya begitu lelah karena banyak nya pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini
"Tidak bisa, kamu kalahkan aku dulu baru bisa tidur" ucap Tuan Anwar acuh
"Ya pa..."
Dalam permainan catur itu Gilang selalu kalah, karena tidak konsentrasi lagi dan juga permainan ini sesuatu yang tidak disukai nya, Gilang lebih suka ilmu beladiri dan olahraga tinju.
Tuan Anwar sengaja karena ingin mengerjai Gilang yang terlihat sudah mau menyerah, dan menguap beve kali.
"Yah ...aku menang lagi" teriak Tuan Anwar
__ADS_1
Namun tidak ada tanggapan dari Gilang, merasa diabaikan Tuan Anwar mengangkat kepalanya
"Dasar ... tidak sopan sama orang tua, diajak main catur malah tidur"
gerutu Anwar
Gilang telah ngorok mimpi indahnya, dengan posisi tubuh duduk, dan kepalanya menunduk
"Gilang... lanjutkan permainan mu kembali" Tuan Anwar memukul meja keras, membuat anak papan catur itu berserakan di lantai
"Cantika....,,"
Gilang terlonjak kaget. mengucek mata nya yang sudah memerah.
"Ya pa.." Gilang memperbaiki posisi duduknya
"Kamu kumpulkan dulu anak catur itu"
Gilang hanya patuh berjongkok memilih anak catur yang sudah bertebaran itu.
"Aku tahu papa sedang mengerjai ku sekarang, coba saja tadi Cantika mau diajak pulang ke rumah kejadian ini pasti tidak akan terjadi"
"Apa yang kamu pikirkan kan, ayo cepat" Tuan Anwar makin semangat melihat Gilang yang lesu
__ADS_1
"Rasain kamu Gilang, kamu pikir bisa ***- *** nginap disini tidur dengan anaku" Tuan Anwar tersenyum puas
Cantika terbangun dari tidur nya dan melirik jam dinding kamar sudah menunjukan pukul dua dini hari,
"Kenapa kak Gilang belum balik ke kamar ini, apa dia tidur disofa" Cantika mengedarkan pandangannya ke arah sofa namun kosong, dengan malas Cantika menyeret langkah kakinya keluar kamar dan mengintip dari lantai dua itu kebawah
Nampak Gilang yang bersusah payah menahan kantuk nya, sambil sesekali mengucek mata
"Kasian kamu kak Gilang, kamu pasti capek sekali dan papa terlihat senang melihat mu seperti itu"
Cantika menuruni anak tangga perlahan dan berjalan mendekati mereka
Melihat kedatangan Cantika senyum Gilang melebar, serasa mendapatkan angin segar, dia yakin sekali Cantika akan membantu nya.
" Pa sekarang udah larut malam, papa istrahat dulu ya" Cantika duduk disofa sebelah Papa dan berusaha untuk membujuknya
"Papa tidak capek nak, lihat ni semangat papa dari awal sampai sekarang masih sama" ujar papanya
"Tapi besok papa kan harus kerja" Cantika kembali berusaha
"Cantika sayang... separuh perusahaan kita sudah diambil kakakmu Larasati dan diurus oleh suaminya, dan perusahaan yang disini sudah ada Asisten papa yang handal dan cekatan, jadi papa hanya memantau pekerjaan nya sekarang"
"Tapi pa..Kak Gilang terlihat sudah ngantuk dan capek, lagian pekerjaan nya di kantor juga menumpuk"
__ADS_1
" Apa peduli papa" acuh dan terus main