
Masa kehamilan sekarang Anyelir merasakan gairah nya meningkat dibanding sebelumnya, tapi dia malu untuk memulai apa lagi meminta pada Rama, mengingat kesibukan suaminya Akir - Akir ini.
Anyelir merebahkan tubuhnya di samping Rama dengan gelisah, sambil sesekali mengelus wajah Rama yang sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu halus disekitar wajah tampannya. Rama yang paham dan apa yang diinginkan istri nya masih berpura-pura tidur, melihat sejauh mana Anyelir mampu menahan gairah nya.
"Sayang sudah tidur ya" bisik Anyelir tepat di telinga Rama, saking dekatnya bibir mungil Anyelir yang sedikit basah menyentuh daun telinga Rama.
Hal itu membuat Rama hampir kehilangan kendali, namun dia masih ingin bermain-main melihat tingkah lucu Anyelir yang gengsian meminta jatah duluan.
"Mmmhhh" jawab Rama singkat
"Sayang kamu pasti capek, aku pijitin ya" sambil memijat kaki Rama dengan lembut, berbeda dengan caranya memijit seperti biasa.
Rama yang hanya mengenakan celana pendek, berusaha menahan gesekan tangan Anyelir yang turun naik memijidnya.
Anyelir membulatkan mata melihat sesuatu yang yang sedang berdiri tegak seakan minta dibebaskan karena terjepit. perlahan mendekat kan wajahnya " Kasian kamu ya dek terkurung begini" sambil mengelus benda berukuran besar itu. Rama bersusah payah menahan agar tidak mengeluarkan suara desahan.
__ADS_1
Anyelir mengangkat wajahnya melirik Rama sekilas, nampak seperti menahan sesuatu namun masih memejamkan mata, pura - pura tidur sementara yang dibawah sudah memegang sempurna.
Anyelir mengulum senyum jahil, karena suaminya masih bertahan ingin mengerjai nya. Anyelir yang sudah tidak tahan lagi membuka semua pakaiannya. perlahan dia mengeluarkan benda itu dan naik keatas tubuh Rama, sambil memasukkan junior Rama ke dalam miliknya dan menggoyang nya dengan perlahan, dengan Tempo cepat, kemudian berhenti sebentar dan mulai lagi. membuat Rama hilang kendali dengan permainan Anyelir yang seolah-olah asal itu.
Rama membalikan tubuh Anyelir berada di posisi dibawah tubuhnya, dengan tidak mencabut junior yang masih menancap sempurna
"Sayang kamu sudah lupa ya cara bermain kita" langsung mengeluarkan jurus andalan nya, membuat anyelir benar-benar puas, beberapa kali mencapai puncak kenikmatan, namun mereka menggunakan posisi yang aman mengingat Anyelir yang berbadan dua.
Mereka tertidur sambil berpelukan hangat dan kehabisan tenaga dengan permainan yang baru saja usai.
"Ma kenapa Akir ini kamu sering mengeluh kedinginan, apa kamu sakit?" tanya papa yang heran dengan tingkah isterinya itu sekarang.
"Tidak pa, mungkin faktor usia Mama yang sudah tidak muda lagi, jadi banyak saja yang yang mama rasakan" mencoba mengalihkan perhatian suaminya.
Terdengar suara azan subuh berkumandang
__ADS_1
"Sebaiknya kita sholat subuh berjamaah ya" ucap papa membimbing Mama untuk bangun.
"Ya pa"
Sehabis sholat Mama Merlin mengenakan jaket yang sangat tebal, duduk menikmati sarapan bersama suami dan kedua cucunya. Anyelir berjalan mendekati dan ikut sarapan bersama.
"Mana suamimu Anyelir?" tanya Mama yang biasa nya sudah melihat Rama tampil rapi bersiap pergi bekerja.
"Sehabis sholat subuh, kak Rama melanjutkan kembali tidurnya ma" ucap Anyelir
"Apa Rama tidak berangkat bekerja hari ini" Mama menatap Anyelir heran, karena Rama sangat disiplin waktu sekarang.
"Tidak ma karena sekarang hari Minggu, kantor libur" ucap Anyelir membantu Ariani meminum susunya.
Mama Merlin mengusap pelipisnya " Kenapa aku begitu pelupanya sekarang"
__ADS_1